90.046,51 Gram Sabu, 66.889 Butir Ekstasi, dan 15.840 Gram Daun Khat Siap Dibakar Habis

16 April 2019

Pemusnahan barang bukti narkotika kembali digelar Badan Narkotika Nasional (BNN), Selasa (16/4). Pemusnahan ketiga di tahun 2019 yang berlangsung di halaman belakang kantor BNN, Cawang, Jakarta, ini merupakan pemusnahan dari delapan kasus yang diungkap oleh BNN sepanjang bulan Februari sampai dengan Maret. Sejumlah barang bukti yang dimusnahkan diantaranya 90.046,51 gram sabu, 66.889 butir ekstasi, dan 15.840 gram daun kath. Berikut di bawah ini kronologis delapan kasus yang diungkap BNN dari seluruh barang bukti yang dimusnahkan pada hari ini.Kasus pertama Ungkap kasus ini berhasil menyita barang bukti narkotika sebanyak 29.101 butir ekstasi dari seorang tersangka berinisial DD (pria) dan seorang oknum TNI berpangkat Serda berinisial SM. Tersangka ditangkap di depan warung mie Aceh, Jalan Irian Bandar Labuhan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, pada Minggu (17/2), sekitar pukul 10.00 WIB. Selanjutnya dari hasil interogasi yang dilakukan, tim mengamankan Serda SM di Jalan Raya Lintas Sumatera Bandar Labuhan Tanjung Morawa, Deli Serdang, sekitar pukul 11.25 WIB. Kemudian kedua tersangka bersama tim menuju ke peternakan sapi di Desa Sukaraja, Kecamatan Pengajahan, Kabupaten Serdang Bedagai yang diduga sebagai tempat menyembunyikan narkotika. Petugas pun mendapatkan 6 bungkus ekstasi sebanyak 29.101 butir.Kasus kedua Sebanyak 5.250 gram sabu diamankan petugas gabungan BNN bersama dengan Direktorat Bea dan Cukai, pada Selasa (19/2), sekitar pukul 14.00 WIB. Pengungkapan berawal dari adanya informasi penyelundupan narkotika melalui jalur tikus di perbatasan darat antara Indonesia dan Malaysia di Sungai Beruang, Kecamatan Etikong, Kabupaten Sanggau. Petugas gabungan pun menyergap seorang berinisial W dan menemukan 5 bungkus sabu seberat 5.250 gram di dalam sebuah tas yang dibawa tersangka. Berdasarkan keterangan tersangka, petugas kemudian menangkap S alias Pak CU, Y alias Pak Ngah, dan HI alias Ahian, sebagai bagian dari jaringan sindikat narkotika tersebut.Kasus ketiga Kasus ketiga berupa ungkap kasus yang melibatkan seorang tersangka berinisial JD alias Junior dengan barang bukti berupa 16.000 gram daun khat. Petugas BNN melakukan penangkapan terhadap tersangka JD di PT. Amsaja Tour and Travel 15-17 Hotel Kalisma, Jalan KS Tubun, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, setelah mendapatkan informasi dari Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, terhadap sebuah paket yang mencurigakan. Paket tersebut diketahui berasal dari Abebe Schalkegn Lemlem Addis Ababa, Ethiopia. Namun setelah ditangkap dan diinterogasi JD mengaku bahwa paket tersebut merupakan kiriman dari sahabatnya berinisial W di Cina yang dikirimkan dengan meminjam alamat temannya berinisial SB.Kasus keempat Pada hari Jumat (8/3), petugas mengamankan barang bukti berupa 421,32 gram sabu dan 169 butir ekstasi dari tangan tiga orang tersangka, masing-masing berinisial S alias Debora, Pegy, dan TJB. Penangkapan dilakukan petugas terhadap tersangka S alias Debora sesaat setelah menerima 85 butir tablet happy five dari seorang berinisial TJB di depan Salon Blessing, Rusun Boeing 1C, Kemayoran, Jakarta Pusat. Selanjutnya petugas pun melakukan penggeledahan dan kembali menemukan barang bukti berupa sabu dan beberapa butir pil biru. Berdasarkan hasil interogasi petugas kemudian mengamankan Pegy yang telah menyerahkan sabu tersebut kepada Debora. Dalam penangkapan Pegy petugas juga menemukan barang bukti narkotika jenis sabu serta beberapa butir tablet yang diduga sebagai narkotika.Kasus kelima Tiga orang tersangka berinisial DKS alias Ujang, Es alias Denggol, dan M alias Njit alias Kaka, ditangkap petugas gabungan BNN Provinsi DKI Jakarta bersama Polres Metro Jakarta Barat dengan barang bukti 14.699 butir ekstasi. Ketiga pelaku diamankan dari dua lokasi berbeda, tersangka DKS alias Ujang dan ES ditangkap di sekitar tempat pengambilan paket pada hari Jumat (1/3), sementara tersangka M alias Njit alias Kaka diamankan keesokan harinya, yakni pada hari Sabtu (2/3), sekitar pukul 04.00 WIB, di Jalan Nurul Huda, Pal Merah, Jakarta Barat.Kasus keenam Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Kantor Pos Pasar Baru menyerahkan sejumlah barang bukti narkotika berupa 23.100 butir ekstasi kepada BNN Provinsi DKI Jakarta, pada Selasa (19/3). Barang bukti tersebut merupakan paket kiriman asal Jerman dengan nama penerima Bapak Cariman yang beralamat di Mangga Besar, Jakarta Barat.Kasus ketujuh Sebanyak 53.430 gram sabu dari jaringan Thailand - Aceh berhasil diamankan oleh Tim F1QRL Lanal Lhokseumawe Lantamal 1 Koarmada, di perairan Ujong Blang, Lhokseumawe, Nangroe Aceh Darussalam, pada Senin (18/3). Selain barang bukti narkotika diamankan pula empat orang lelaki berinisial IS alias Jamen, HS, MA, dan I. Tim F1QRL Lanal Lhokseumawe Lantamal 1 Koarmada pun selanjutnya menyerahkan barang bukti dan para tersangka kepada BNN guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.Kasus kedelapan Lima orang tersangka diamankan bersama barang bukti 31.126,90 gram sabu, di Jl. Raya Siantar, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Kamis (28/2). Penangkapan bermula dari adanya laporan masyarakat, kemudian petugas pun melakukan penggeledahan terhadap sebuah mobil yang dikendarai dua orang tersangka berinisial DI dan SD. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 3 bungkus plastik warna hitam yang masing-masing plastik berisi 10 bungkus teh Cina berisi sabu. Selanjutnya setelah dilakukan pengembangan, petugas menangkap IH alias Benu, RP alias Rambo, dan AS.Ancaman Hukuman: Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. Dengan melakukan pemusnahan barang bukti ini, setidaknya lebih dari Enam Ratus Ribu anak bangsa terselamatkan dari bahaya penyalahgunaan Narkoba.

BNN Gandeng Bank BCA Kejar Pencucian Uang Hasil Peredaran Gelap Narkotika

5 April 2019

Kejahatan narkotika yang merupakan extraordinary crime ternyata tidak hanya berdiri sendiri. Berdasarkan temuan di lapangan, kejahatan narkotika juga melibatkan pencucian uang lintas negara. Oleh sebab itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) berupaya untuk menanggulangi hal tersebut dengan menggandeng Bank Central Asia (BCA) sebagai salah satu bank besar di Indonesia dan memiliki cakupan yang cukup luas di Asia.BNN dan BCA sepakat untuk bekerja sama dengan menandatangani nota kesepahaman terkait dengan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika (P4GN), Jumat (5/4). Penandatanganan yang berlangsung di Menara BCA tersebut diwakili oleh Heru Winarko selaku Kepala BNN bersama Jahja Setiaatmadja selaku Presiden Direktur dan kuasa dari Vera Eve Lim selaku Direktur mewakili Direksi PT. Bank Central Asia Tbk.Beberapa poin penting yang menjadi ruang lingkup dalam kerja sama ini diantaranya peningkatan peran serta BCA dalam mendukung kegiatan P4GN dengan penyebaran informasi melalui berbagai sarana dan prasarana yang dimiliki BCA, koordinasi terkait data dan informasi tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus tindak pidana narkotika, pembentukan relawan anti narkoba, membantu pembinaan dan peran BCA sebagai penggiat anti narkoba, serta donasi sukarela dalam mendukung kegiatan P4GN. Selain poin-poin tersebut, kedua belah pihak juga sepakat terkait dengan penyediaan dan pemanfaatan produk serta layanan perbankan serta pelaksanaan tes uji narkoba dan berbagai bidang-bidang lain dalam rangka mendukung program P4GN.Kerja sama antara BNN dan BCA dalam bidang P4GN ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Secara lebih luas, kerja sama ini juga diharapkan akan memudahkan langkah BNN dalam mengungkap berbagai tindak kejahatan pencucian uang terkait dengan bisnis peredaran gelap narkotika yang saat ini tidak hanya ada pada lingkup nasional tetapi juga regional bahkan internasional.HUMAS BNN

pengumuman pembatalan kelulusan peserta pengadaan CPNS di lingkungan BNN TA 2018.

26 Maret 2019

terlampir adalah pengumuman dengan perihal pembatalan kelulusan peserta pengadaan CPNS di lingkungan BNN TA 2018.

SATUKAN SUARA, BNN GELAR RAPIMNAS 2019

25 Maret 2019

Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk pertamakalinya menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang dihadiri seluruh pimpinan BNN Provinsi dan BNN Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Tak hanya jajaran pemimpin BNN, Rapimnas ini juga dihadiri kementerian terkait yang memiliki peran dalam pelaksanaan undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.Sesuai dengan temanya, “Melalui Rapimnas BNN RI, Kita Mantapkan Pelaksanaan P4GN guna mewujudkan Generasi Millenial Bersih Narkotika”, materi rapat akan terfokus pada upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang menyasar pada generasi milenial.Diselenggarakannya kegiatan ini didasari oleh masih tingginya angka penyalahgunaan narkotika, meski upaya yang telah dilakukan pemerintah sudah sangat maksimal. Kemunculan Inpres Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) menjadi semangat baru bagi BNN untuk terus membangun sinergitas bersama semua pihak dalam menekan laju angka penyalahgunaan narkoba.Disamping upaya kerjasama, BNN juga harus memadukan seluruh sumber daya yang dimiliki agar dapat berfungsi dan bekerja secara sinergis dan komperhensif. Untuk itu diperlukan kesatuan persepsi baik dibidang penataan organisasi, nilai-nilai dan etika serta kegiatan operasional lapangan maupun membangun budaya dan solidaritas organisasi.Melalui kegiatan ini diharap akan terbentuk keharmonisan dan kesepahaman penyelenggaraan berbagai kebijakan terkait P4GN dari tingkat pusat hingga ke daerah. Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 260 orang ini juga diharap dapat berdampak pada optimalisasi kinerja pemerintah dibidang P4GN.Humas BNN

Pemusnahan Sabu, Ekstasi dan Ganja Sepertiga Juta Anak Bangsa Terhindar Dari Jeratan Narkoba

12 Maret 2019

BNN memusnahkan barang bukti narkotika kedua kalinya dalam tahun ini berupa ganja seberat 1,3 Ton, sabu seberat 18,6 Kg dan ekstasi sebanyak 19.080 butir (Sembilan belas ribu delapan puluh butir). Dengan pemusnahan barang bukti tersebut, lebih dari sepertiga juta anak bangsa terselamatkan dari penyalahgunaan narkoba. Seluruh barang bukti tersebut disita dari beberapa kasus, antara lain : 1. Kasus 1,3 Ton Ganja Lewat Jalur Darat dan UdaraBNN mendapatkan informasi tentang adanya pengiriman ganja ke daerah Bogor. Pada tanggal 30 Januari 2019, petugas berhasil menangkap BS di daerah jalan Loder Baranangsiang, Bogor dengan barang bukti 506 bungkus ganja kering seberat 715 kg. Ganja tersebut ia sembunyikan dalam kompartemen truk yang dimodifikasi. Masih pada hari yang sama, Petugas melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan IM di kawasan Cargo Bandara Soekarno Hatta. Ia diamankan setelah mengambil paket yang berisi ganja seberat 336 kg. Kemudian pada tanggal 31 Januari, petugas berhasil meringkus tersangka lainnya yaitu AS dan AB dengan barang bukti ganja seberat 307 kg, di sebuah rumah di daerah jalan Mandor Tajir, Bojongsari, Depok. Total ganja yang disita dari jaringan ini adalah seberat 1,3 ton. 2. Kasus 3 Ons Sabu Dalam  Charger Aki di BerauPetugas menangkap seorang tersangka berinisial RG di sebuah hotel di jalan Tanjung Redeb, Berau, Kaltim dengan barang bukti sabu seberat 300 gram, pada tanggal 29 Januari 2019. Sabu tersebut disembunyikan dalam kardus blender berisi charger aki yang di dalamnya terdapat sabu. 3. Kasus Sabu 6 kg di SebatikBerdasarkan informasi masyarakat tentang adanya peredaran narkoba di daerah Sei Pancang, Sebatik, Nunukan, Kaltara, petugas BNN melakukan penyelidikan. Pada tanggal 29 Januari 2019, petugas menggeledah sebuah  rumah milik RUS, dan berhasil menyita barang bukti sabu seberat 6,47 Kg. Saat penggeledahan, RUS tidak berada di rumah, sehingga dilakukan pengejaran. Dalam pengembangan kasus ini, petugas berhasil menangkap AG di daerah Sei Pancang, Sebatik. AG diketahui berperan sebagai pengendali RUS. Sementara itu penangkapan RUS berhasil dilakukan pada tanggal 31 Januari 2019 di perkebunan sawit di kawasan Tanjung Karang. 4. Kasus 10,9 Kg Sabu Dalam Truk BNN mengamankan dua sopir truk berinisial AA dan M yang membawa sabu seberat 10,9 Kg dari Aceh menuju Jakarta. Keduanya ditangkap  di area parkir pelabuhan PT Bandar Bakau Jaya, Pelabuhan Bojonegara, Desa Margagiri, Serang Banten, pada 10 Februari 2019. Sabu tersebut disembunyikan di tempat penyimpanan terpal yang berada di atas kepala truk. selanjutnya petugas melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan  ZA yang merupakan napi di Rutan Tanjung Gusta, Medan yang diduga kuat sebagai pengendali jaringan. 5. Kasus 1 Kg Sabu di Parkiran Stasiun Kereta Api SenenSeorang tersangka berinisial AD ditangkap petugas BNN karena membawa sabu seberat 1,027 Kg, di depan CFC area parkir stasiun kereta api Pasar Senen, Jakarta, pada 12 Februari 2019. 6. Kasus 19 Ribu Butir Ekstasi di Lubuk LinggauBNN mengamankan tiga tersangka yaitu HR, S, dan H di Jalan A. Yani, Lubuk Linggau Utara, Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, pada 17 Februari 2019. Ketiganya terlibat dalam peredaran narkoba jenis ekstasi sebanyak 19.100 butir. Ekstasi tersebut dibawa dari Medan menuju Lubuk Linggau melalui jalur darat.  Para pelaku kasus peredaran ganja dikenakan pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 (1), Pasal 111 ayat (2), Pasal 115 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati. Sedangkan terhadap para tersangka  kasus peredaran ekstasi dan sabu, dikenakan pasal 114 ayat (2), Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.