
Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (PLRKM) Deputi Bidang Rehabilitasi menyelenggarakan Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengisian Instrumen Pemenuhan Penyelenggaraan Intervensi Berbasis Masyarakat (INTAN IBM) Tahun 2026 di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/10).
Kegiatan Bimtek ini dibuka oleh Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (PLRKM) BNN, dr. Syamsul Bahar. Bimtek ini diselenggarakan sebagai wadah strategis untuk menyampaikan hasil pengukuran Indeks Layanan IBM (INSANI) Tahun 2025 sekaligus menyosialisasikan tata cara pengisian instrumen untuk pelaksanaan pengukuran tahun 2026.
Dalam arahannya, dr. Syamsul Bahar menggarisbawahi pentingnya pengawalan ketat oleh para petugas pendamping IBM di setiap wilayah agar pemenuhan target responden dapat tercapai secara optimal. Target sasaran responden secara nasional meliputi: Agen Pemulihan (AP): 1.881 orang, Klien IBM: 1.612 orang, dan Petugas BNNP/BNNK/Kota: 1.084 orang.
“Seluruh proses pengisian instrumen INTAN IBM melalui tautan (link) spesifik masing-masing wilayah harus diselesaikan dan ditutup selambat-lambatnya pada tanggal 15 Desember 2026,” tegas dr. Syamsul Bahar.
Untuk menjamin validitas dan akurasi data yang diinput oleh Agen Pemulihan dan Klien IBM, pengisian instrumen diinstruksikan agar dilaksanakan bersamaan dengan momentum kegiatan asistensi atau evaluasi IBM di masing-masing wilayah.
Hasil pengisian instrumen INTAN IBM selanjutnya diolah menggunakan pendekatan Principal Component Analysis (PCA) untuk menghasilkan Indeks Layanan Intervensi Berbasis Masyarakat (INSANI). Indeks ini mengukur lima pilar utama dalam penyelenggaraan IBM, yaitu Tata Kelola, yang mencakup manajemen dan akuntabilitas administrasi unit IBM; Kegiatan, yang mengukur realisasi aktivitas Agen Pemulihan di luar layanan pemulihan; Layanan, yang menilai kualitas interaksi dan metode intervensi Agen Pemulihan kepada klien; Pembinaan dan Pendampingan, yang mencerminkan dukungan serta supervisi berkelanjutan dari petugas; serta Kepuasan Klien, yang mengukur tingkat keberhasilan layanan dalam memenuhi kebutuhan pengguna.
Pengukuran ini berprinsip pada evidence-based policy (kebijakan berbasis bukti), sehingga data yang terkumpul bukan sekadar laporan, melainkan landasan objektif untuk menyusun strategi pembinaan dan keberlanjutan program IBM ke depan.
Selain pengisian instrumen INTAN oleh tiga pilar utama tersebut, para petugas pendamping IBM juga diwajibkan menyebarkan Kuesioner Evaluasi Outcome Program IBM kepada minimal 10 orang anggota masyarakat umum (di luar Agen Pemulihan) di desa/kelurahan lokasi binaan. Langkah ini diambil guna memotret secara langsung dampak, persepsi, dan kebermanfaatan layanan IBM di lingkungan masyarakat sekitar.
Melalui Bimtek ini, BNN berharap seluruh petugas di tingkat BNN Provinsi maupun BNN Kabupaten/Kota memiliki pemahaman yang sama mengenai prosedur pengisian daring sehingga proses pengumpulan data hingga publikasi INSANI 2026 yang dijadwalkan pada Januari 2027 dapat berjalan lancar, akurat, dan akuntabel.
#warondrugsforhumanity
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN













