Berita Utama

Silaturahmi, Cara Sederhana Jangkau Penyalah Guna Narkoba

Dibaca: 18 Oleh 18 Nov 2013Agustus 2nd, 2019Tidak ada komentar
Badan Narkotika Nasional
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Hingga saat ini, banyak penyalah guna narkoba yang belum menjalani rehabilitasi. Mereka belum tersentuh dan terjangkau, karena berada dalam komunitas yang masih tersembunyi. Masalah ini tidak boleh dibiarkan, oleh karena itulah masyarakat harus lebih peduli untuk mencermati kondisi lingkungannya. Seperti diulas dr Kusman Suriakusumah SpKj, Deputi Rehabilitasi BNN, di beberapa kesempatan ia mengatakan sedikitnya di tiap RW di Jakarta ini terdapat kurang lebih 70 penyalah guna narkoba. Ia menyadari upaya penjangkauan memang sulit, namun hal itu harus dilakukan agar para penyalah guna mendapatkan akses pengobatan. Penjangkauan bisa dilakukan dengan beragam cara. Sulaeman, salah seorang aktivis pelaksana rehabilitasi lanjutan korban narkoba di bawah Yayasan Sahabat Rekan Sebaya mengatakan, penjangkauan itu bisa dilakukan dengan sering-sering bersilaturahmi. Dalam konsep islam itu sendiri, silaturahmi merupakan pertemuan kasih sayang. Jadi melalui silaturahmi kita bisa menanyakan kabar seseorang, dan jika ternyata ada masalah seperti penyalahgunaan narkoba kita bisa membantunya dengan mengarahkan pada si penyalah guna narkoba itu untuk direhabilitasi, ujar Sulaeman saat menjadi pembicara dalam kegiatan Focus Group Discussion bertema Kepedulian Masyarakat Dalam Menjangkau Pecandu Mengikuti Rehabilitasi di depan Sekretariat RW 04 Kelurahan Kebon Kelapa Kecamatan Gambir, Senin (18/11). Menanggapi pentingnya membantu penyalah guna narkoba untuk kembali pulih, Satuan Tugas Anti Narkoba Kelurahan Kebon Kelapa terus meningkatkan upaya penjangkauannya di tengah-tengah masyarakat. Menurut Subur Sugiarto, Kepala Satgas Anti Narkoba Kebon Kelapa, para penyalah guna narkoba di lingkungannya sudah semakin berkurang. Dulu ada sekitar 30-40 pecandu narkoba di lingkungan kita, tapi semakin kita jangkau dan berikan pengarahan, berangsur-angsur jumlah pecandu berkurang karena mereka sadar untuk bertobat dan berobat, papar Subur. Dalam proses penjangkauan, Subur mengatakan para satgas turun ke lapangan dengan pendekatan kekeluargaan. Mereka kita berikan pengarahan, dan pemahaman tentang pentingnya menjalani rehabilitasi, sampai akhirnya banyak yang mau kita antar ke Puskesmas untuk berobat, imbuh Subur. Menurut Subur, pihaknya harus terus memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai rehabilitasi, karena pada faktanya masih banyak dari kalangan penyalah guna yang enggan untuk berobat karena khawatir ditangkap aparat kepolisian. Selain kepedulian dan pengawasan lingkungan yang aktif, Nana Masnah, seorang psikolog mengingatkan ketahanan keluarga juga menjadi elemen penting dan mendasar dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba. Menurut Nana, pola pengasuhan terhadap anak di usia dini menjadi kunci penting dalam membentuk karakter sang anak. Ketika pola pengasuhannya tepat, anak akan tumbuh menjadi anak yang tangguh dan berkepribadian kokoh, sehingga ia akan nyaman dan aman menjalani kehidupannya, dan tentu saja tidak akan goyah dengan rayuan narkoba, pungkas Nana.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel