
Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) menerima audiensi dan studi tiru dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Kantor BNN RI, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (28/4).
Dalam sambutannya, Plt. Inspektur Utama BNN RI, Dicky Kusumawardhana, menyampaikan kegiatan audiensi dan studi tiru ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar lembaga dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Ia menjelaskan bahwa capaian pelayanan publik BNN tidak terlepas dari peran strategis pimpinan dalam pengorganisasian, serta kolaborasi yang solid antar satuan kerja. Selain itu, pembangunan pemahaman bersama mengenai pentingnya pelayanan publik juga menjadi kunci dalam mendorong peningkatan kinerja.
BNN sendiri mencatatkan capaian positif dalam reformasi birokrasi. Indeks reformasi birokrasi pada tahun 2024 mencapai 82,47 dan meningkat menjadi 84,37 pada tahun 2025, yang merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2016. Sejumlah indikator pelayanan publik juga memperoleh predikat sangat baik, di antaranya tingkat tindak lanjut pengaduan masyarakat, indeks pelayanan publik, kepatuhan standar pelayanan, serta survei kepuasan masyarakat.
Meski demikian, Dicky Kusumawardhana menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses berkelanjutan untuk terus melakukan perbaikan kualitas pelayanan publik.
Selanjutnya, perwakilan LPSK, Enteng Mundiati, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melakukan studi tiru dalam rangka persiapan menghadapi penilaian pelayanan publik oleh Ombudsman RI pada tahun 2026.
Ia menjelaskan bahwa selama ini LPSK belum menjadi fokus audit Ombudsman, sehingga membutuhkan pendalaman terkait mekanisme penilaian serta strategi yang dilakukan oleh instansi yang telah meraih capaian baik, seperti BNN.
“Kami berharap dapat memperoleh pembelajaran dan pendalaman terkait mekanisme penilaian Ombudsman RI, serta strategi yang dilakukan BNN dalam mempersiapkan pelayanan publik yang berkualitas,” ujarnya.
LPSK juga menyampaikan harapan agar dapat mengikuti jejak BNN dalam meraih penilaian pelayanan publik terbaik, serta membuka peluang kerja sama yang lebih erat antara kedua lembaga ke depan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin pertukaran pengetahuan (knowledge sharing) dan penguatan sinergi antar lembaga dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN RI













