Berita Utama

Jaringan Narkoba Kelas Kakap Di Gresik Mulai Terungkap

Oleh 03 Mei 2013 Agustus 2nd, 2019 Tidak ada komentar
Badan Narkotika Nasional
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

­Petugas Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Timur dan Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) menggerebek rumah di Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Sabtu (27/4) dan menagkap 2 gadis yang terlibat jaringan gelap Narkoba Kelas Kakap.Dua gadis yang ditangkap berinitial NAS (21) dan DP (16). Keduanya ditangkap berdasarkan hasil pengembangan pascapenangkapan Iwan Setiawan, pengedar narkoba yang tertangkap petugas Bea Cukai Bandara Juanda, Kamis (25/4) lalu.Kepala Seksi Pemberantasan BNK Gresik, Drs.Kusyairi,penyergapan Dua gadis tersebut diduga jaringan narkoba sindikat Iwan, Dalam penggerebekan tersebut, kami sebatas membantu tim BNP Jatim. Proses pengembangan masih terus dilakukan,” katanya.Penggerebekan itu berawal dari keterangan Iwan. Versi Iwan, NAS berperan sebagai kurir sabu sindikatnya. Awalnya dua petugas gabungan mengintai rumah NAS pada Sabtu (27/4/2013) sekitar pukul 13.00 WIB. NAS selama ini mengaku lulusan program diploma salah satu perguruan tinggi negeri.Sekitar pukul 15.30 WIB, petugas gabungan meluncur ke lokasi dengan membawa serta Iwan. NAS ditangkap saat hendak keluar rumah. Saat menyisir rumah NAS, petugas menemukan uang tunai hasil transaksi Rp 200 juta, 30 unit bong (alat hisap sabu) modifikasi siap pakai, 25 butir pil ekstasi, dan 200 gram sabu dan mengamankan 2 unit sepedamotor Scoopy. Sementara DP, pembantu rumah tangga ditangkap karena ikut membantu penyimpanan narkoba yang dibawa NAS. NAS dan DP dibawa ke BNNP Jatim sekitar pukul 17.30 WIB.Petugas terus mengembangkan penyidikan. NAS diperkirakan tidak sekedar kurir.Peran NAS dinilai cukup vital. Rumahnya dijadikan tempat penyimpanan narkoba oleh Iwan. Narkoba diperoleh Iwan dari Jakarta langsung dikirim ke Gresik, sebelum kemudian diedarkan. BNNP Jatim sudah mendata beberapa nama lain yang masuk dalam jaringan Iwan. Diduga, jaringan ini tersebar di beberapa kota di Jatim.Usai penangkapan, BNNK Gresik menerjunkan personel untuk berjaga-jaga di kediaman NAS untuk menunggui ayah tersangka. Kondisi ayahnya stroke berat dan mengkhawatirkan. Tubuhnya tidak bisa digerakkan kecuali tangan sebelah kanan.Ibu NAS baru tiba di rumah pukul 23.00 WIB, setelah meluncur dari Madiun. Pekerja BUMN itu masih terpukul. Tetapi pada Minggu (28/4/2013) ada seorang mengaku aparat Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Gresik. Orang itu menjanjikan membantu NAS.”Kami minta permintaan penelpon itu jangan dituruti karena banyak laporan serupa berujung penipuan, Apalagi, sesuai Undang-undang narkoba, para tersangka berada dalam pengawasan kami selama 3 x 24 jam,” kata Drs. Kusyairi Kasi Pemberantasan BNN Kabupaten Gresik.

Baca juga:  Pemusnahan Ke-25 BNN, Sabu Tak Bertuan

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel