Seketariat

SEKRETARIAT

Inspektorat
Pemberantasan
Pemberdayaan Masyarakat

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Hukum dan Kerjasama

HUKUM & KERJASAMA

Pusat Penelitian

PUSAT PENELITIAN

BNNP & BNNK

BNNP & BNNK

DATA STATISTIK BNN*

Pilih Tanggal Berdasarkan :



14,116

Total Kasus Narkoba

18,698

Total Tersangka Kasus Narkoba

16,904

Total Pasien Penyalahgunaan

3,095

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

40,285,436

Jumlah Sebaran Informasi

*Sumber data realtime diambil dari dashboard P4GN

TERKINI

Pesan Settama BNN; Gampong Peunayong jadi role model Desa Bersinar di Indonesia
22 Februari 2019

Pesan Settama BNN; Gampong Peunayong jadi role model Desa Bersinar di Indonesia

"BNN selalu bersama masyarakat dan bekerja bersama masyarakat untuk mencegah penyalalahgunaan dan peredaran gelap narkoba" demikian point utama sekretaris utama (Sestama)BNN, Drs. Adhi Prawoto, S.H dalam kunjungan kerja berserta rombongan ke Provinsi Aceh dalam rangka Sosialisasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018 dan meninjau desa bersinar di Gampong peunayong Banda Aceh, Kamis (21/2).Kedatangan Sestama beserta rombongan dari BNN RI disambut oleh Keuchik (Kepala Desa) Peunayong T. Sabri Harun, S.Ag beserta perangkatnya dan Kepala BNNK Banda Aceh Hasnanda Putra, ST, MM, MT, para Muspika, ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) beserta anggota, Satgas Anti Narkoba, Babinsa, Babinkantipmas, perajin handycraft, perwakilan warga, serta seluruh pegawai BNNK Banda Aceh.Gampong peunayong adalah kawasan perkotaan yang didiami warga dari berbagai suku, etnis dan agama dan menjadi icon Banda Aceh Gemilang dalam Kerukunan. Desa ini, merupakan gampong binaan BNNK Banda Aceh bekerjasama Alternatif Developmen Perkotaan melalui Deputi Pemberdayaan BNN RI dengan program Handycraft untuk warga yang telah di latih pada tahun 2018 yang lalu.Dihadapan warga Gampong Peunayong Settama BNN mengatakan, dirinya di tugaskan Kepala BNN RI ke Provinsi Aceh dalam rangka implementasi Inpres Nomor 6 Tahun 2018 dan ia juga mengatakan bangga bisa hadir di gampong Peunayong yang di ajak oleh Kepala BNNP Aceh. "Saya berterimakasih kepada BNNK Banda Aceh yang telah memilih gampong Peunayong untuk menjadi gampong binaan dengan melatih warganya menjadi perajin handycraft" imbuhnya.Dalam kegiatan ramah tamah, keuchik Peunayong menyampaikan, akan mendukung kinerja BNN dan menargetkan untuk gampong peunayong akan menjadi zero narkoba. BNN tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, "Saya berharap gampong Peunayong menjadi role model Desa Bersinar di Indonesia apalagi disini menjadi bukti keberagaman dan toleransi" ungkap Adhi.Sumber: BNNP AcehHumas BNN

Dosen & Guru di OKI siap jadi penggiat Anti narkoba
21 Februari 2019

Dosen & Guru di OKI siap jadi penggiat Anti narkoba

Usai menjalani dua hari bimbingan teknis dari Direktorat Peran Serta Masyarakat BNN, para pendidik yang telah menjadi penggiat anti narkoba mengaku mendapatkan banyak sekali wawasan dan pemahaman tentang persoalan narkoba yang begitu mengancam. Sebagai bentuk tanggung jawabnya, para penggiat anti narkoba yang berasal dari kalangan guru Bimbingan dan Konseling (BK) dan dosen menyatakan kesiapannya mendukung BNN dalam menangkal ancaman narkoba di lingkungan pendidikan di daerahnya.Erguno, seorang guru dari SMKN 2 Kayuagung mengaku mendapatkan banyak wawasan dari sejumlah pemateri. Dengan tambahan wawasan yang ia dapatkan, ia telah merencanakan sejumlah aksi untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba di lingkungan sekolah.“Sosialisasi bahaya narkoba sangat penting untuk disampaikan, dan itu bisa diimplementasikan saat upacara hari Senin,” imbuhnya usai kegiatan penutupan Bimtek Penggiat Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan, di Ogan Komering Ilir, Kamis (21/2)Di samping itu, ia juga akan memperbanyak bahan-bahan informasi termasuk banner di sekolah yang memuat bahaya narkoba. Media ini tidak hanya dipasang di dalam lingkungan sekolah tapi juga di tempat-tempat strategis yang berada di sekitar sekolah.Sementara itu Muzakkar, seorang pengajar dari SMA 3 Kayuagung, mengaku miris dengan fakta permasalahan narkoba yang melanda negeri ini termasuk di daerah Ogan Komering Ilir yang ternyata angka penyalahgunaan narkobanya cukup tinggi.Ketika ditanyakan tentang rencana aksi ke depan, ia mengatakan akan mengintegrasikan materi narkoba ke dalam Rencana Pelaksanaan Pelajaran (RPP), sebagai program pengajaran di kelas, di seluruh mata pelajaran. Selain itu, ia juga melihat bahwa potensi organisasi di sekolah seperti PMR dan PIKR, sangat strategis untuk dilibatkan dalam upaya penanggulangan narkoba di lingkungan sekolah.Penggiat anti narkoba yang dikukuhkan hari ini tidak hanya dari kalangan guru SMP dan SMA, namun ada juga satu-satunya dosen yaitu Sarjon Sabit, dari Universitas Islam OKI. Dari perspektifnya, penanggulangan narkoba di lingkungan kampus harus dimulai dengan konsolidasi dengan semua stakeholder di kampusnya untuk membuat program pencegahan seperti sosialisasi bahaya narkoba pada mahasiswa. Selain itu, ia juga menyebut perlunya dilakukan tes urine sebagai wujud komitmen institusinya untuk bersih dari narkoba.Sebagai bentuk tanggungjawab dan pengabdian pada masyarakat, dalam program KKN, nantinya mahasiswa diminta untuk terjun ke masyarakat, dan mampu memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba.Menanggapi komitmen yang telah disampaikan, Agus Sutanto, selaku Kasubdit Lingkungan Pendidikan di Direktorat Peran Serta Masyarakat BNN menyatakan apresiasinya. Ia berharap agar para penggiat anti narkoba ini betul-betul mampu menyusun rencana aksi P4GN secara nyata, demi membantu memproteksi anak bangsa dari ancaman narkoba.

ESQ; Misi Mulia Penggiat Anti Narkoba
21 Februari 2019

ESQ; Misi Mulia Penggiat Anti Narkoba

Menjadi penggiat anti narkoba adalah langkah mulia, karena merupakan satu bentuk upaya memproteksi anak bangsa dari ancaman kehancuran di masa depan. Karena itulah, diperlukan niatan yang tulus, dan alasan yang kuat untuk menjalani misi mulia tersebut. Seorang motivator dari ESQ, Andri Fallash berpesan agar para penggiat anti narkoba untuk tetap semangat, dan konsisten untuk melakukan aksi nyata menangkal ancaman narkoba terhadap anak didiknya, usai mendapatkan bimbingan teknis dari BNN, melalui Direktorat Peran Serta Masyarakat.“Apa yang Anda bayangkan, jika ada konsisten, terus memberikan nasihat tentang bahaya narkoba, lalu anak didik anda di suatu hari mengatakan terima kasih yang setinggi-tingginya karena telah membuat mereka sukses dan jauh dari narkoba,” ungkap Andri saat memberikan motivasi kepada para guru BK yang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan, di Sumatera Selatan, tepatnya di Kabupaten OKI, Kamis (21/2).Untuk menjadi penggiat anti narkoba yang baik diperlukan sejumlah hal agar bisa menjadi handal. Andri Fallash mengungkapkan, ada tiga hal penting yang menjadi pembeda mana orang yang sukses atau tidak yaitu dalam hal gerak, kata dan fokus. Penggiat anti narkoba yang sukses akan tampak dari bagaimana dia bertindak, berkomunikasi dan fokus pada cita-cita atau targetnya.Para penggiat anti narkoba yang baik, akan senantiasa berindak dengan penuh keramahan sehingga bisa diterima semua kalangan, lalu senantiasa menyampaikan hal positif, dan teguh pada fokus targetnya.“Diharapkan, para penggiat anti narkoba memiliki target paling tidak agar anak didik di sekolahnya tidak mencoba narkoba,” ungkap AndriKesemua hal positif itu merupakan karakter yang harus dimiliki oleh semua penggiat anti narkoba. Menurutnya, pembangunan karakter yang benar akan sejalan dengan prestasi atau pencapaian seseorang. Karakter yang kuat akan tampak pada bagaimana dia menunjukkan attitude. Hal ini terbukti dengan banyaknya orang yang sukses bukan karena seberapa tinggi IQ-nya, akan tetapi dengan attitude atau sikap seseorang dalam menjalankan tugas dan fungsi dalam hidupnya.Kepada para penggiat anti narkoba, Andri juga menitipkan pesan agar para penggiat anti narkoba di kalangan tenaga pendidik menggarisbawahi pentingnya value atau nilai-nilai yang harus diinternalisasi, kemudian dilatih agar menjadi kebiasaan atau karakter. Kemudian hal ini dikuatkan dengan adanya regulasi yang jelas atau di lingkungan yang ditegakkan dengan didukung oleh sebuah leadership yang bisa memberikan role model yang kuat.Selain pembekalan motivasi, para penggiat anti narkoba juga mendapatkan berbagai tips dalam hal public speaking. Andriko Okta Pratama, seorang pakar public speaking mengatakan agar para penggiat anti narkoba tidak lelah untuk terus belajar dan belajar dalam konteks bicara di depan audiensnya.Salah satu tips yang ia bagikan adalah pentingnya melakukan visualisasi setiap akan melakukan presentasi atau penyuluhan bahaya narkoba. Para penggiat narkoba yang akan menyuluh, diajak dalam sebuah simulasi, untuk membayangkan dalam alam pikirannya, dari mulai masuk ke dalam gedung atau tempat kegiatan, lalu menyampaikan materi hingga pada akhirnya mendapatkan apreasiasi dari orang-orang yang melihatnya.

Pemprov Kaltim berkomitmen tingkatkan Anggaran Pencegahan narkoba.
21 Februari 2019

Pemprov Kaltim berkomitmen tingkatkan Anggaran Pencegahan narkoba.

"Narkoba merusak fisik dan psikis, oleh karena itu masyarakat harus memiliki pemahaman dan ketahanan agar bisa menangkal ancaman narkoba" ungkap Kepala BNN, Drs. Heru Winarko saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (21/02).kunjungan kerja yang rencananya akan dilaksanakan selama dua hari tersebut diawali dengan kegiatan tatap muka bersama Forum komunikasi pimpinan daerah (Forompinda) Provinsi Kalimantan Timur beserta komponen masyarakat di Gedung Lamin Etam, Samarinda.Hadir dalam Forkompinda bersama Kepala BNN RI, Wakil Gubernur Kaltim H. Hadi Mulyadi, Deputi Dayamas Dunan Ismail, Wakapolda Kaltim, Kepala BNNP Kaltim, Ka. BINDA, Ka Kanwil Kemenkumhan beserta pejabat lainnya perwakilan Kabupaten/Kota di Provinsi Kaltim. H. Hadi Mulyadi dalam sambutannya menyampaikan Provinsi Kalimantan Timur siap mendukung program P4GN dan Tahun 2019 ini kami telah berkomitmen menganggarakan pelaksanaan tes urin kepada ASN Provinsi Kaltim. Sementara Kepala BNN, Heru Winarko menyampaikan pentingnya sinergitas dalam menangani permasalahan narkoba.Saat di wawancarai oleh berbagai media Heru Winarko memberikan atensi khusus pada wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain. Dengan kondisi geografis Indonesia, banyak celah yang bisa dimanfaatkan bandar narkoba. Oleh karena itulah masyarakat dan aparat yang bertugas di perbatasan diharapkan bisa merapatkan barisan guna melawan peredaran narkoba.Dalam kegiatan tersebut turut serta dilaksanakan MoU Bidang P4GN antara BNNP Kaltim dengan Universitas Mulawarman dan Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID), serta simbolis penyerahan mobil operasional dari Pemprov Kaltim kepada BNNP Kaltim yang disaksikan oleh Kepala BNN RI dan Wakil Gubernur Kaltim.

Bina Karakter Siswa Lawan Narkoba
21 Februari 2019

Bina Karakter Siswa Lawan Narkoba

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menangkal ancaman narkoba di lingkungan pendidikan. Seperti diuraikan oleh Kabid Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan Ogan Komering Ilir , Dedi Rusdianto, bahwa langkah pencegahan yang utama salah satunya dengan pemantapan pendidikan karakter dan budaya di lingkungan sekolah.Menurutnya, pendidikan karakter yang kuat ditambah dengan nilai-nilai keagamaan bisa menjadi salah satu cara menguatkan mental siswa dalam menghadapi berbagai macam persoalan. Namun, hal itu juga harus ditunjang dengan sebuah kultur pendidikan yang kondusif. Artinya, kultur sekolah dibangun sebagai taman yang nyaman dan menyenangkan di mana komunikasi antara guru dan siswanya berjalan dengan efektif.“Ketika lingkungan sudah dianggap nyaman layaknya tempat wisata, maka siswa lupa terhadap hal negatif, sehingga mereka lebih terfokus untuk melakukan hal-hal positif dan kreatif,” imbuh Dedi di hadapan para Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dari SMP dan SMA di OKI, yang sedang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan, Rabu (20/2).Point penting lainnya yang ingin disampaikan Dedi adalah tentang betapa perlunya upaya monitoring dan evaluasi oleh guru terhadap siswanya.“Guru harus mencatat atau mendeteksi segala permasalahan dan penyimpangan perilaku siswanya. Selanjutnya, setiap dua minggu atau sebulan sekali, masalah-masalah penyimpangan itu dibahas bersama untuk dicarikan solusinya,” papar Dedi dalam kegiatan Bimtek yang diselenggarakan oleh Direktorat Peran Serta Masyarakat BNN.Sebagai langkah antisipasi di sekolah, Dedi juga mengingatkan agar sekolah proaktif bekerja sama dengan BNNK OKI. Di setiap masa-masa orientasi tahun ajaran baru, seyogyanya, sosialisasi bahaya narkoba dan juga tes urine dilakukan guna menangkal ancaman narkoba sedini mungkin.Menyambung langkah ini, Kepala BNN Kabupaten OKI, H. Ahmad S.Sos , M.M mengungkapkan, jika nantinya di sekolah ada yang terkena narkoba, maka segeralah melaporkan ke BNNK agar nantinya dibina dan diberikan layanan rehabilitasi.

LIHAT SEMUA >>

TERPOPULER

Berita Rehabilitasi di Blow Up itu Pahala Besar
13 November 2013

Berita Rehabilitasi di Blow Up itu Pahala Besar

Menuliskan berita terkait rehabilitasi dinilai sebagai pahala yang besar bagi kaum jurnalis. Karena hal ini menjadi salah satu bentuk partisipasi nyata kaum jurnalis dalam membantu menyelamatkan anak bangsa dari jerat narkoba untuk menuju pemulihan. Demikian disampaikan wartawan senior, Gardi Gazarin, saat menghadiri diskusi tentang Sinergisitas Media dan Badan Narkotika Nasional Dalam Upaya Penanganan Pecandu di Masyarakat, di kantor Kelurahan Gelora, Jakarta yang digelar Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat BNN, Rabu (13/11). Tidak dapat dipungkiri bahwa informasi rehabilitasi belum terakses secara maksimal oleh masyarakat. Di sinilah peran serta media untuk membantu memberikan informasi yang luas tentang pentingnya rehabilitasi dalam memulihkan penyalah guna narkoba. Gardi menambahkan, pemberitaan tentang rehabilitasi penting karena faktanya angka penyalah guna narkoba itu sudah mencapai angka empat juta orang. Jika seluruh media di Indonesia yang jumlahnya sudah ribuan ini dapat menyampaikan informasi penting tentang rehabilitasi maka akan banyak orang yang membaca lalu memahami sehingga kemungkinan bisa berbuat nyata dalam mendorong para penyalah guna narkoba untuk menjalani rehabilitasi, kata Gardi. Gardi juga mengungkapkan, saat ini banyak lembaga rehabilitasi milik masyarakat yang ada di Indonesia. Agar program atau kegiatan rehabilitasi ini dapat dipahami masyarakat luas, ia menyarankan agar lembaga rehabilitasi ini lebih proaktif menjalin komunikasi dengan media sehingga kegiatan yang digelar oleh lembaga rehabiitasi ini dapat terpublikasikan. Kegiatannya bisa berupa diskusi seperti ini, dengan catatan susunlah judul acara yang menggoda sehingga menstimulasi wartawan untuk menuliskan isu-isu terkait rehabilitasi secara menarik, ujar wartawan yang sudah malang melintang dalam penulisan narkoba ini. Menyambung pentingnya isu rehabilitasi ini untuk di-blow up, Kepala Bagian Humas BNN, Sumirat Dwiyanto mengungkapkan bahwa fakta di lapangan masih banyak orang yang lebih senang ketika ada penyalah guna narkoba yang dihukum pidana. Padahal penyalah guna idealnya ditangani dengan cara rehabilitasi, dalam kerangka konsep dekriminalisasi dan depenalisasi. Dalam kerangka dekriminalisasi, pecandu bisa bisa ditempatkan di tempat rehabilitasi sejak masa penyidikan, dan hakim bisa memvonis rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba. Sementara itu, dalam konteks depenalisasi, pecandu sebenarnya bisa melaporkan dirinya pada Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) dan dijamin tidak akan ditangkap. Karena itulah media diharapkan media dapat berperan dalam membantu menyosialisasikan tentang konsep dekriminalisasi dan depenalisasi ini, sehingga penanganan penyalah guna narkoba dapat tertangani, ungkap Sumirat. Perihal pemberitaan tentang rehabilitasi, Priyono, seorang wartawan Majalah Progresif setuju bahwa isu ini juga menarik di samping berita penangkapan kasus. Tindakan nyata atau kepedulian tokoh masyarakat kecil pada korban penyalahguna narkoba juga dalam konteks rehabilitasi menjadi hal yang bisa digali lebih mendalam. Tidak perlu tokoh besar yang bisa kita angkat, karena masyarakat kecil sekalipun yang punya kepedulian dalam menolong korban narkoba ini bisa dijadikan sumber pemberitaan yang menarik, ungkap Priyono. Menyoal bagaimana peran media dalam mendukung gerakan rehabilitasi, Rizki seorang recovering addict yang sudah menjadi redaktur di salah satu televisi mengungkapkan aspirasinya agar perusahaan media lebih terbuka untuk memberdayakan para mantan pecandu narkoba untuk berkarya dalam dunia jurnalistik, karena ia yakin betul banyak mantan penyalah guna narkoba itu yang memiliki potensi dan kapasitas yang baik untuk kembali produktif. Deputi Rehabilitasi BNN, dr Kusman Suriakusumah bahkan sempat menantang salah satu media untuk membantu menolong korban narkoba dengan cara melibatkan para penyalah guna narkoba itu dalam proses kreativitas di dunia media. Banyak penyalah guna narkoba itu yang menyatakan keinginannya untuk berkarya di industri media, karena itulah ini perlu kita akomodir, jadi kami himbau media agar lebih peduli dengan hal ini, pungkas Deputi Rehabilitasi BNN

534 PELAMAR IKUT TES LANJUTAN CPNS BNN
12 Desember 2018

534 PELAMAR IKUT TES LANJUTAN CPNS BNN

Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Biro Kepegawaian, Sekretariat Utama BNN melakukan rangkaian tes lanjutan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil Badan Narkotika Nasional(CPNS) 2018 di Eksekutif Clup Persada Halim Perdana Kusuma, Rabu, (12/12) Jakarta Timur.Kegiatan tes melingkupi, Wawancara, keterampilan kerja dalam melatih K-9 serta pemeriksaan Kesehatan. Kepada 534 Pelamar CPNS yang telah lulus dalam seleksi Tes dasar atau CAT yang lalu, akan mengikuti tes kemampuan selama 3 hari mulai dari tanggal 12-14 Desember 2018.Biro Kepegawaian Settama BNN Drs. Bambang Hastobroto Sudarmono M.Si mengatakan "kami akan memilih kurang lebih 220 pelamar yang terbaik yang telah memiliki standar dengan sistem terpusat. Hasil seleksi akan di laporkan ke Kementerian Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi RI. Untuk itu dalam rekrumen CPNS BNN sangat Transparansi mulai dari awal seleksi administrasi sampai saat ini seleksi wawancara pun kita diawasi oleh tim pengawas inspektorat". Ungkap karopeg.Ditempat yang sama, Irtama BNN Drs. Wahyu adi M.Si mengungkapkan menjamin Rekrutmen CPNS BNN TA. 2018 sangat transparan karena di bantu pengawasannya dari Badan Kepegawaian Negara dengan sistem CAT dan Kemenpan RB yang mengumumkan hasil kelulusan para Pelamar.Pengumuman Hasil dari Seleksi CPNS oleh BNN maupun Kementerian/ Lembaga, Kempan RB akan disampaikan secara nasional bersama kementerian / lembaga lainnya serempak oleh Kemenpan RB.Bagi pelamar CPNS BNN yang telah dinyatakan lulus dari Kemenpan RB, akan di tempatkan sesuai formasi yang mereka lamar di daerah masing-masing.

Rehabilitas dan Penindakan Hukum Harus Menjadi Panglima
17 Juli 2013

Rehabilitas dan Penindakan Hukum Harus Menjadi Panglima

Rabu, 17 Juli 2013, JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) terus berusaha melebarkan sayapnya dengan menggandeng berbagai instansi lintas sektoral untuk bersama-sama perang melawan penyalahgunaan narkoba demi mewujudkan Indonesia Negeri Bebas Narkoba, Indonesia saat ini menghadapi permasalahan narkoba yang sangat serius, sekitar 4 juta korban penyalah guna Narkoba tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dan hanya sedikit yang mendapat layanan terapi dan rehabilitasi yaitu sekitar 18.000 atau 0,47%. Kondisi seperti ini sangat memprihatinkan karena sebagian besar belum dapat terlayani dan dikhawatirkan terus mengkonsumsi Narkoba, kata Kepala BNN, Drs. Anang Iskandar, SH.MH, dalam sambutannya pada penandatanganan MoU antara BNN dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), di Gedung BPKP, Selasa (16/7). Selanjutnya Anang Iskandar menjelaskan, masyarakat selama ini lebih memilih mempidanakan pecandu, penyalah guna dan korban penyalahgunaan Narkoba dibanding dengan merehabilitasinya. Hal ini tidak memecahkan masalah dalam penanganan Narkoba saat ini, Oleh karena itu, Rehabilitasi dan Penindakan hukum harus menjadi panglima bersama dalam mewujudkan Indonesia Negeri Bebas Narkoba, tandasnya.Menurut Anang Iskandar, narkoba saat ini sudah berkembang lebih jauh, ada 21 macam Narkoba jenis baru yang ditemukan di laboratorium BNN, yang di create oleh sindikat Narkoba yang didukung oleh tenaga ahli farmasi, bahkan di dunia ditemukan sebanyak 251 Nakoba jenis baru, dimana Narkoba jenis baru ini sengaja dibuat untuk menghindari jerat hukum yang diatur oleh Undang-Undang masing-masing negara, Ini harus mendapat perhatian yang serius dari semua pihak untuk melakukan langkah-langkah proaktif dan antisipatif. Oleh karena itu kita tidak bisa perang melawan Narkoba sendirian, maka kita secara terus menerus melibatkan dan mendorong masyarakat baik secara individu, maupun kelompok, Instansi Tingkat Pusat maupun di daerah melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba, ujarnya.Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika telah mengamanatkan kepada pemerintah untuk memberikan layanan rehabilitasi kepada pecandu, penyalahguna dan korban penyalahgunaan Narkoba. Untuk mendukung program rehabilitasi tersebut perlu kesadaran dari para pecandu, penyalah guna dan korban penyalahgunaan Narkoba serta para orang tua untuk melaporkan anaknya yang pecandu Narkoba, penyalah guna atau korban penyalahgunaan Narkoba kepada Institusi Penerima Wajib Lapor yang berada di Puskesmas, Rumah Sakit Pemerintah yang tersebar di 33 provinsi, dan poliklinik BNN, Para pecandu, penyalah guna dan korban penyalahgunaan narkoba tersebut akan memperoleh layanan rehabilitasi dan mereka tidak akan dikenakan proses hukum pidana, dan bahkan BNN telah menyediakan pelayanan rehabilitasi secara cuma-cuma, paparnya.Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan suatu wujud nyata kebulatan tekad dan komitmen bersama dalam perang melawan Narkoba secara bersama-sama dalam mewujudkan Indonesia Negeri Bebas Narkoba. (pas)

BNN HARAP CPNS JAGA NAMA BAIK INSTANSI
15 Januari 2019

BNN HARAP CPNS JAGA NAMA BAIK INSTANSI

Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Biro Kepegawaian Settama BNN mengumumkan hasil rekrutmen CPNS BNN tahun 2018 pada laman situs resmi milik BNN, 03 Januari 2019. Tercatat sebanyak 220 pelamar CPNS dinyatakan lulus dan mengikuti proses pemberkasan yang pada 14-15 Januari 2019 dikantor di BNN.Dalam kesempatan tersebut Sekretaris Utama BNN, Adhi Prawoto, hadir dan memberikan arahan serta mengucapkan selamat kepada para CPNS BNN tahun 2018.“Selamat kepada rekan-rekan yang telah lulus dalam proses rekrutmen CPNS BNN tahun 2018. Saya menegaskan kepada saudara bahwa dalam rekrutmen ini murni atas usaha kalian, tidak ada sogok menyogok, titipan dan sebagainya, bila ada laporkan ke saya, pasti akan di tindak", ujar Adhi Pemberkasan CPNS ini bertujuan untuk melengkapi administrasi yang kurang sebagai syarat untuk lampiran ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mendapatkan Nomor Induk Pegawai (N.I.P) sebagai legalitas dan tercatat menjadi CPNS BNN. Selain itu pemberkasan ini bertujuan untuk penempatan para CPNS ke BNN, BNNP, BNNK/Kota seluruh Indonesia sesuai dengan berkas awal mereka melamar sebagai CPNS BNN.Pihak BNN berharap kepada CPNS yang telah di tempatkan di BNN,BNNP, BNNK/Kota agar menjaga nama baik Institusi BNN, segera menyesuaikan di tempat kerja, mempelajari tugas pokok P4GN yang sesuai dengan SOP yang telah dibuat. Jaga kesehatan dan jangan sampai ada menyalahgunakan dan ikut dalam jaringan bandar narkoba karena itu telah mencederai Institusi kita.

Sestama BNN Lakukan Rapat Jarak Jauh Perdana dengan 34 BNN Provinsi
15 Januari 2019

Sestama BNN Lakukan Rapat Jarak Jauh Perdana dengan 34 BNN Provinsi

Perkembangan kecanggihan teknologi informasi komunikasi (TIK) memaksa semua pihak untuk beradaptasi dan tak terkecuali bagi birokrasi. Kemajuan TIK saat ini dimanfaatkan oleh berbagai instansi pemerintah dalam menigkatkan pelayanan publik dan peningkatan kinerja instansi untuk lebih optimal, efektif, dan efisien.Sebagai salah satu lembaga pemerintah, BNN pun turut memanfaatkan kecanggihan TIK dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya. Pemanfaatan TIK oleh BNN salah satunya dilakukan dengan mengadakan rapat melalui video conference bersama antara BNN pusat dan 34 BNN Provinsi se-Indonesia, Selasa (15/1).Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Utama BNN dan didampingi oleh para deputi tersebut dilakukan dalam rangka koordinasi terkait implementasi Inpres nomor 6 tahun 2018 tentang rencana aksi nasional P4GN di setiap daerah. Dalam rapat tersebut Sestama BNN, Drs. Adhi Prawoto, S.H. menyampaikan beberapa hal penting yang perlu untuk dilakukan oleh BNN Provinsi dalam pelaksanaan Inpres tersebut. Salah satu yang menjadi pembahasan dalam rapat yaitu pentingnya kerja sama dengan lembaga atau instansi terkait di daerah."Seluruh BNN Provinsi harus bekerja sama dengan Pemprov dan instansi-instansi terkait lainnya di daerah dalam pelaksanaan Inpres nomor 6 tahun 2018," ungkap Adhi.Selain pengimplementasian Inpres nomor 6 tersebut di daerah, rapat juga membahas berbagai hal dalam kaitannya dengan internal BNN. Namun, rapat video conference perdana tersebut terkendala karena permasalahan teknis pada jaringan. Meskipun demikian, kemajuan ini diharapkan menjadi langkah baru BNN dalam mengahdirkan kinerja BNN yang lebih efektif dan efisien

LIHAT SEMUA >>

TERKINI

Mati Suri Rehabilitasi Adiksi
15 Februari 2019

Mati Suri Rehabilitasi Adiksi

Muhammad Hatta Dokter Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar Penyalahgunaan narkotik telah mencapai titik nadir di Indonesia. Laporan akhir tahun Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan terdapat 914 kasus yang telah diungkap dengan 1.355 tersangka sepanjang 2018. A

Pertolongan Pertama untuk Orang Sakau Narkoba Jenis Shabu
8 Januari 2019

Pertolongan Pertama untuk Orang Sakau Narkoba Jenis Shabu

Tahukah Anda bagaimana cara melakukan pertolongan pertama ketika orang mengalami sakau karena sabu-sabu atau narkoba? Tak banyak orang yang tahu bagaimana melakukannya. Padahal cara ini begitu penting diketahui.Sebab, pengguna

Daftar Tempat Rehabilitasi Narkoba di Indonesia
8 Januari 2019

Daftar Tempat Rehabilitasi Narkoba di Indonesia

Punya teman atau kerabat yang kecanduan narkoba? Sudah waktunya Anda mengajak teman atau kerabat tersebut ke tempat rehabilitasi narkoba. Jangan sampai terlambat, jika Anda tidak ingin teman atau kerabat yang kecanduan narkoba tersebut jadi sulit disembuhkan atau lebih parah lagi, bisa meninggal.

4 Langkah Cara Mengatasi Kecanduan Narkoba
7 Januari 2019

4 Langkah Cara Mengatasi Kecanduan Narkoba

Narkoba atau narkotika dan obat-obatan berbahaya menjadi salah satu zat yang bisa memberikan efek kecanduan pada pemakainya. Cara mengatasi kecanduan narkoba jadi semakin sulit bila pemakainya sudah menggunakan zat berbahaya tersebut dalam dosis yang tinggi dan setiap hari.Mulanya, sebagian besa

Pengertian Narkoba Dan Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan
7 Januari 2019

Pengertian Narkoba Dan Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan

Saat ini bahaya dan dampak narkoba atau narkotika dan obat-obatan pada kehidupan dan kesehatan pecandu dan keluarganya semakin meresahkan.Bagai dua sisi mata uang narkoba menjadi zat yang bisa memberikan manfaat dan juga merusak kesehatan. Seperti yang sudah diketahui, ada beberapa jenis obat-ob

LIHAT SEMUA >>

TERPOPULER

Dampak Langsung Dan Tidak Langsung Penyalahgunaan Narkoba
20 Maret 2014

Dampak Langsung Dan Tidak Langsung Penyalahgunaan Narkoba

Narkotika dan obat terlarang serta zat adiktif / psikotropika dapat menyebabkan efek dan dampak negatif bagi pemakainya. Danmpak yang negatif itu sudah pasti merugikan dan sangat buruk efeknya bagi kesehatan mental dan fisik.Meskipun demikian terkadang beberapa jenis obat masih dipakai dalam dunia k

4 Langkah Cara Mengatasi Kecanduan Narkoba
7 Januari 2019

4 Langkah Cara Mengatasi Kecanduan Narkoba

Narkoba atau narkotika dan obat-obatan berbahaya menjadi salah satu zat yang bisa memberikan efek kecanduan pada pemakainya. Cara mengatasi kecanduan narkoba jadi semakin sulit bila pemakainya sudah menggunakan zat berbahaya tersebut dalam dosis yang tinggi dan setiap hari.Mulanya, sebagian besa

Pengertian Narkoba Dan Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan
7 Januari 2019

Pengertian Narkoba Dan Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan

Saat ini bahaya dan dampak narkoba atau narkotika dan obat-obatan pada kehidupan dan kesehatan pecandu dan keluarganya semakin meresahkan.Bagai dua sisi mata uang narkoba menjadi zat yang bisa memberikan manfaat dan juga merusak kesehatan. Seperti yang sudah diketahui, ada beberapa jenis obat-ob

Apa itu Psikotropika dan Bahayanya?
2 Januari 2019

Apa itu Psikotropika dan Bahayanya?

Penggunaan obat-obatan berbahaya saat ini mulai disalahartikan. Beberapa jenis zat yang mampu merangsang syaraf pusat justru sering dipakai secara sembarangan tanpa resep yang tepat. Efek halusinasi dan juga ketenangan yang diberikan obat tersebut disalahgunakan sebagai zat untuk menghilangkan depre

Manfaat dan Bahaya Pil Dextro | Rawan disalahgunakan
5 Juli 2013

Manfaat dan Bahaya Pil Dextro | Rawan disalahgunakan

Obat ini banyak disalahgunakan dan dikonsumsi remaja untuk mabuk. Kasus mengkonsumsi obat dosis tinggi jenis Dextro untuk mabuk sudah merambah di daerah ini, sehingga perlu menjadi perhatian semua pihak termasuk pemilik apotek. Hal itu dinyatakan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Mukomuko, Rusma Asw

LIHAT SEMUA >>

TERKINI

BNN dan ESDM Semangat Bangun Birokrasi Bebas Narkoba
20 Februari 2019

BNN dan ESDM Semangat Bangun Birokrasi Bebas Narkoba

Menyadari pentingnya membangun sistem dan partisipasi semua elemen bangsa, Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali bangun kerja sama. Hari ini, Selasa 19 Februari 2018, BNN dan Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) sepakat bekerjasama yang dikukuhkan dengan penandatanganan nota kesepahaman di kantor Kementerian ESDM, Jakarta. Penandatanganan nota kesepahaman terkait program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) ini diwakili oleh Heru Winarko selaku kepala BNN dan Ignasius Jonan selaku menteri ESDM.Kerja sama kedua lembaga meliputi penyebarluasan informasi, pertukaran data dan informasi, pemanfaatan sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta berbagai kegiatan yang telah disepakati oleh keduanya. Selain itu, kerja sama juga melingkupi deteksi dini atas penyalahgunaan narkotika di lingkungan Kementerian ESDM dan peningkatan peran serta sebagai relawan dan penggiat anti-narkoba serta agen pemulihan.Penandatanganan nota kesepahaman antara BNN dan Kementerian ESDM ini dilaksanakan guna menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018 tentang rencana aksi nasional pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika tahun 2018 – 2019. Berangkat dari Inpres tersebut pula sebanyak 33 orang personel selanjutnya akan menjadi penggiat anti-narkoba di lingkungan Kementerian ESDM.BNN dan Kementerian ESDM telah berkomitmen untuk membangun birokrasi yang bebas dari penyalahgunaan narkoba. Oleh karenanya, Kementerian ESDM sepakat untuk terus konsisten dalam menyelenggarakan tes urine baik bagi PNS maupun CPNS di lingkunganya dan melakukan sosialisasi dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Melalui kerja sama ini BNN berharap dapat membangun birokrasi yang bersih dan sehat bebas dari penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintahan, khususnya di Kementerian ESDM. Dengan demikian para aparatur negara diharapkan dapat bekerja secara optimal dalam menjalankan tugasnya.

CEGAH NARKOBA MELALUI SENI PEWAYANGAN
19 Februari 2019

CEGAH NARKOBA MELALUI SENI PEWAYANGAN

Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan sinergitas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dengan Sekertariat Nasional Pewayangan Indonesia (Sena Wangi). Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Kepala BNN, Heru Winarko dan Ketua Umum Sena Wangi, Suparmin Sunjoyo di Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Selasa (19/2).Dilakukannya penandatanganan nota kesepahaman ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba melalui aktivitas seni perwayangan. Ditengah ancaman penyalahgunaan narkoba yang begitu masif, dirasa perlu bagi BNN untuk melakukan sinergitas dengan berbagai komponen masyarakat, termasuk kelompok pecinta dan pelakon seni perwayangan.Narkoba menjalar keberbagai aspek kehidupan. Hal tersebut yang juga di lakukan oleh BNN, mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba ke berbagai aspek kehidupan, termasuk budaya dan kesenian. Sena Wangi merupakan lembaga masyarakat mandiri yang berusaha mengembangkan dan melestarikan seni pewayangan sebagai salah satu pilar kebudayaan Indonesia.Melalui kerjasama ini, BNN berharap para pelakon seni pewayangan dapat menyisipkan berbagai informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat melalui berbagai pertunjukan pewayangan. Bersama BNN, Sena Wangi sepakat untuk bersinergi dan membentuk relawan anti narkoba di kalangan para pecinta dan pelakon seni pewayangan. Hal lain yang disepakati adalah pembinaan dan peningkatan peran serta Sena Wangi sebagai penggiat anti Narkoba dan pelaksanaan tes uji narkoba.Sebagai bentuk kongkrit dari nota kesempatan ini, dilakukan panandatanganan kerjasama antara Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN, Dunan Ismail Isja, dengan Ketua Umum Persatuan Pendalangan Indonesia (PEPADI), Kondang Sutrisno. Kerjsama ini merupakan landasan bagi kedua pihak untuk dapat melakukan tindak lanjut berbagai program dan kegiatan penanganan permasalahan narkoba sesuai dengan ruang lingkup yang telah disepakati bersama.Humas BNN

“Anti Narkoba” budaya baru Indonesia
13 Februari 2019

“Anti Narkoba” budaya baru Indonesia

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Heru Winarko, diagendakan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Selatan pada hari Rabu dan Kamis13-14 Februari 2019. Kehadirannya kali ini dalam rangka meresmikan beberapa desa dan kelurahan yang didaulat sebagai desa bersih narkoba.Desa Bersih Narkoba merupakan salah satu program unggulan BNN dengan tujuan mengajak seluruh kepala desa dan pemerintah provinsi untuk berkomitmen dalam melaksanakan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di wilayahnya masing-masing.Dengan harapan, wilayah yang didaulat sebagai Desa Bersih Narkoba memiliki masyarakat yang tangkal terhadap penyalahgunaan narkoba yang nantinya akan berdampak kepada turunnya jumlah pecandu. Dalam kesempatan tersebut, BNN akan mengajak dan memberdayakan masyarakat untuk lebih berperan aktif dalam perang melawan narkoba dan mampu mempersempit ruang gerak sindikat narkoba.Kepala BNN juga dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Universitas Lambung Mangkurat untuk memberikan kuliah umum P4GN. Kehadiran Kepala BNN ke Universitas Lambung Mangkurat membawa misi anti penyalahgunaan narkoba dikalangan generasi muda Kalimantan Selatan. Misi ini diharap dapat membangkitkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba dan menularkannya ke lingkungan sekitar sebagai budaya baru dikalangan generasi muda Indonesia.Humas BNN

BNN, Ditjen Bea Cukai, Kemenkumham Gagalkan Penyelundupan 73 Kg Shabu dan 10.000 Butir Ekstasi di Perairan Aceh Utara
1 Februari 2019

BNN, Ditjen Bea Cukai, Kemenkumham Gagalkan Penyelundupan 73 Kg Shabu dan 10.000 Butir Ekstasi di Perairan Aceh Utara

Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai, TNI AL, dan Kementerian Hukum dan Ham berhasil gagalkan penyelundupan narkotika jenis shabu seberat + 73,949 Kg dan 10.000 butir ekstasi. Penggagalan penyelundupan narkotika yang dilakukan oleh sindikat internasional tersebut terjadi pada hari Kamis, 10 Januari 2019 di perariran Aceh Utara.            Sebanyak empat (4) orang tersangka diamankan oleh petugas gabungan. Keempat tersangka tersebut berinisial SB alias Pun (pria/29th), MZU (pria/28th), MZA (pria/22th), dan ME (wanita/30th). Selain keempat tersangka tersebut, petugas juga mengamankan seorang narapidana dari Lapas Tanjung Gusta, Medan atas nama Ramli Bin Arbi alias Bang Li (pria/55th) yang berperan sebagai pengendali dan pemesan barang ke Malaysia. Barang bukti narkotika dan tersangka SB, MZU, dan MZA diamankan petugas di perairan Aceh saat mengambil Shabu dan ekstasi dari Thailand dengan menggunakan kapal boat milik seorang berinisial JAL yang hingga saat ini masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Selanjutnya tersangka ME yang merupakan istri dari MZU turut ditangkap pada hari Jumat, 18 Januari 2019 karena meminta suaminya untuk berangkat ke laut untuk mengambil barang bukti narkotika tersebut.     Para tersangka kini dikenakan pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomer 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati. 

BNN Gagalkan Penyelundupan 25 Kg Shabu dari Jaringan Malaysia – Aceh
1 Februari 2019

BNN Gagalkan Penyelundupan 25 Kg Shabu dari Jaringan Malaysia – Aceh

Peredaran gelap narkotika oleh sindikat internasional Malaysia – Bireun – Aceh Utara kembali digagalkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), Sabtu (19/1). Seorang tersangka berinisial S alias PAN (pria/40th) diamankan petugas dengan barang bukti 24 bungkus shabu seberat + 25,852 kg.Tersangka S alias PAN ditangkap di Pasar Geruegok, Kabupaten Bireun, Aceh pada hari Sabtu, 19 Januari  2019 karena kedapatan membawa 8 bungkus narkotika jenis shabu seberat + 8,630 kg yang disimpan di dalam sebuah mobil pick up berwarna hitam. Setelah menangkap S alias PAN, petugas melakukan penggeledahan di rumah tersangka di daerah Keude Mane, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Berdasarkan penggeledahan tersebut petugas kembali menemukan barang bukti shabu sebanyak 16 bungkus dengan berat + 17,221 Kg yang disembunyikan di sebuah mobil berwarna putih yang terparkir di belakang rumah tersangka.Berdasarkan hasil penggeledahan di kedua lokasi tersebut, maka total barang bukti yang berhasil diamankan petugas yakni seberat + 25,852 Kg. Tersangka S alias PAN mengaku bahwa barang bukti yang ada di tangannya didapatkan dari seorang lelaki yang tidak dikenal di Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhoksumawe, Aceh. Ungkap kasus ini merupakan pengembangan dari jaringan sindikat Ramli Bin Arbi alias Bang Li.            Kini atas perbuatannya, tersangka terancam pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal pidana mati.  

LIHAT SEMUA >>

TERPOPULER

PENGUMUMAN PENGADAAN CPNS 2018
19 September 2018

PENGUMUMAN PENGADAAN CPNS 2018

Badan Narkotika Nasional membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia pria dan wanita yang memiliki kemampuan tinggi untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan ditugaskan di Badan Narkotika Nasional Pusat mapun Daerah di seluruh Indonesia.Informasi selengkapnya dapat dibaca melalui dokumen dibawah ini.Dokumen :Pengumuman Pengadaan CPNS 2018 (DOWNLOAD)Pengumuman Perpanjangan Jadwal Pendaftaran Pengadaan CPNS 2018 (DOWNLOAD)Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS BNN 2018 (DOWNLOAD)Pengumuman SKD CPNS BNN 2018(DOWNLOAD)Lampiran I Pengumuman SKD CPNS BNN 2018 Jakarta(DOWNLOAD)Lampiran II Pengumuman SKD CPNS BNN 2018 Medan(DOWNLOAD)Lampiran III Pengumuman SKD CPNS BNN 2018 Yogyakarta(DOWNLOAD)Lampiran IV Pengumuman SKD CPNS BNN 2018 Palembang(DOWNLOAD)Lampiran V Pengumuman SKD CPNS BNN 2018 Makassar(DOWNLOAD)Lampiran VI Pengumuman SKD CPNS BNN 2018 Denpasar(DOWNLOAD)Lampiran VII Pengumuman SKD CPNS BNN 2018 Banjarmasin(DOWNLOAD)Lampiran VIII Pengumuman SKD CPNS BNN 2018 Manado(DOWNLOAD)Lampiran IX Pengumuman SKD CPNS BNN 2018 Jayapura(DOWNLOAD)Lampiran X Tata Tertib SKD CPNS BNN 2018(DOWNLOAD)Pengumuman hasil SKD dan pelaksanaan SKB CPNS BNN 2018Pengumuman (Download)Lampiran I Hasil SKD CPNS BNN 2018 (Download)Lampiran II Daftar Peserta Lulus SKD Mengikuti SKB (Download)Lampiran III Kelengkapan Berkas Periksa Kesehatan (Download)

PENGUMUMAN HASIL SKD DAN PELAKSANAAN SKB CPNS BNN 2018
4 Desember 2018

PENGUMUMAN HASIL SKD DAN PELAKSANAAN SKB CPNS BNN 2018

Pengumuman hasil SKD dan pelaksanaan SKB CPNS BNN 2018Pengumuman (Download)Lampiran I Hasil SKD CPNS BNN 2018 (Download)Lampiran II Daftar Peserta Lulus SKD Mengikuti SKB (Download)Lampiran III Kelengkapan Berkas Periksa Kesehatan (Download)

SIARAN PERS AKHIR TAHUN 2018
20 Desember 2018

SIARAN PERS AKHIR TAHUN 2018

Bangsa ini tengah dihadapkan pada situasi darurat narkoba sehingga diperlukan upaya serius untuk mengatasinya. Upaya pengurangan supply dan demand pun terus dilakukan secara berimbang. Pada sisi supply reduction, melalui upaya pemberantasan, BNN telah melakukan berbagai ungkap kasus sepanjang tahun 2018, diantaranya 914 kasus narkotika/prekursor narkotika yang melibatkan 1.355 orang tersangka dan sebanyak 53 ungkap kasus TPPU yang melibatkan 70 orang tersangka dengan total aset Rp 229 miliar. Sementara Polri berhasil mengungkap kasus narkotika/prekursor narkotika sebanyak 33.060 kasus dengan jumlah tersangka 43.320 orang dan kasus TPPU sejumlah 7 kasus dengan jumlah tersangka 8 orang. Sementara itu jumlah barang bukti yang disita sepanjang tahun 2018 oleh BNN dan Polri serta Bea CukaiDari seluruh kasus yang diungkap, BNN mengidentifikasi di tahun 2018 ada 83 jaringan sindikat narkoba, sedangkan pada tahun 2017 sebanyak 99 jaringan. Banyaknya kasus dan jumlah barang bukti yang diungkap merupakan bukti dari kerja keras BNN dan kerja sama yang kuat dengan instansi terkait baik TNI, Polri dan Bea Cukai. Salah satu bukti sinergi yang dilakukan, yaitu pengungkapan kasus 1,037 ton shabu di perairan Batam, pada Februari 2018 lalu. Langkah pemberantasan tidak akan menghasilkan dampak yang signifikan jika tidak diimbangi dengan demand reduction atau pengurangan permintaan narkoba melalui langkah pencegahan. Dalam rangka pencegahan mulai dari kawasan pedesaan, BNN bersama dengan Kemendagri dan Kementerian Desa PDTT telah merintis program desa bersinar atau desa bersih dari narkoba. Program ini melibatkan tiga pilar, yaitu Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Kepala Desa beserta Puskesmas. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya narkoba, BNN juga telah melaksanakan kampanye stop narkoba kepada 5.500 orang, dan pembentukan relawan anti narkoba sebanyak 4.498 orang. BNN telah mengidentifikasi 654 lokasi kawasan rawan narkoba dan melakukan intervensi melalui program pemberdayaan anti narkoba di 55 lokasi yaitu di 36 kawasan perkotaan dan 19 kawasan pedesaan. Pada tahun ini juga BNN bersama dengan instansi terkait melanjutkan program Grand Design of Alternative Development, di tiga titik pilot project yaitu Aceh Besar, Bireuen, dan Gayo Lues. Melalui program ini masyarakat diharapakan tidak lagi menanam ganja tapi menggantinya dengan tanaman legal dan bernilai ekonomi tinggi. Selain itu, dalam upaya pemberdayaan masyarakat, BNN juga mendayagunakan peran serta masyarakat guna menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba, baik dengan sosialisasi bahaya narkoba maupun pelaksanaan uji narkoba di seluruh indonesia. Dalam tahun ini BNN telah melakukan tes urine sebanyak 4.652 kali dengan peserta sebanyak 297.918 orang. Dalam rangka upaya penyelamatan para penyalahguna dari jeratan narkoba, pada tahun ini BNN telah meningkatkan kapasitas petugas rehabilitasi pada 522 lembaga baik instansi pemerintah maupun komponen masyarakat. Sementara itu, jumlah penyalahguna yang sudah direhabilitasi oleh lembaga rehabilitasi milik pemerintah dan komponen masyarakat sebanyak 15.263 orang. BNN juga telah memberikan layanan pasca rehabilitasi kepada 4.231 mantan penyalahguna narkobaGuna mengoptimalkan terselenggaranya program rehabilitasi, BNN melatih para aparat penegak hukum untuk menyamakan persepsi terkait penanganan penyalahguna narkotika yang akan ditempatkan di lembaga rehabilitasi di lima wilayah. Langkah ini merupakan kerja sama dengan badan dunia yang mengurusi masalah kriminal dan narkoba atau UNODC. Untuk menguatkan perlawanan terhadap narkoba, BNN membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa, baik di dalam maupun luar negeri. Pada tahun ini BNN telah menjalin kerja sama dengan 7 instansi pemerintah, 9 BUMN, 6 lingkungan pendidikan, dan 13 komponen masyarakat dengan total dokumen kerja sama sebanyak 54 dokumen. Secara khusus, BNN menguatkan kerja sama dengan Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham dalam rehabilitasi narkotika bagi tahanan, warga binaan pemasyarakatan, dan petugas pemasyarakatan. Dalam tataran internasional, BNN telah menggalang kerja sama dengan sejumlah negara seperti, Malaysia, Thailand, Filipina, Australia, India, Fiji, Maroko, dan Nigeria. Hal ini sebagai bukti BNN tidak lagi defensif, tapi ofensif menangkal narkoba dari luar negeri. Bahkan BNN mendorong agar para dubes di beberapa negara lebih proaktif dalam mencegah masuknya narkoba ke Indonesia. Menyikapi persoalan narkoba yang masih mengancam, Presiden RI telah mengeluarkan Inpres No. 6 tahun 2018 tentang rencana aksi nasional P4GN. Melalui Inpres ini, seluruh kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah harus melakukan aksi P4GN yang nantinya dilaporkan ke Presiden RI. Inpres ini juga mendorong dibuatnya peraturan P4GN di kementerian/lembaga atau perda di tingkat provinsi dan kab/kota. Sebagai respon positif terhadap Inpres tersebut, sejumlah kementerian atau lembaga, Pemda, BUMN, dan instansi swasta telah melakukan aksi nyata, baik dalam bentuk sosialisasi bahaya narkoba, tes urine, ataupun pembentukan kader anti narkoba dalam mendukung terselenggaranya Inpres No. 6 tahun 2018.

PENGUMUMAN HASIL SKD CPNS
14 November 2017

PENGUMUMAN HASIL SKD CPNS

PENGUMUMAN HASIL SKD CPNS (Download)

PENGUMUMAN JADWAL SELEKSI KOMPETENSI DASAR PENGADAAN CPNS BNN TA 2018
31 Oktober 2018

PENGUMUMAN JADWAL SELEKSI KOMPETENSI DASAR PENGADAAN CPNS BNN TA 2018

PENGUMUMAN JADWAL SELEKSI KOMPETENSI DASAR PENGADAAN CPNS BNN TA 2018 (Download)PENGUMUMAN & TATA TERTIB SKD (Download)SKD CPNS BNN 2018 JAKARTA (Download)SKD CPNS BNN 2018 MEDAN (Download)SKD CPNS BNN 2018 YOGYAKARTA (Download)SKD CPNS BNN 2018 PALEMBANG (Download)SKD CPNS BNN 2018 MAKASSAR (Download)SKD CPNS BNN 2018 DENPASAR (Download)SKD CPNS BNN 2018 BANJARMASIN (Download)SKD CPNS BNN 2018 MANADO (Download)SKD CPNS BNN 2018 JAYAPURA (Download)

LIHAT SEMUA >>

Suara Masyarakat

TAUTAN TERKAIT