
Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Direktorat Pascarehabilitasi melaksanakan Rapat Evaluasi Rehabilitasi Berkelanjutan Triwulan III Tahun Anggaran 2026, Senin (5/10). Berlangsung hingga 6 Oktober 2026, kegiatan ini diikuti oleh 223 satuan kerja (satker) bidang rehabilitasi BNN di seluruh Indonesia.
Direktur Pascarehabilitasi Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI, Rose Iptirwulandhani, mengatakan evaluasi dilakukan untuk memperoleh gambaran capaian masing-masing satker sekaligus memverifikasi dan merekonsiliasi data pada Sistem Informasi Rehabilitasi Narkotika (SIRENA).
Lebih lanjut, Direktur Pascarehabilitasi menyampaikan, evaluasi juga dilakukan untuk mengidentifikasi kesenjangan dan kendala dalam pengelolaan data, menyamakan pemahaman terkait definisi operasional dan penghitungan indikator, serta menyusun langkah percepatan pencapaian target Triwulan IV Tahun 2026.
Kegiatan ini diikuti secara luring dan daring oleh jajaran bidang rehabilitasi BNN Provinsi, BNN Kabupaten/Kota, UPT Rehabilitasi, Klinik IPWL BNN, serta pengelola program dan data. Tim konsultan pengembang SIRENA turut terlibat dalam proses verifikasi dan rekonsiliasi data.
Melalui evaluasi tersebut, BNN menargetkan tersusunnya rekapitulasi capaian indikator persentase penyalahguna narkotika yang pulih hingga Triwulan III Tahun 2026, termasuk identifikasi kendala dan rencana tindak lanjut untuk mempercepat pencapaian target Triwulan IV. Hasil evaluasi diharapkan dapat memperkuat akuntabilitas dan kualitas data rehabilitasi berkelanjutan sebagai dasar pengendalian program dan pengambilan keputusan BNN.
#warondrugsforhumanity
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN













