UnggulanBerita Utama

Kepala BNN Hadiri Diskusi Tentang Optimalisasi Pangan di Masa Pandemi

Dibaca: 48 Oleh 06 Agu 2020Tidak ada komentar
Kepala BNN Hadiri Diskusi Tentang Optimalisasi Pangan di Masa Pandemi
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

BNN.GO.ID – Jakarta, Pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini telah melemahkan berbagai sektor terutama ekonomi. Pemerintah terus berupaya untuk melakukan pemulihan agar perekenomian Indonesia kembali bangkit. Pekerjaan besar ini tentu saja membutuhkan dukungan baik tenaga maupun pemikiran dari berbagai elemen bangsa.

Sebagai respon nyata untuk hal ini, Deputi Pengkajian Strategik Direktorat Pengkajian Ekonomi dan SKA Lemhanas RI mengundang para tokoh nasional untuk hadir dalam kegiatan Round Table Discussion Kajian Quick Response Ditjen Ekonomi Dan Ska Debid Jianstra Lemhannas RI Tahun 2020 Dengan Judul Optimalisasi Produksi Pangan Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional Di Masa Pandemi Covid 19, di Ruang Kresna, Gedung Astagatra, Lemhanas RI, Jakarta, Kamis (6/8).

Dalam kesempatan ini, Kepala BNN RI, Drs. Heru Winarko, S.H. turut hadir sebagai peserta kegiatan diskusi. Kehadiran BNN bernilai penting dalam ruang pembahasan kali ini. Karena pada dasarnya, BNN tak hanya melakukan upaya pemberantasan jaringan sindikat narkoba semata, namun juga menjalankan program lain yang beririsan dengan stakeholder di bidang produksi pangan. Seperti diketahui bersama, bahwa BNN memiliki program Grand Design Alternative Development di Aceh. Esensi dari program tersebut adalah alih fungsi lahan ganja menjadi lahan dengan komoditas legal, produktif dan bernilai ekonomi tinggi.

Sepanjang 2019 lalu, program Grand AD diimplementasikan di Bireun, Gayo Lues, dan Aceh Besar. Salah satu komoditi yang dikembangkan adalah jagung yang ditanam di Aceh Besar di lahan seluas 30 hektar, lahan seluas 11,01 hektar di Kabupaten Bireun dan 54 hektar di Kabupaten Gayo Lues. Hasilnya, pada 21 Februari 2020 lalu, BNN bersama dengan Kementan sukses melaksanakan panen raya puluhan ribu ton jagung di Gampong Batee Raya, Kabupaten Bireun di atas lahan seluas 11,017 hektar.

Dari fakta tersebut di atas, jelas bahwa selama ini BNN mengambil peran yang cukup strategis untuk mendongkrak perekenomian masyarakat khususnya di Aceh melalui kultivasi komoditas unggul seperti jagung dan tanaman lainnya.

Adapun kegiatan diskusi pada hari ini dihadiri oleh sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya. Pemateri pertama adalah Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, S.I.P. selaku Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia. Pada kesempatan ini ia memaparkan materi dengan subjudul Optimalisasi Pengelolaan Lahan Pertanian Untuk Meningkatkan Produksi Pangan Dan Kesempatan Kerja Bagi Korban Pandemi Covid-19.

Pemateri selanjutnya yaitu Dr. Syahrul Yasin Limpo S.H.,M.Si.,M.H. selaku Menteri Pertanian Republik Indonesia dengan subjudul Terobosan Kebijakan Peningkatan Produksi Pangan Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional Di Masa Covid-19. Sedangkan pemateri selanjutnya yaitu Dr. Andi Tenrisau S.H.,M.Hum selaku Direktur Jenderal Penataan Agraria Kementerian Agraria Dan Tata Ruang RI dan Dr. Marcelino Rumambo Pandin selaku Komisaris PT Telkom Persero. Selain itu kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari jajaran direksi PT Indofood Sukses Makmur, PT West Seed Indonesia, dan dari Lemhanas RI. (BK)

Biro Humas dan Protokol BNN RI
#hidup100persen

Instagram: @infobnn_ri
Twitter. : @infobnn
Facebook Fan page : @humas.bnn
YouTube: Humasnewsbnn

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel