Skip to main content
Berita UtamaBerita Satker

BNN TINGKATKAN KESADARAN KEAMANAN SIBER MELALUI SOSIALISASI SECURITY AWARNESS 2026

BNN TINGKATKAN KESADARAN KEAMANAN SIBER MELALUI SOSIALISASI SECURITY AWARNESS 2026
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

BNN melalui Pusat Penelitian, Data, dan Informasi (Puslitdatin) menyelenggarakan “Sosialisasi Security Awareness 2026” secara virtual, pada Rabu (30/9), dengan tema “Bersama Membangun Budaya Aman, Cerdas, dan Bertanggung Jawab dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi”.

Kegiatan yang diikuti 408 personel BNN ini menghadirkan Ricco Armando dan Achmad Aris Setiawan dari Lawang Sewu Teknologi sebagai narasumber, serta Harvilidi Fitriani dari Puslitdatin BNN sebagai moderator.

Dalam paparannya, Ricco Armando membahas mengenai pentingnya pelindungan data pribadi (PDP) dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari. Pelindungan data menjadi penting karena kebocoran atau penggunaan data yang tidak tepat dapat berdampak terhadap individu, layanan, serta kepercayaan publik.

Ricco menambahkan bahwa penerapan prinsip pelindungan data pribadi perlu dilakukan dalam berbagai aktivitas, mulai dari pengelolaan dokumen, penggunaan aplikasi, hingga komunikasi kerja. Oleh karenanya para personel diharapkan mampu memahami pembagian peran dan kewenangan dalam pemrosesan data serta memastikan akses diberikan sesuai kebutuhan dan tugas masing-masing.

Sementara itu, Achmad Aris Setiawan dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa keamanan siber membutuhkan kewaspadaan dan perilaku aman dari setiap pegawai. Pegawai memiliki peran penting dalam melindungi informasi, sistem, dan layanan digital dari berbagai ancaman.

Baca juga:  Kepala BNN RI - Wakil Menteri Kesehatan Yunani Berbagi Strategi dan Inovasi Tangani Penyalahgunaan Narkotika

Dalam penggunaan perangkat kerja, Achmad mengingatkan untuk menjaga kerahasiaan akun dan data, menggunakan perangkat sesuai kepentingan kedinasan, tidak memasang aplikasi tanpa persetujuan, serta segera melaporkan indikasi insiden keamanan kepada pihak yang berwenang.

Lebih lanjut, penerapan keamanan informasi juga mencakup aktivitas bekerja dari jarak jauh dan penggunaan teknologi kecerdasan artifisial (AI). Pegawai diimbau untuk menggunakan koneksi yang aman, menjaga perangkat tetap diperbarui, serta tidak memasukkan data rahasia, informasi sensitif, dokumen internal, maupun kredensial ke layanan AI publik.

Melalui kegiatan Sosialisasi Security Awareness 2026, BNN mendorong seluruh pegawai untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya keamanan informasi dalam pelaksanaan tugas. Kesadaran dan kehati-hatian dalam penerapan kerja diharapkan dapat memperkuat pelindungan informasi serta mendukung terciptanya lingkungan digital BNN yang aman dan bertanggung jawab.

#warondrugsforhumanity
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel