Hukuman mati diyakini dapat memberikan efek jera pada bandar narkoba dan warning pada dunia bahwa Indonesia serius memberantas para pelaku kejahatan kelas berat narkotika. Namun, pelaksanaan hukuman mati tetap harus memperhatikan tiga catatan penting.Dalam perspektif Kepala BNN, Dr Anang Iskandar, pidana mati akan menjadi efektif jika tiga hal terpenuhi, antara lain, yang pertama adanya integritas penegak hukum dari tingkat penyidikan hingga pengadilan dan terakhir eksekusi mati. Kedua, seluruh pengambil kebijakan menunjukkan konsistensi terhadap pelaksanaan hukuman mati, dan terakhir, jangka waktu tidak terlalu lama dari dijatuhkannya kekuatan hukum tetap hingga eksekusi. Menanggapi persoalan eksekusi mati, Kepala BNN, Dr Anang Iskandar berpandangan, bahwa langkah ini merupakan salah satu strategi melawan kejahatan narkoba. Menurutnya, eksekusi mati menjadi pesan yang sangat serius pada para sindikat agar tidak coba-coba bermain-main narkoba di negeri ini, karena Indonesia serius memberantas kejahatan narkoba dengan menjalankan undang-undang secara serius. Lebih lanjut lagi, Kepala BNN menegaskan bahwa hukuman mati merupakan salah satu bentuk proteksi negara untuk rakyatnya dalam konteks menangkal ancaman bahaya narkotika. Dasar penghormatan terhadap hak asasi manusia rakyat Indonesia, yang harus dilindungi dan diselamatkan, beber Kepala BNN. Di samping itu, pemberlakukan hukuman mati didasarkan pada tujuan negara untuk mempersempit ruang gerak jaringan sindikat untuk mengulangi kejahatan peredaran narkoba di balik jeruji besi.
Berita Utama
Perspektif Kepala BNN Terkait Efektivitas Vonis Mati
Terkini
-
BNN Perkuat Pemutakhiran Data Kawasan Rawan Narkoba melalui Pengukuran IKRN Tahun 2026 Berbasis Website 04 Nov 2026 -
BNN GELAR PELATIHAN UTC 19 BAGI PETUGAS KESEHATAN 04 Nov 2026 -
DUA ANGGOTA BPK RI RESMI DILANTIK, INSPEKTUR UTAMA BNN RI TURUT HADIR 03 Nov 2026 -
BNN BEKALI SISWA SMPIT INSAN MANDIRI DENGAN LITERASI NARKOBA DAN KETAHANAN DIRI 03 Nov 2026 -
122 HEKTARE LAHAN GANJA DIMUSNAHKAN, BNN DAN POLRI PUTUS RANTAI PASOK NARKOTIKA 02 Nov 2026 -
BNN Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Kawasan Rawan Narkoba melalui Pelatihan Konten Kreator di Kabupaten Bogor 02 Nov 2026 -
TANPA PERLAWANAN BERARTI, TIM GABUNGAN GREBEK KAWASAN RAWAN KAMPUNG BAHARI 01 Nov 2026
Populer
- PERKUAT KEBIJAKAN REHABILITASI BERBASIS BUKTI, BNN GELAR BIMTEK PENGISIAN INTAN IBM TAHUN 2026 07 Okt 2026

- BNN EVALUASI CAPAIAN REHABILITASI BERKELANJUTAN TRIWULAN III TAHUN 2026 05 Okt 2026

- PEJABAT UTAMA BNN RI IKUTI ARAHAN PRESIDEN PRABOWO DI ISTANA NEGARA 07 Okt 2026

- TUJUH K/L GELAR RAPAT KOORDINASI PENANGANAN OVERCAPACITY LAPAS 06 Okt 2026

- BNN PERKUAT PEMANTAUAN PEMULIHAN MELALUI REKONSILIASI DATA REHABILITASI 06 Okt 2026

- DUKUNG PENANGANAN OVER KAPASITAS LAPAS, BNN SIAPKAN SKEMA REHABILITASI WARGA BINAAN 10 Okt 2026

- DIREKTORAT ADVOKASI BNN PERKUAT SINERGI P4GN DENGAN DINAS PENDIDIKAN SULAWESI UTARA 10 Okt 2026
