
Badan Narkotika Nasional (BNN) terus mendorong penguatan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui sektor pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Asistensi dan Penguatan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) bersama Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa (27/10).
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Advokasi BNN, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Kepala BNN Kota Cirebon, Kepala SMPN 5 Cirebon, Ketua Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kota Cirebon, pengawas sekolah, serta jajaran bidang kurikulum Dinas Pendidikan Kota Cirebon.
Direktur Advokasi BNN, Tatiek Sufahriani, menegaskan bahwa Integrasi Kurikulum Anti Narkoba dapat dilaksanakan melalui berbagai pendekatan pembelajaran, baik intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, maupun penguatan budaya sekolah. Pada tahap awal, satuan pendidikan diharapkan dapat menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai langkah awal implementasi, yang selanjutnya dapat dikembangkan menjadi Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) sesuai dengan karakteristik masing-masing sekolah.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung implementasi program tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon menyatakan kesiapan untuk menerbitkan Surat Edaran kepada seluruh jenjang satuan pendidikan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat landasan pelaksanaan IKAN sekaligus mendorong penerapan pendidikan antinarkoba secara lebih luas dan berkelanjutan.
Melalui sinergi BNN, BNN Kota Cirebon, dan Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Integrasi Kurikulum Anti Narkoba diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun lingkungan pendidikan yang memiliki ketahanan terhadap ancaman narkoba. Dengan demikian, upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan sosialisasi, tetapi juga terintegrasi dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah sebagai bagian dari pembangunan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
#warondrugsforhumanity
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN













