Dalam upaya penanggulangan masalah narkoba, gerakan masyarakat memiliki peran yang sangat vital. Badan Narkotika Nasional (BNN) perlu bergandengan tangan dengan unsur masyarakat dalam rangka mengakselerasikan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Kepala BNN, DR Anang Iskandar mengatakan, peran serta masyarakat dalam hal mencegah dan merehabilitasi merupakan kunci penting. Gerakan masyarakat yang masif baik dalam pencegahan maupun rehabilitasi merupakan kunci dari segala kunci dalam upaya pengentasan masalah narkoba.Ujar Kepala BNN saat memberikan arahan kepada anggota Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba (Fokan), di Gedung BNN, Rabu (17/10). Di hadapan para pegiat anti narkoba ini, Kepala BNN juga mengungkapkan bahwa pemahaman masyarakat tentang masalah narkoba masih belum cukup memadai. Hal ini ditandai dengan masih banyaknya masyarakat yang senang dengan penghukuman pada penyalah guna narkoba. Banyak orang masih suka budaya hukum menghukum pada penyalah guna narkoba, padahal mereka harusnya menjalani rehabilitasi agar pulih, imbuh Kepala BNN. Dalam konteks inilah, diharapkan peran para pegiat anti narkoba yang tergabung dalam Fokan agar dapat membantu merubah paradigma di tengah masyarakat tentang dekriminalisasi dan depenalisasi terhadap penyalah guna narkoba. Sederhananya, dekriminalisasi itu adalah menempatkan penyalah guna narkoba di tempat rehabilitasi bukan di balik jeruji besi, setelah melalui proses assessment. Penempatan tersebut bahkan bisa dilakukan sejak proses penyidikan, kata Jenderal bintang tiga yang punya hobi melukis ini. Sedangkan dalam konstruksi depenalisasi, maka para penyalah guna narkoba yang melaporkan dirinya ke Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) tidak dikenakan sanksi pidana, pungkas Kepala BNN. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Fokan, Anhar Nasution menegaskan komitmen pihaknya dalam rangka mendukung BNN dalam mengakselerasikan P4GN. Ke depannya, ia meminta BNN untuk memberikan pembekalan yang lebih mendalam tentang masalah adiksi sehingga dalam roda kegiatan yang akan dilaksanakan di masa mendatang, Fokan akan lebih bisa berperan maksimal. (bk/hms)
Berita Utama
Gerakan Masyarakat Mencegah dan Merehabilitasi Kunci Kesuksesan Penanggulangan Narkoba
Terkini
-
BNN TINGKATKAN KESADARAN KEAMANAN SIBER MELALUI SOSIALISASI SECURITY AWARNESS 2026 01 Okt 2026 -
BANGUN KEMANDIRIAN EKONOMI KLIEN PASCAREHABILITASI, BNN GANDENG KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN 01 Okt 2026 -
KEPALA BNN RI LEPAS SEJUMLAH PEJABAT PIMPINAN TINGGI YANG MEMASUKI MASA PURNA TUGAS 01 Okt 2026 -
HADAPI ANCAMAN NARKOTIKA, BNN DORONG PENGUATAN SINERGI BERSAMA BAKOM RI 30 Sep 2026 -
GELAR RAPAT PENGOLAHAN DATA IKM LAYANAN REHABILITASI 2026, BNN DORONG EFISIENSI ADMINISTRASI DAN PENINGKATAN MUTU LAYANAN 30 Sep 2026 -
BNN LANTIK 10 PEJABAT, PERKUAT PELAKSANAAN P4GN 29 Sep 2026 -
BNN BERSAMA LAN DORONG PERAN AKTIF ASN DALAM GERAKAN ANTI NARKOBA 29 Sep 2026
Populer
- WASPADA NARKOTIKA CAIR, BNN IMBAU PELARANGAN ROKOK ELEKTRIK DI LINGKUNGAN GARUDA INDONESIA 10 Sep 2026

- SUARAKAN PENCEGAHAN MELALUI SENI TRADISIONAL, BNNP JAWA BARAT SUKSES GELAR PENJURIAN PASANGGIRI AGUNG NGAWIH SINOM “NARKOBA MUSUH BANGSA” 04 Sep 2026

- BNN DAN PPATK PERKUAT SINERGI HADAPI MER FATF 2029 10 Sep 2026

- KEPALA BNN RI HADIRI WISUDA PURNAWIRA PATI POLRI 10 Sep 2026

- PELATIHAN USAI, BNN DORONG PENINGKATAN KOMPETENSI BERDAMPAK PADA KINERJA 04 Sep 2026

- IKR 2026 DISEMPURNAKAN, BNN PERKUAT PENGUKURAN KAPABILITAS LAYANAN REHABILITASI 03 Sep 2026

- KOMISI III DPR RI DUKUNG PENGUATAN ANGGARAN BNN HADAPI ANCAMAN NARKOTIKA 02 Sep 2026
