Skip to main content
Berita UtamaBerita SatkerBidang Hukum dan Kerjasama

POLRI DAN BNN PERKUAT KERJA SAMA DENGAN TIONGKOK, UNGKAP 1,2 TON SABU DI ACEH

POLRI DAN BNN PERKUAT KERJA SAMA DENGAN TIONGKOK, UNGKAP 1,2 TON SABU DI ACEH
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Suyudi Ario Seto bersama jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) menerima kunjungan delegasi National Narcotics Control Commission (NNCC) Tiongkok yang dipimpin Lan Weihong, Deputy Secretary General NNCC sekaligus Deputy Director General Narcotics Control Bureau Ministry of Public Security Tiongkok, Rabu (28/10).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama Indonesia dan Tiongkok dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika lintas negara. Kolaborasi Polri, BNN, Bea dan Cukai, bersama NNCC Tiongkok telah mendukung pengungkapan laboratorium gelap narkotika di Provinsi Aceh dengan barang bukti sabu seberat 1,2 ton.

Dalam pengembangan kasus tersebut, otoritas Tiongkok juga menangkap tujuh orang yang terkait dengan jaringan narkotika tersebut. Penindakan ini menunjukkan pentingnya pertukaran informasi intelijen dan koordinasi antarnegara untuk menelusuri jaringan hingga ke pihak-pihak yang terlibat di luar wilayah Indonesia.

Kapolri menegaskan bahwa kerja sama tersebut akan terus ditingkatkan untuk memperkuat keamanan Indonesia dan kawasan Asia. Aparat Indonesia masih mengembangkan penyidikan guna menelusuri pihak-pihak yang diduga mendukung dan mendanai jaringan tersebut.

Baca juga:  Kepala BNN RI Harapkan Jajaran BNNP Jambi Komitmen Dan Inovatif Dalam Upaya P4GN.

“Kami, Pemerintah Indonesia, menyampaikan bahwa Kita sangat serius untuk melakukan upaya pemberantasan narkotika di Indonesia. Dan Kami juga akan senantiasa mendukung pemerintah Tiongkok dalam rangka mengungkap jaringan besarnya,” tuturnya.

Selain kasus di Aceh, aparat juga mengembangkan penanganan kasus di Medan yang melibatkan sebuah kapal tanker. Seorang warga negara Malaysia telah diamankan dan diduga sebagai pemilik kapal tersebut.

Penguatan kerja sama Indonesia dan Tiongkok diharapkan dapat memperluas jangkauan pengungkapan jaringan narkotika internasional, termasuk menelusuri pihak-pihak yang berperan dalam pendanaan, pengiriman, dan distribusi narkotika lintas negara.

BNN terus memperkuat sinergi dengan Polri, Bea dan Cukai, serta mitra internasional untuk memutus rantai peredaran gelap narkotika dan melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.

#warondrugsforhumanity
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel