Seketariat

SEKRETARIAT

Inspektorat
Pemberantasan
Pemberdayaan Masyarakat

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Hukum dan Kerjasama

HUKUM & KERJASAMA

Pusat Penelitian

PUSAT PENELITIAN

BNNP & BNNK

BNNP & BNNK

DATA STATISTIK BNN*

Pilih Tanggal Berdasarkan :



14,143

Total Kasus Narkoba

18,732

Total Tersangka Kasus Narkoba

NULL

Total Pasien Penyalahgunaan

3,125

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

41,239,632

Jumlah Sebaran Informasi

*Sumber data realtime diambil dari dashboard P4GN

TERKINI

Usai Sidang CND, BNN dan NNCC Siap Gelar Bilateral Meeting Kedua
19 Maret 2019

Usai Sidang CND, BNN dan NNCC Siap Gelar Bilateral Meeting Kedua

Badan Narkotika Nasional (BNN) dan National Narcotic Control Commission China (NNCC) kembali bertemu setelah bilateral meeting pertama pada Oktober 2017. Berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya, kali ini pertemuan di antara dua lembaga dari dua negara tersebut berlangsung di sela-sela sidang CND k-62, di Wina, Austria.Dalam pertemuan tersebut kepala BNN, Drs Heru Winarko, S.H dan Wei Xiaojun, Deputy secretary general NNCC bersepakat untuk melakukan bilateral meeting kedua pada akhir April atau akhir Mei tahun 2019 ini. Bilateral meeting tersebut rencananya akan digelar di Tiongkok, setelah sebelumnya pada bilateral meeting pertama dilaksanakan di Jakarta, pada 24 Oktober 2017.Berbagai pertemuan dan bilateral meeting yang dilakukan oleh BNN dan NNCC merupakan kelanjutan dari bentuk kerja sama keduanya yang tertuang dalam nota kesepahaman yang telah ditandatangani pada Maret, 2012 di Beijing, China. Adapun fokus dalam kerja sama ini yaitu pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkotika melalui berbagai mekanisme yang dibangun bersama di antara keduanya.

Pembaruan Kerja Sama Indonesia – Iran Terus Didorong
18 Maret 2019

Pembaruan Kerja Sama Indonesia – Iran Terus Didorong

Memiliki permasalahan yang sama terhadap kasus penyelundupan dan peredaran gelap narkotika, Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia lakukan rapat bilateral dengan Iran. Pertemuan yang digelar disela-sela sidang CND ke-62, di Wina, Austria tersebut membahas terkait hubungan kerja sama antara kedua negara, khususnya dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika.Indonesia melalui Badan Narkotika Nasional dan Kementerian Luar Negeri sepakat untuk melanjutkan kesinambungan penguatan kerja sama antara kedua negara melalui pembentukan nota kesepahaman baru. Sebelumnya, pemerintah Indonesia dan Iran juga pernah melakukan meeting of understanding (MoU) pada tahun 2005 yang berakhir pada tahun 2015. Namun demikan, MoU di antara keduanya dirasa belum memiliki kerja sama yang konkret sehingga perjanjian kerja sama tersebut pun kemudian diperpanjang selama satu periode.Kerja sama ini memiliki arti penting karena tingginya tingkat penyelundupan baik di Iran maupun Indonesia. Sekitar 5000 orang berstatus terpidana mati di Iran pada tahun 2017 atas kasus penyelundupan narkotika. Sementara itu tercatat tiga WNI menjadi tahanan di Iran dengan kasus tersebut. Oleh sebab itu, penguatan kerja sama mutlak dibutuhkan oleh kedua negara. Keduanya pun sejak awal tahun 2019 ini telah melakukan koordinasi terkait renacana pembaruan kerja sama tersebut.

BNN Gandeng Komunitas Koalisi Anti Narkoba dari Amerika
18 Maret 2019

BNN Gandeng Komunitas Koalisi Anti Narkoba dari Amerika

Dalam upaya penanganan masalah narkoba, khususnya di sektor demand reduction, BNN menggandeng CADCA (Community Anti-Drug Coalition of America), yang merupakan komunitas koalisi anti narkoba dari Amerika. Kerja sama ini dinilai strategis mengingat CADCA telah melakukan kemitraan dengan puluhan negara, termasuk Indonesia, terutama dalam upaya pemberdayaan masyarakat.CADCA telah membentuk ± 50.000 koalisi di 23 negara, di Asia Tenggara sendiri, CADCA telah membentuk 21 koalisi anti narkotika di Filipina dan 2 koalisi di Indonesia. Kolalisi terdiri dari berbagai komunitas yaitu penegak hukum, dunia usaha, komponen masyarakat, jasa kesehatan dan stakeholder lainnya.Pembahasan kerjasama kedua pihak lebih intensif antara BNN dengan CADCA dilakukan saat bilateral meeting di sela-sela sidang sesi CND ke-62 di Wina Austria. Dari pertemuan tersebut, beberapa point penting yang dihasilkan antara lain : kerja sama yang dikembangkan ke depan, yaitu pihak CADCA dengan LSM lokal melakukan sosialisasi metodologi yang bisa diadopsi oleh masyarakat dalam menghadapi bahaya narkoba. Dalam hal ini, CADCA akan menjalin sinergi dengan Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN dan LSM GRANAT.Disampaikan pula dalam pertemuan tersebut tentang peran Koalisi di masyarakat sebagai berikut: 1. Melakukan penilaian/assessment dan mengumpulkan data daerah rawan narkoba yang perlu dilakukan capacity building.2. Membuat perencanaan program yang sesuai untuk daerah tersebut.3. Melatih dan melakukan evaluasi apakah strategi itu berhasil dilaksanakan.4. CADCA akan mempertemukan Koalisi dengan Deputi Dayamas, dan BNN akan membina kemampuan yang telah dimiliki koalisasi untuk terus berkelanjutan.

BNN dan Japan Drugs Control Board Perkuat Kerja Sama di Forum CND, Wina, Austria
15 Maret 2019

BNN dan Japan Drugs Control Board Perkuat Kerja Sama di Forum CND, Wina, Austria

Indonesia bersama sekitar 2.000 peserta dari negara-negara anggota, parlemen, organisasi antar pemerintah, masyarakat sipil, dan komunitas ilmiah hadir pada sidang sesi ke-62 Commission on Narcotic Drugs (CND) mulai dari 14 - 22 Maret di Wina, Austria.Pada sesi pembukaan, Yury Fedotov, Executive Director of the UN Office on Drugs and Crime (UNODC) menyampaikan semangat konsensus Wina telah memajukan pendekatan komprehensif terhadap masalah rumit yang ditimbulkan oleh narkoba.“Mari kita memperluas landasan bersama & momentum positif yang telah kita capai, terus berusaha untuk melakukan yang lebih baik untuk masyarakat yang kita layani,” ujar Yury.Dalam rangkaian kegiatan ini, BNN dengan Japan Drugs Control Board juga berkesempatan melakukan bilateral meeting. Kepala BNN, Drs Heru Winarko, S.H menyampaikan terima kasih atas kesediaan negara Jepang menerima undangan Bilateral Meeting di sela-sela Sidang CND ke-62. Selanjutnya disampaikan bahwa dalam rangka menanggulangi masalah narkotika BNN perlu meningkatkan kerja sama dengan Japan Drugs Control Board. BNN mengusulkan kerja sama yang dapat dilakukan antara lain: Pertukaran informasi intelijen; Research(Penelitian) ; Pengembangan sistem laboratorium di Jepang untuk mengidentifikasi NPS; Rehabilitasi pengguna narkoba.Director Administrative and General Affairs Division, Mr. Tatsuo UEDA menyampaikan bahwa narkotika merupakan masalah besar baik di Indonesia maupun Jepang. Sebanyak 80% penyalahguna di Jepang mengkonsumsi methampethamine yang diselundupkan dari Malaysia, Amerika Selatan, Amerika Utara dan Afrika.BNN berharap melalui sinergitas antar ke 2 negara dalam memperkuat kerjasama, hal tersebut bisa diajukan ke Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA). Jepang menyetujui usulan Indonesia untuk menempatkan LO serta BNN juga dapat mengunjungi laboratorium narkotika di Tokyo agar dapat meninjau lebih dekat bagaimana Tokyo dapat meregulasi 2000 jenis NPS."Saya percaya komunitas Internasional akan menggunakan pertemuan besar ini untuk memperbarui komitmen terhadap solusi multilateral dan memperkuat kerja sama Internasional untuk mencegah dan mengatasi ancaman dan tantangan narkoba di dekade mendatang,” ungkap Yuri Fedotov.

Datangkan Pejabat Kementerian PAN RB Langkah Serius Reformasi Birokrasi dalam Tubuh Institusi
11 Maret 2019

Datangkan Pejabat Kementerian PAN RB Langkah Serius Reformasi Birokrasi dalam Tubuh Institusi

Reformasi birokrasi menjadi salah isu penting dalam perubahahan tata kelola pemerintahan yang lebih baik di Indonesia. Dalam upaya melakukan percepatan dalam pelaksanaan reformasi birokrasi, Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan pertemuan bersama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Senin (11/3). Hal tersebut sebagaimana Perpres Nomor 47 Tahun 2015 tentang Kementerian PAN RB yang diaulat sebagai nahkoda dalam road map reformasi birokrasi di Indonesia.Pertemuan yang dibuka oleh Kepala BNN, Drs. Heru Winarko, S.H. di ruang rapat lantai 7 Gedung BNN itu dihadiri oleh Sekretaris Utama BNN, Inspektur Utama BNN, Para Deputi serta jajaran pejabat Eselon II dan III lainnya di lingkungan BNN.Dalam sambutannya pada saat pembukaan kegiatan sosialisasi pelaksanaan zona integritas peningkatan kualitas pelayanan publik dalam reformasi birokrasi, Kepala BNN berharap ke depan tunjangan kinerja BNN dapat meningkat. Hal tersebut tentunya diikuti oleh berbagai perbaikan dan peningkatan kinerja BNN dalam kerangka reformasi birokrasi.“Kita akan lakukan perbaikan-perbaikan serta peningkatan pengawasan sampai ke BNN Kabupaten/Kota. Kita juga terus melakukan berbagai upaya dalam peningkatan efektivitas dalam segi SDM yang salah satunya yakni dengan menjadikan seluruh pegawai BNN menjadi penyuluh anti narkoba. Dengan demikian kita berharap ke depan BNN akan layak untuk mendapatkan kenaikan tunjangan kinerja,” ungkap Heru.Sestama BNN, Drs. Adhi Prawoto, S.H. pun menambahkan bahwa reformasi birokrasi (RB) di BNN telah efektif dilaksanakan sejak gelombang RB ke-3. Terlebih menurutnya pada masa kepemimpinan Heru Winarko, BNN lebih befokus pada efektivitas dan efisiensi dengan menggunakan pendekatan balance approach. Hal itu pulalah yang menjadi alasan adanya moratorium dalam pembentukan BNN Kota/Kabupaten sampai dengan saat ini.Sementara hadir sebagai narasumber dalam pertemuan yaitu Prof. Dr. Diah Natalisa, MBA selaku Deputi Bidang Pelayanan Publik dan Asisten Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan mewakili Deputi Muhammad Yusuf Ateh yang berhalangan hadir.Menanggapi paparan dari Sestama BNN, Diah mengatakan bahwa dirinya optimis dengan peningkatan index reformasi birokrasi di instansi BNN yang tentunya dapat meningkatkan tunjangan kinerja. Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PAN RB tersebut juga mendorong BNN untuk dapat melakukan inovasi-inovasi dalam pelayanan publik dan melakukan collaborative government sebagai upaya dalam mewujudkan reformasi birokrasi.

LIHAT SEMUA >>

TERPOPULER

Berita Rehabilitasi di Blow Up itu Pahala Besar
13 November 2013

Berita Rehabilitasi di Blow Up itu Pahala Besar

Menuliskan berita terkait rehabilitasi dinilai sebagai pahala yang besar bagi kaum jurnalis. Karena hal ini menjadi salah satu bentuk partisipasi nyata kaum jurnalis dalam membantu menyelamatkan anak bangsa dari jerat narkoba untuk menuju pemulihan. Demikian disampaikan wartawan senior, Gardi Gazarin, saat menghadiri diskusi tentang Sinergisitas Media dan Badan Narkotika Nasional Dalam Upaya Penanganan Pecandu di Masyarakat, di kantor Kelurahan Gelora, Jakarta yang digelar Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat BNN, Rabu (13/11). Tidak dapat dipungkiri bahwa informasi rehabilitasi belum terakses secara maksimal oleh masyarakat. Di sinilah peran serta media untuk membantu memberikan informasi yang luas tentang pentingnya rehabilitasi dalam memulihkan penyalah guna narkoba. Gardi menambahkan, pemberitaan tentang rehabilitasi penting karena faktanya angka penyalah guna narkoba itu sudah mencapai angka empat juta orang. Jika seluruh media di Indonesia yang jumlahnya sudah ribuan ini dapat menyampaikan informasi penting tentang rehabilitasi maka akan banyak orang yang membaca lalu memahami sehingga kemungkinan bisa berbuat nyata dalam mendorong para penyalah guna narkoba untuk menjalani rehabilitasi, kata Gardi. Gardi juga mengungkapkan, saat ini banyak lembaga rehabilitasi milik masyarakat yang ada di Indonesia. Agar program atau kegiatan rehabilitasi ini dapat dipahami masyarakat luas, ia menyarankan agar lembaga rehabilitasi ini lebih proaktif menjalin komunikasi dengan media sehingga kegiatan yang digelar oleh lembaga rehabiitasi ini dapat terpublikasikan. Kegiatannya bisa berupa diskusi seperti ini, dengan catatan susunlah judul acara yang menggoda sehingga menstimulasi wartawan untuk menuliskan isu-isu terkait rehabilitasi secara menarik, ujar wartawan yang sudah malang melintang dalam penulisan narkoba ini. Menyambung pentingnya isu rehabilitasi ini untuk di-blow up, Kepala Bagian Humas BNN, Sumirat Dwiyanto mengungkapkan bahwa fakta di lapangan masih banyak orang yang lebih senang ketika ada penyalah guna narkoba yang dihukum pidana. Padahal penyalah guna idealnya ditangani dengan cara rehabilitasi, dalam kerangka konsep dekriminalisasi dan depenalisasi. Dalam kerangka dekriminalisasi, pecandu bisa bisa ditempatkan di tempat rehabilitasi sejak masa penyidikan, dan hakim bisa memvonis rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba. Sementara itu, dalam konteks depenalisasi, pecandu sebenarnya bisa melaporkan dirinya pada Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) dan dijamin tidak akan ditangkap. Karena itulah media diharapkan media dapat berperan dalam membantu menyosialisasikan tentang konsep dekriminalisasi dan depenalisasi ini, sehingga penanganan penyalah guna narkoba dapat tertangani, ungkap Sumirat. Perihal pemberitaan tentang rehabilitasi, Priyono, seorang wartawan Majalah Progresif setuju bahwa isu ini juga menarik di samping berita penangkapan kasus. Tindakan nyata atau kepedulian tokoh masyarakat kecil pada korban penyalahguna narkoba juga dalam konteks rehabilitasi menjadi hal yang bisa digali lebih mendalam. Tidak perlu tokoh besar yang bisa kita angkat, karena masyarakat kecil sekalipun yang punya kepedulian dalam menolong korban narkoba ini bisa dijadikan sumber pemberitaan yang menarik, ungkap Priyono. Menyoal bagaimana peran media dalam mendukung gerakan rehabilitasi, Rizki seorang recovering addict yang sudah menjadi redaktur di salah satu televisi mengungkapkan aspirasinya agar perusahaan media lebih terbuka untuk memberdayakan para mantan pecandu narkoba untuk berkarya dalam dunia jurnalistik, karena ia yakin betul banyak mantan penyalah guna narkoba itu yang memiliki potensi dan kapasitas yang baik untuk kembali produktif. Deputi Rehabilitasi BNN, dr Kusman Suriakusumah bahkan sempat menantang salah satu media untuk membantu menolong korban narkoba dengan cara melibatkan para penyalah guna narkoba itu dalam proses kreativitas di dunia media. Banyak penyalah guna narkoba itu yang menyatakan keinginannya untuk berkarya di industri media, karena itulah ini perlu kita akomodir, jadi kami himbau media agar lebih peduli dengan hal ini, pungkas Deputi Rehabilitasi BNN

534 PELAMAR IKUT TES LANJUTAN CPNS BNN
12 Desember 2018

534 PELAMAR IKUT TES LANJUTAN CPNS BNN

Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Biro Kepegawaian, Sekretariat Utama BNN melakukan rangkaian tes lanjutan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil Badan Narkotika Nasional(CPNS) 2018 di Eksekutif Clup Persada Halim Perdana Kusuma, Rabu, (12/12) Jakarta Timur.Kegiatan tes melingkupi, Wawancara, keterampilan kerja dalam melatih K-9 serta pemeriksaan Kesehatan. Kepada 534 Pelamar CPNS yang telah lulus dalam seleksi Tes dasar atau CAT yang lalu, akan mengikuti tes kemampuan selama 3 hari mulai dari tanggal 12-14 Desember 2018.Biro Kepegawaian Settama BNN Drs. Bambang Hastobroto Sudarmono M.Si mengatakan "kami akan memilih kurang lebih 220 pelamar yang terbaik yang telah memiliki standar dengan sistem terpusat. Hasil seleksi akan di laporkan ke Kementerian Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi RI. Untuk itu dalam rekrumen CPNS BNN sangat Transparansi mulai dari awal seleksi administrasi sampai saat ini seleksi wawancara pun kita diawasi oleh tim pengawas inspektorat". Ungkap karopeg.Ditempat yang sama, Irtama BNN Drs. Wahyu adi M.Si mengungkapkan menjamin Rekrutmen CPNS BNN TA. 2018 sangat transparan karena di bantu pengawasannya dari Badan Kepegawaian Negara dengan sistem CAT dan Kemenpan RB yang mengumumkan hasil kelulusan para Pelamar.Pengumuman Hasil dari Seleksi CPNS oleh BNN maupun Kementerian/ Lembaga, Kempan RB akan disampaikan secara nasional bersama kementerian / lembaga lainnya serempak oleh Kemenpan RB.Bagi pelamar CPNS BNN yang telah dinyatakan lulus dari Kemenpan RB, akan di tempatkan sesuai formasi yang mereka lamar di daerah masing-masing.

Rehabilitas dan Penindakan Hukum Harus Menjadi Panglima
17 Juli 2013

Rehabilitas dan Penindakan Hukum Harus Menjadi Panglima

Rabu, 17 Juli 2013, JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) terus berusaha melebarkan sayapnya dengan menggandeng berbagai instansi lintas sektoral untuk bersama-sama perang melawan penyalahgunaan narkoba demi mewujudkan Indonesia Negeri Bebas Narkoba, Indonesia saat ini menghadapi permasalahan narkoba yang sangat serius, sekitar 4 juta korban penyalah guna Narkoba tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dan hanya sedikit yang mendapat layanan terapi dan rehabilitasi yaitu sekitar 18.000 atau 0,47%. Kondisi seperti ini sangat memprihatinkan karena sebagian besar belum dapat terlayani dan dikhawatirkan terus mengkonsumsi Narkoba, kata Kepala BNN, Drs. Anang Iskandar, SH.MH, dalam sambutannya pada penandatanganan MoU antara BNN dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), di Gedung BPKP, Selasa (16/7). Selanjutnya Anang Iskandar menjelaskan, masyarakat selama ini lebih memilih mempidanakan pecandu, penyalah guna dan korban penyalahgunaan Narkoba dibanding dengan merehabilitasinya. Hal ini tidak memecahkan masalah dalam penanganan Narkoba saat ini, Oleh karena itu, Rehabilitasi dan Penindakan hukum harus menjadi panglima bersama dalam mewujudkan Indonesia Negeri Bebas Narkoba, tandasnya.Menurut Anang Iskandar, narkoba saat ini sudah berkembang lebih jauh, ada 21 macam Narkoba jenis baru yang ditemukan di laboratorium BNN, yang di create oleh sindikat Narkoba yang didukung oleh tenaga ahli farmasi, bahkan di dunia ditemukan sebanyak 251 Nakoba jenis baru, dimana Narkoba jenis baru ini sengaja dibuat untuk menghindari jerat hukum yang diatur oleh Undang-Undang masing-masing negara, Ini harus mendapat perhatian yang serius dari semua pihak untuk melakukan langkah-langkah proaktif dan antisipatif. Oleh karena itu kita tidak bisa perang melawan Narkoba sendirian, maka kita secara terus menerus melibatkan dan mendorong masyarakat baik secara individu, maupun kelompok, Instansi Tingkat Pusat maupun di daerah melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba, ujarnya.Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika telah mengamanatkan kepada pemerintah untuk memberikan layanan rehabilitasi kepada pecandu, penyalahguna dan korban penyalahgunaan Narkoba. Untuk mendukung program rehabilitasi tersebut perlu kesadaran dari para pecandu, penyalah guna dan korban penyalahgunaan Narkoba serta para orang tua untuk melaporkan anaknya yang pecandu Narkoba, penyalah guna atau korban penyalahgunaan Narkoba kepada Institusi Penerima Wajib Lapor yang berada di Puskesmas, Rumah Sakit Pemerintah yang tersebar di 33 provinsi, dan poliklinik BNN, Para pecandu, penyalah guna dan korban penyalahgunaan narkoba tersebut akan memperoleh layanan rehabilitasi dan mereka tidak akan dikenakan proses hukum pidana, dan bahkan BNN telah menyediakan pelayanan rehabilitasi secara cuma-cuma, paparnya.Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan suatu wujud nyata kebulatan tekad dan komitmen bersama dalam perang melawan Narkoba secara bersama-sama dalam mewujudkan Indonesia Negeri Bebas Narkoba. (pas)

BNN HARAP CPNS JAGA NAMA BAIK INSTANSI
15 Januari 2019

BNN HARAP CPNS JAGA NAMA BAIK INSTANSI

Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Biro Kepegawaian Settama BNN mengumumkan hasil rekrutmen CPNS BNN tahun 2018 pada laman situs resmi milik BNN, 03 Januari 2019. Tercatat sebanyak 220 pelamar CPNS dinyatakan lulus dan mengikuti proses pemberkasan yang pada 14-15 Januari 2019 dikantor di BNN.Dalam kesempatan tersebut Sekretaris Utama BNN, Adhi Prawoto, hadir dan memberikan arahan serta mengucapkan selamat kepada para CPNS BNN tahun 2018.“Selamat kepada rekan-rekan yang telah lulus dalam proses rekrutmen CPNS BNN tahun 2018. Saya menegaskan kepada saudara bahwa dalam rekrutmen ini murni atas usaha kalian, tidak ada sogok menyogok, titipan dan sebagainya, bila ada laporkan ke saya, pasti akan di tindak", ujar Adhi Pemberkasan CPNS ini bertujuan untuk melengkapi administrasi yang kurang sebagai syarat untuk lampiran ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mendapatkan Nomor Induk Pegawai (N.I.P) sebagai legalitas dan tercatat menjadi CPNS BNN. Selain itu pemberkasan ini bertujuan untuk penempatan para CPNS ke BNN, BNNP, BNNK/Kota seluruh Indonesia sesuai dengan berkas awal mereka melamar sebagai CPNS BNN.Pihak BNN berharap kepada CPNS yang telah di tempatkan di BNN,BNNP, BNNK/Kota agar menjaga nama baik Institusi BNN, segera menyesuaikan di tempat kerja, mempelajari tugas pokok P4GN yang sesuai dengan SOP yang telah dibuat. Jaga kesehatan dan jangan sampai ada menyalahgunakan dan ikut dalam jaringan bandar narkoba karena itu telah mencederai Institusi kita.

Pencegahan Penyalahgunaan Napza
8 April 2013

Pencegahan Penyalahgunaan Napza

Penyalahgunaan Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat-zat Adiktif) merupakan suatu pola perilaku yang bersifat patologik, dan biasanya dilakukan oleh individu yang mempunyai kepribadian rentan atau mempunyai resiko tinggi, dan jika dilakukan dalam jangka waktu tertentu akan menimbulkan gangguan bio-psiko-sosial-spiritual. Sifat Napza tersebut bersifat psikotropik dan psikoaktif yang mempunyai pengaruh terhadap sistem syaraf dan biasanya digunakan sebagai analgetika (pengurang rasa sakit) dan memberikan pengaruh pada aktifitas mental dan perilaku serta digunakan sebagai terapi gangguan psikiatrik pada dunia kedokteran. Obat-obatan ini termasuk dalam daftar obat G yang artinya dalam penggunaannya harus disertai dengan control dosis yang sangat ketat oleh dokter.Secara farmakologik, yang termasuk Napza antara lain ganja, morfin, sabu, ekstasi, marijuana, putau, kokain, pil koplo, dan sebagainya. Akan tetapi obat-obat pengurang rasa sakit yang dijual bebas mengandung Napza, dalam dosis yang telah diatur secara ketat.Beberapa jenis Napza terbuat dari tumbuhan koka yang dihasilkan hari hutan di Amerika Selatan, ada juga yang terbuat dari zat kimia seperti sabu, putau, morfin dan ekstasi. Ganja dihasilkan dari tanamanganja yang banyak dimasukkan dari daerah perbatasan Thailand, Birma dan Vietna sedangkan sabu diselundupkan dari Cina sedangkan ekstasi dari Belanda.Para pengguna Napza biasanya individu yang mempunyai masalah psikologis dan makepribadian yang rentan,serta mempunyai harga diri rendah. Tahapan individu dalam penyalahgunaan Napza dari tahap coba-coba, artinya individu sekedar ingin tahu dan merasakannya serta terpaksa menggunakannya karena mendapat tekanan dari teman-temannya.Faktor-faktor penyebab timbulnya penyalahgunaan Napzadapat berasal dari dalam diri individu dan dari luar diri individu. Faktor yang berasal dari dalam diri individu, seperti individu yang memiliki kepribadian beresiko tinggi, tidak dewasa, tidak sabaran, mempunyai toleransi frustasi yang rendah, tertutup, senang mengambil resiko yang berlebihan dan mempunyai kepercayaan diri yang rendah. Faktor yang berasal dari luar individu seperti lingkungan keluarga yang tidak sakinah, lingkungan sekolah yang tidak memadai, lingkungan masyarakat dan nilai obat-zat.Ada beberapa langkah pencegahan dan penanggulangannya antara lain:1. Program InformasiDalam hal memberikan informasi sebaiknya dilakukan secara hati-hati, dan menghindari informasi yang sifatnya sensasional dan ambisius, karena dalam hal ini justru akan menarik bagi mereka untuk menguji kebenarannya dan merangsang keberaniannya. Teknik menakut-nakuti dari segi fisik, psikologis, sosial dan hukum hanya efektif dalam keadaan sangat terbatas.2. Program Pendidikan EfektifPada program ini bertujuan untuk pengembangan kepribadian pendewasaan pribadi meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan yang bijak, mengatasi tekanan mental secara efektif, meningkatkan kepercayaan diri, menghilangkan gambaran negatif mengenai diri sendiri dan meningkatkan kemampuan komunikasi. Hasil pendidikan ini dapat berupa pengenalan tentang diri, perilaku asertif, berfikir positif, dan pemecahan masalah secara efektif.3. Program Penyediaan Pilihan Yang BermaknaKonsep ini bertujuan untuk mengalihkan penggunaan zat adiktif pada pilihan lain yang diharapkan dapat memberikan kepuasaan bagi kebutuhan manusiawi yang mendasar yaitu bio-psiko-sosial-spiritual.Kebutuhan yang dimaksud antara lain ingin tau kebutuhan mengalami hal-hal baru dalam hidupnya, kebutuhan terbentuknya identitas diri, kebutuhan akan bebas berfikirdan berbuat, kebutuhan akan penghargaan, kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri serta kebutuhan diri serta kebutuhan diri diterima dalam kelompok.4. Pengenalan Diri dan Intervensi DiniMengenal dengan baik cirri-ciri anak yang mempunyai resiko tinggi untuk menggunakan Napza merupakan suatu langkah yang bijaksana, baik yang berada dalam taraf coba-coba, iseng, pemakai tetap maupun yang telah ketinggalan, kemudian segera memberikan dukungan moril dan penanganan,apabila anak mengalami atau mengghadapi masa krisis dalam hidupnya. Dalam hal ini kerjasama antara orang tua, guru serta masyarakat sangat penting jika tidak teratasi segera dirujuk ke tenaga ahli psikolog maupun psikiater.5. Program Pelatihan Ketrampilan PsikososialProgram latihan ini diterapkan atas dasar teori belajar, yang mengatakan bahwa gangguan penyalahgunaan Napza merupakan perilaku yang dipelajari individu dalam lingkup pergaulan sosialnya.Perilaku ini mempunyai maksud dan arti tertentu bagi yang bersangkutan.Dalam pelatihan ini terdiri dari dua golongan yaitu,pertama Psychological Inoculation dalam pelatihan ini diputar film yang memperlihatkan bagaimana remaja mendapatkan tekanan dari pergaulannya, kemudian dalam hal ini dikembangkan sikap remaja untuk menentang dorongan dan tekanan tersebut.Kedua Personal and Social Skill training kepada remaja dikembangkan suatu ketrampilan dalam menghadapi problema hidup umum termasuk merokok dan penyalahgunaan Napza. Ketrampilan ini mengajarkan kepada remaja agar mampu mengatakan tidak, serta mengembangkan keberanian dan ketrampilan untuk mengekspresikan kebenaran, sehingga remaja terbebas dari bujukan atau tekanan kelompoknya. ( EN)

LIHAT SEMUA >>

TERKINI

Mati Suri Rehabilitasi Adiksi
15 Februari 2019

Mati Suri Rehabilitasi Adiksi

Muhammad Hatta Dokter Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar Penyalahgunaan narkotik telah mencapai titik nadir di Indonesia. Laporan akhir tahun Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan terdapat 914 kasus yang telah diungkap dengan 1.355 tersangka sepanjang 2018. A

Pertolongan Pertama untuk Orang Sakau Narkoba Jenis Shabu
8 Januari 2019

Pertolongan Pertama untuk Orang Sakau Narkoba Jenis Shabu

Tahukah Anda bagaimana cara melakukan pertolongan pertama ketika orang mengalami sakau karena sabu-sabu atau narkoba? Tak banyak orang yang tahu bagaimana melakukannya. Padahal cara ini begitu penting diketahui.Sebab, pengguna

Daftar Tempat Rehabilitasi Narkoba di Indonesia
8 Januari 2019

Daftar Tempat Rehabilitasi Narkoba di Indonesia

Punya teman atau kerabat yang kecanduan narkoba? Sudah waktunya Anda mengajak teman atau kerabat tersebut ke tempat rehabilitasi narkoba. Jangan sampai terlambat, jika Anda tidak ingin teman atau kerabat yang kecanduan narkoba tersebut jadi sulit disembuhkan atau lebih parah lagi, bisa meninggal.

4 Langkah Cara Mengatasi Kecanduan Narkoba
7 Januari 2019

4 Langkah Cara Mengatasi Kecanduan Narkoba

Narkoba atau narkotika dan obat-obatan berbahaya menjadi salah satu zat yang bisa memberikan efek kecanduan pada pemakainya. Cara mengatasi kecanduan narkoba jadi semakin sulit bila pemakainya sudah menggunakan zat berbahaya tersebut dalam dosis yang tinggi dan setiap hari.Mulanya, sebagian besa

Pengertian Narkoba Dan Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan
7 Januari 2019

Pengertian Narkoba Dan Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan

Saat ini bahaya dan dampak narkoba atau narkotika dan obat-obatan pada kehidupan dan kesehatan pecandu dan keluarganya semakin meresahkan.Bagai dua sisi mata uang narkoba menjadi zat yang bisa memberikan manfaat dan juga merusak kesehatan. Seperti yang sudah diketahui, ada beberapa jenis obat-ob

LIHAT SEMUA >>

TERPOPULER

Dampak Langsung Dan Tidak Langsung Penyalahgunaan Narkoba
20 Maret 2014

Dampak Langsung Dan Tidak Langsung Penyalahgunaan Narkoba

Narkotika dan obat terlarang serta zat adiktif / psikotropika dapat menyebabkan efek dan dampak negatif bagi pemakainya. Danmpak yang negatif itu sudah pasti merugikan dan sangat buruk efeknya bagi kesehatan mental dan fisik.Meskipun demikian terkadang beberapa jenis obat masih dipakai dalam dunia k

Pengertian Narkoba Dan Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan
7 Januari 2019

Pengertian Narkoba Dan Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan

Saat ini bahaya dan dampak narkoba atau narkotika dan obat-obatan pada kehidupan dan kesehatan pecandu dan keluarganya semakin meresahkan.Bagai dua sisi mata uang narkoba menjadi zat yang bisa memberikan manfaat dan juga merusak kesehatan. Seperti yang sudah diketahui, ada beberapa jenis obat-ob

4 Langkah Cara Mengatasi Kecanduan Narkoba
7 Januari 2019

4 Langkah Cara Mengatasi Kecanduan Narkoba

Narkoba atau narkotika dan obat-obatan berbahaya menjadi salah satu zat yang bisa memberikan efek kecanduan pada pemakainya. Cara mengatasi kecanduan narkoba jadi semakin sulit bila pemakainya sudah menggunakan zat berbahaya tersebut dalam dosis yang tinggi dan setiap hari.Mulanya, sebagian besa

Apa itu Psikotropika dan Bahayanya?
2 Januari 2019

Apa itu Psikotropika dan Bahayanya?

Penggunaan obat-obatan berbahaya saat ini mulai disalahartikan. Beberapa jenis zat yang mampu merangsang syaraf pusat justru sering dipakai secara sembarangan tanpa resep yang tepat. Efek halusinasi dan juga ketenangan yang diberikan obat tersebut disalahgunakan sebagai zat untuk menghilangkan depre

Manfaat dan Bahaya Pil Dextro | Rawan disalahgunakan
5 Juli 2013

Manfaat dan Bahaya Pil Dextro | Rawan disalahgunakan

Obat ini banyak disalahgunakan dan dikonsumsi remaja untuk mabuk. Kasus mengkonsumsi obat dosis tinggi jenis Dextro untuk mabuk sudah merambah di daerah ini, sehingga perlu menjadi perhatian semua pihak termasuk pemilik apotek. Hal itu dinyatakan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Mukomuko, Rusma Asw

LIHAT SEMUA >>

TERKINI

Pemusnahan Sabu, Ekstasi dan Ganja  Sepertiga Juta Anak Bangsa Terhindar Dari Jeratan Narkoba
12 Maret 2019

Pemusnahan Sabu, Ekstasi dan Ganja Sepertiga Juta Anak Bangsa Terhindar Dari Jeratan Narkoba

BNN memusnahkan barang bukti narkotika kedua kalinya dalam tahun ini berupa ganja seberat 1,3 Ton, sabu seberat 18,6 Kg dan ekstasi sebanyak 19.080 butir (Sembilan belas ribu delapan puluh butir). Dengan pemusnahan barang bukti tersebut, lebih dari sepertiga juta anak bangsa terselamatkan dari penyalahgunaan narkoba. Seluruh barang bukti tersebut disita dari beberapa kasus, antara lain : 1.         Kasus 1,3 Ton Ganja Lewat Jalur Darat dan UdaraBNN mendapatkan informasi tentang adanya pengiriman ganja ke daerah Bogor. Pada tanggal 30 Januari 2019, petugas berhasil menangkap BS di daerah jalan Loder Baranangsiang, Bogor dengan barang bukti 506 bungkus ganja kering seberat 715 kg. Ganja tersebut ia sembunyikan dalam kompartemen truk yang dimodifikasi. Masih pada hari yang sama, Petugas melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan IM di kawasan Cargo Bandara Soekarno Hatta. Ia diamankan setelah mengambil paket yang berisi ganja seberat 336 kg. Kemudian pada tanggal 31 Januari, petugas berhasil meringkus tersangka lainnya yaitu AS dan AB dengan barang bukti ganja seberat 307 kg, di sebuah rumah di daerah jalan Mandor Tajir, Bojongsari, Depok. Total ganja yang disita dari jaringan ini adalah seberat 1,3 ton. 2.         Kasus 3 Ons Sabu Dalam  Charger Aki di BerauPetugas menangkap seorang tersangka berinisial RG di sebuah hotel di jalan Tanjung Redeb, Berau, Kaltim dengan barang bukti sabu seberat 300 gram, pada tanggal 29 Januari 2019. Sabu tersebut disembunyikan dalam kardus blender berisi charger aki yang di dalamnya terdapat sabu. 3.         Kasus Sabu 6 kg di SebatikBerdasarkan informasi masyarakat tentang adanya peredaran narkoba di daerah Sei Pancang, Sebatik, Nunukan, Kaltara, petugas BNN melakukan penyelidikan. Pada tanggal 29 Januari 2019, petugas menggeledah sebuah  rumah milik RUS, dan berhasil menyita barang bukti sabu seberat 6,47 Kg. Saat penggeledahan, RUS tidak berada di rumah, sehingga dilakukan pengejaran. Dalam pengembangan kasus ini, petugas berhasil menangkap AG di daerah Sei Pancang, Sebatik. AG diketahui berperan sebagai pengendali RUS. Sementara itu penangkapan RUS berhasil dilakukan pada tanggal 31 Januari 2019 di perkebunan sawit di kawasan Tanjung Karang. 4.         Kasus 10,9 Kg Sabu Dalam Truk BNN mengamankan dua sopir truk berinisial AA dan M yang membawa sabu seberat 10,9 Kg dari Aceh menuju Jakarta. Keduanya ditangkap  di area parkir pelabuhan PT Bandar Bakau Jaya, Pelabuhan Bojonegara, Desa Margagiri, Serang Banten, pada 10 Februari 2019. Sabu tersebut disembunyikan di tempat penyimpanan terpal yang berada di atas kepala truk. selanjutnya petugas melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan  ZA yang merupakan napi di Rutan Tanjung Gusta, Medan yang diduga kuat sebagai pengendali jaringan. 5.         Kasus 1 Kg Sabu di Parkiran Stasiun Kereta Api SenenSeorang tersangka berinisial AD ditangkap petugas BNN karena membawa sabu seberat 1,027 Kg, di depan CFC area parkir stasiun kereta api Pasar Senen, Jakarta, pada 12 Februari 2019. 6.         Kasus 19 Ribu Butir Ekstasi di Lubuk LinggauBNN mengamankan tiga tersangka yaitu HR, S, dan H di Jalan A. Yani, Lubuk Linggau Utara, Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, pada 17 Februari 2019. Ketiganya terlibat dalam peredaran narkoba jenis ekstasi sebanyak 19.100 butir. Ekstasi tersebut dibawa dari Medan menuju Lubuk Linggau melalui jalur darat.  Para pelaku kasus peredaran ganja dikenakan pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 (1), Pasal 111 ayat (2), Pasal 115 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati. Sedangkan terhadap para tersangka  kasus peredaran ekstasi dan sabu, dikenakan pasal 114 ayat (2), Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati. 

BNN – UBHARA SEPAKAT BERANTAS NARKOBA
6 Maret 2019

BNN – UBHARA SEPAKAT BERANTAS NARKOBA

Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara) sepakat untuk bersinergi dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Indonesia. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Kepala BNN, Heru Winarko dan Rektor Ubhara, Bambang Karsono, di Auditorium Ubhara, Bekasi, Jawa Barat. Selasa (5/3).Ruang lingkup yang disepakati kedua belah pihak meliputi beberapa hal, diantaranya penyebarluasan Komunikasi, informasi dan Edukasi (KIE) tentang P4GN di lingkungan Ubhara, pembentukan Relawan dan Penggiat Anti Narkoba di lingkungan Ubhara, Pertukaran informasi dan data ilmiah, pelaksanan pengembangan kompetensi bagi pegawai BNN, serta pelaksanaan tes/uji narkoba.Ubhara sebagai perguruan tinggi yang berada dibawah pimpinan yayasan Bara Bhakti berkewajiban mewujudkan pendidikan nasional dengan visi dan misi mendukung keberhasilan tugas pokok dan fungsi Kepolisian Republik Indonesia. Sementara BNN, sebagai focal point dibidang P4GN, berkewajiban untuk menyusun dan melaksanakan kebijakan nasional P4GN. Kedua latar belakang ini menjadi dasar terbentuknya sinergitas antara BNN dan Ubhara. Sinergitas yang terjalin antara keduanya merupakan bukti nyata kepedulian Ubhara terhadap permasalaahan Narkoba di Indonesia. Dengan adanya kerjasama ini, kedua pihak berharap dapat bersama sama menekan angka penyalahgunaan narkoba khususnya dilingkungan kampus Ubhara.Humas BNN

BNN – UBHARA SEPAKAT BERANTAS NARKOBA
5 Maret 2019

BNN – UBHARA SEPAKAT BERANTAS NARKOBA

Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara) sepakat untuk bersinergi dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Indonesia. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Kepala BNN, Heru Winarko dan Rektor Ubhara, Bambang Karsono, di Auditorium Ubhara, Bekasi, Jawa Barat Selasa (5/3).Ruang lingkup yang disepakati kedua belah pihak meliputi beberapa hal, diantaranya penyebarluasan Komunikasi, informasi dan Edukasi (KIE) tentang P4GN di lingkungan Ubhara, pembentukan Relawan dan Penggiat Anti Narkoba di lingkungan Ubhara, Pertukaran informasi dan data ilmiah, pelaksanan pengembangan kompetensi bagi pegawai BNN, serta pelaksanaan tes/uji narkoba.Ubhara sebagai perguruan tinggi yang berada dibawah pimpinan yayasan Bara Bhakti berkewajiban mewujudkan pendidikan nasional dengan visi dan misi mendukung keberhasilan tugas pokok dan fungsi Kepolisian Republik Indonesia. Sementara BNN, sebagai focal point dibidang P4GN, berkewajiban untuk menyusun dan melaksanakan kebijakan nasional P4GN. Kedua latar belakang ini menjadi dasar terbentuknya sinergitas antara BNN dan Ubhara. Sinergitas yang terjalin antara keduanya merupakan bukti nyata kepedulian Ubhara terhadap permasalaahan Narkoba di Indonesia. Dengan adanya kerjasama ini, kedua pihak berharap dapat bersama sama menekan angka penyalahgunaan narkoba khususnya dilingkungan kampus Ubhara.Humas BNN

BNN AMANKAN 30 KG SABU
5 Maret 2019

BNN AMANKAN 30 KG SABU

Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap penyelundupan 30 kg sabu yang dikirim dari Malaysia melalui jalur laut. Sabu tersebut dikemas kedalam beberapa bungkus teh hijau dan disimpan didalam sebuah mobil mini bus yang berhasil diamankan tim BNN di Jl. Raya Siantar, Lubuk Pakam, Deli Serdang.Penyelundupan yang terjadi pada Kamis (28/2) itu terungkap atas kerjasama BNN dengan Tim Bea Cukai Medan. Sabu tersebut diambil dari Pelabuhan Sekinchan dekat Port Klang Malaysia oleh seorang pria berinisial IH (46) menggunakan Kapal Nelayan. Saat memasuki perairan Indonesia kapal bersandar ke Pantai Labu dan sabu tersebut dibawa dengan mengunakan mobil oleh dua orang pria.BNN melakukan penangkapan saat mobil tersebut berada di kawasan Jl. Siantar dan berhasil mengamankan DI (36) dan SD (39). Dari tangan kedua tersangka, BNN mengamankan 3 kantong plastik berisi 30 kg sabu. Pengembangan dilakukan, Tim BNN berhasil mengamankan dua tersangka lainnya berinisial RP (37) dan AS (46).Selain narkotika, BNN juga menyita barang bukti lain diantaranya 1 unit mobil avanza hitam, 1 unit mobil mitsubishi x-Pander, 11 unit HP, 1 buah buku tabungan dan uang tunai sebesar Rp 6.000.000 (enam juta).Kemudian seluruh tersangka dibawa ke kantor BNN guna pengembangan lebih lanjut. Atas perbuatannya, ke enam tersangka terancam pasal Pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1), pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) uu 35 tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancama maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.Humas BNN

BNN TANGKAP OKNUM TNI AD TERLIBAT JARINGAN EKSTASI
5 Maret 2019

BNN TANGKAP OKNUM TNI AD TERLIBAT JARINGAN EKSTASI

Bekerjasama dengan Kodam Bukit Barisan dan Bea Cukai Sumatera Utara, Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggagalkan penyelundupan 48.201 butir pil ekstasi yang dikirim dari Medan menuju Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Dari pengungkapan kasus tersebut, BNN berhasil mengamankan 6 orang tersangka, salah satunya oknum TNI AD. Keenam tersangka berinisial SF, HN, HR, DD, Serda SM dan AD.Pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi yang berhasil didapat tim BNN, bahwa akan ada pengiriman ekstasi dari Medan melalui jalur darat. Pemantauan dilakukan, Tim gabungan berhasil mengamankan SF, HN dan HR di depan Rumah Dinas Bupati Lubuk Linggau Jl. Jend. Ahmad Yani Lintas Sumatera, Sumatera Selatan, pukul 04.45 WIB, Minggu (17/2). Dari penangkapan tersebut, BNN berhasil mengamankan empat kantong berisi 19.100 butir ekstasi. Saat dilakukan penangkapan, satu orang angota sindikat berinisial AD berhasil melarikan diri.Pengembangan dilakukan, dihari yang sama, tepatnya pada pukul 10.00 WIB, Tim berhasil mengamankan seorang lainnya berinisial DD di Jl Irian, Deli Serdang, Sumatera Utara. Kepada petugas, DD mengaku diperintah oleh oknum TNI AD berinisial SM untuk memberikan ekstasi kepada SF dkk.Selanjutnya BNN berkoordinasi dengan Kodam Bukit Barisan dan berhasil mengamankan Serda SM di Jl. Raya Lintas Sumatera, Deli Serdang sekitar pukul 11.25 WIB. Kepada petugas DD juga mengaku masih memiliki ekstasi yang disimpannya atas perintah Serda SM.Pengembangan dilakukan, tim gabungan berhasil menemukan 6 bungkus berisi 29.101 butir ekstasi yang ditanam di peternakan sapi milik warga. Pengembangan masih terus dilakukan, pada hari Rabu, (20/2), di kawasan Serdang Bedagi, Sumatera Utara, tim gabungan berhasil mengamankan AD yang sempat melarikan diri saat penangkapan di Lubuk Linggau beberapa waktu sebelumnya.Selanjutnya Tim BNN membawa lima orang tersangka ke kantor BNN dan menyerahkan Serda SM ke Den Pom Sumatera Utara. Atas perbuatannya, ke enam tersangka terancam pasal Pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1), pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) uu 35 tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancama maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.

LIHAT SEMUA >>

TERPOPULER

PENGUMUMAN PENGADAAN CPNS 2018
19 September 2018

PENGUMUMAN PENGADAAN CPNS 2018

Badan Narkotika Nasional membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia pria dan wanita yang memiliki kemampuan tinggi untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan ditugaskan di Badan Narkotika Nasional Pusat mapun Daerah di seluruh Indonesia.Informasi selengkapnya dapat dibaca melalui dokumen dibawah ini.Dokumen :Pengumuman Pengadaan CPNS 2018 (DOWNLOAD)Pengumuman Perpanjangan Jadwal Pendaftaran Pengadaan CPNS 2018 (DOWNLOAD)Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS BNN 2018 (DOWNLOAD)Pengumuman SKD CPNS BNN 2018(DOWNLOAD)Lampiran I Pengumuman SKD CPNS BNN 2018 Jakarta(DOWNLOAD)Lampiran II Pengumuman SKD CPNS BNN 2018 Medan(DOWNLOAD)Lampiran III Pengumuman SKD CPNS BNN 2018 Yogyakarta(DOWNLOAD)Lampiran IV Pengumuman SKD CPNS BNN 2018 Palembang(DOWNLOAD)Lampiran V Pengumuman SKD CPNS BNN 2018 Makassar(DOWNLOAD)Lampiran VI Pengumuman SKD CPNS BNN 2018 Denpasar(DOWNLOAD)Lampiran VII Pengumuman SKD CPNS BNN 2018 Banjarmasin(DOWNLOAD)Lampiran VIII Pengumuman SKD CPNS BNN 2018 Manado(DOWNLOAD)Lampiran IX Pengumuman SKD CPNS BNN 2018 Jayapura(DOWNLOAD)Lampiran X Tata Tertib SKD CPNS BNN 2018(DOWNLOAD)Pengumuman hasil SKD dan pelaksanaan SKB CPNS BNN 2018Pengumuman (Download)Lampiran I Hasil SKD CPNS BNN 2018 (Download)Lampiran II Daftar Peserta Lulus SKD Mengikuti SKB (Download)Lampiran III Kelengkapan Berkas Periksa Kesehatan (Download)

PENGUMUMAN HASIL SKD DAN PELAKSANAAN SKB CPNS BNN 2018
4 Desember 2018

PENGUMUMAN HASIL SKD DAN PELAKSANAAN SKB CPNS BNN 2018

Pengumuman hasil SKD dan pelaksanaan SKB CPNS BNN 2018Pengumuman (Download)Lampiran I Hasil SKD CPNS BNN 2018 (Download)Lampiran II Daftar Peserta Lulus SKD Mengikuti SKB (Download)Lampiran III Kelengkapan Berkas Periksa Kesehatan (Download)

SIARAN PERS AKHIR TAHUN 2018
20 Desember 2018

SIARAN PERS AKHIR TAHUN 2018

Bangsa ini tengah dihadapkan pada situasi darurat narkoba sehingga diperlukan upaya serius untuk mengatasinya. Upaya pengurangan supply dan demand pun terus dilakukan secara berimbang. Pada sisi supply reduction, melalui upaya pemberantasan, BNN telah melakukan berbagai ungkap kasus sepanjang tahun 2018, diantaranya 914 kasus narkotika/prekursor narkotika yang melibatkan 1.355 orang tersangka dan sebanyak 53 ungkap kasus TPPU yang melibatkan 70 orang tersangka dengan total aset Rp 229 miliar. Sementara Polri berhasil mengungkap kasus narkotika/prekursor narkotika sebanyak 33.060 kasus dengan jumlah tersangka 43.320 orang dan kasus TPPU sejumlah 7 kasus dengan jumlah tersangka 8 orang. Sementara itu jumlah barang bukti yang disita sepanjang tahun 2018 oleh BNN dan Polri serta Bea CukaiDari seluruh kasus yang diungkap, BNN mengidentifikasi di tahun 2018 ada 83 jaringan sindikat narkoba, sedangkan pada tahun 2017 sebanyak 99 jaringan. Banyaknya kasus dan jumlah barang bukti yang diungkap merupakan bukti dari kerja keras BNN dan kerja sama yang kuat dengan instansi terkait baik TNI, Polri dan Bea Cukai. Salah satu bukti sinergi yang dilakukan, yaitu pengungkapan kasus 1,037 ton shabu di perairan Batam, pada Februari 2018 lalu. Langkah pemberantasan tidak akan menghasilkan dampak yang signifikan jika tidak diimbangi dengan demand reduction atau pengurangan permintaan narkoba melalui langkah pencegahan. Dalam rangka pencegahan mulai dari kawasan pedesaan, BNN bersama dengan Kemendagri dan Kementerian Desa PDTT telah merintis program desa bersinar atau desa bersih dari narkoba. Program ini melibatkan tiga pilar, yaitu Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Kepala Desa beserta Puskesmas. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya narkoba, BNN juga telah melaksanakan kampanye stop narkoba kepada 5.500 orang, dan pembentukan relawan anti narkoba sebanyak 4.498 orang. BNN telah mengidentifikasi 654 lokasi kawasan rawan narkoba dan melakukan intervensi melalui program pemberdayaan anti narkoba di 55 lokasi yaitu di 36 kawasan perkotaan dan 19 kawasan pedesaan. Pada tahun ini juga BNN bersama dengan instansi terkait melanjutkan program Grand Design of Alternative Development, di tiga titik pilot project yaitu Aceh Besar, Bireuen, dan Gayo Lues. Melalui program ini masyarakat diharapakan tidak lagi menanam ganja tapi menggantinya dengan tanaman legal dan bernilai ekonomi tinggi. Selain itu, dalam upaya pemberdayaan masyarakat, BNN juga mendayagunakan peran serta masyarakat guna menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba, baik dengan sosialisasi bahaya narkoba maupun pelaksanaan uji narkoba di seluruh indonesia. Dalam tahun ini BNN telah melakukan tes urine sebanyak 4.652 kali dengan peserta sebanyak 297.918 orang. Dalam rangka upaya penyelamatan para penyalahguna dari jeratan narkoba, pada tahun ini BNN telah meningkatkan kapasitas petugas rehabilitasi pada 522 lembaga baik instansi pemerintah maupun komponen masyarakat. Sementara itu, jumlah penyalahguna yang sudah direhabilitasi oleh lembaga rehabilitasi milik pemerintah dan komponen masyarakat sebanyak 15.263 orang. BNN juga telah memberikan layanan pasca rehabilitasi kepada 4.231 mantan penyalahguna narkobaGuna mengoptimalkan terselenggaranya program rehabilitasi, BNN melatih para aparat penegak hukum untuk menyamakan persepsi terkait penanganan penyalahguna narkotika yang akan ditempatkan di lembaga rehabilitasi di lima wilayah. Langkah ini merupakan kerja sama dengan badan dunia yang mengurusi masalah kriminal dan narkoba atau UNODC. Untuk menguatkan perlawanan terhadap narkoba, BNN membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa, baik di dalam maupun luar negeri. Pada tahun ini BNN telah menjalin kerja sama dengan 7 instansi pemerintah, 9 BUMN, 6 lingkungan pendidikan, dan 13 komponen masyarakat dengan total dokumen kerja sama sebanyak 54 dokumen. Secara khusus, BNN menguatkan kerja sama dengan Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham dalam rehabilitasi narkotika bagi tahanan, warga binaan pemasyarakatan, dan petugas pemasyarakatan. Dalam tataran internasional, BNN telah menggalang kerja sama dengan sejumlah negara seperti, Malaysia, Thailand, Filipina, Australia, India, Fiji, Maroko, dan Nigeria. Hal ini sebagai bukti BNN tidak lagi defensif, tapi ofensif menangkal narkoba dari luar negeri. Bahkan BNN mendorong agar para dubes di beberapa negara lebih proaktif dalam mencegah masuknya narkoba ke Indonesia. Menyikapi persoalan narkoba yang masih mengancam, Presiden RI telah mengeluarkan Inpres No. 6 tahun 2018 tentang rencana aksi nasional P4GN. Melalui Inpres ini, seluruh kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah harus melakukan aksi P4GN yang nantinya dilaporkan ke Presiden RI. Inpres ini juga mendorong dibuatnya peraturan P4GN di kementerian/lembaga atau perda di tingkat provinsi dan kab/kota. Sebagai respon positif terhadap Inpres tersebut, sejumlah kementerian atau lembaga, Pemda, BUMN, dan instansi swasta telah melakukan aksi nyata, baik dalam bentuk sosialisasi bahaya narkoba, tes urine, ataupun pembentukan kader anti narkoba dalam mendukung terselenggaranya Inpres No. 6 tahun 2018.

PENGUMUMAN HASIL SKD CPNS
14 November 2017

PENGUMUMAN HASIL SKD CPNS

PENGUMUMAN HASIL SKD CPNS (Download)

PENGUMUMAN JADWAL SELEKSI KOMPETENSI DASAR PENGADAAN CPNS BNN TA 2018
31 Oktober 2018

PENGUMUMAN JADWAL SELEKSI KOMPETENSI DASAR PENGADAAN CPNS BNN TA 2018

PENGUMUMAN JADWAL SELEKSI KOMPETENSI DASAR PENGADAAN CPNS BNN TA 2018 (Download)PENGUMUMAN & TATA TERTIB SKD (Download)SKD CPNS BNN 2018 JAKARTA (Download)SKD CPNS BNN 2018 MEDAN (Download)SKD CPNS BNN 2018 YOGYAKARTA (Download)SKD CPNS BNN 2018 PALEMBANG (Download)SKD CPNS BNN 2018 MAKASSAR (Download)SKD CPNS BNN 2018 DENPASAR (Download)SKD CPNS BNN 2018 BANJARMASIN (Download)SKD CPNS BNN 2018 MANADO (Download)SKD CPNS BNN 2018 JAYAPURA (Download)

LIHAT SEMUA >>

Suara Masyarakat

TAUTAN TERKAIT