Fenomena penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda dan pelajar semakin mencemaskan, di mana diakhir tahun 2013 telah tertangkap oleh satnarkoba Polres kuningan 4 pelajar SMA di Kuningan yang menggunakan narkoba jenis ganja. Hal ini tentunya sangat memprihantinkan, di mana mereka sebagai pelajar yang merupakan generasi penerus bangsa yang dengan kecerobohannya menggunakan ganja. Dalam menyikapi fenomena pada tahun 2014 ini, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kuningan akan melaksanakan kunjungan ke lima puluh (50) sekolah menengah atas dan kejuruan di Kabupaten Kuningan, dalam rangka pemberian penyuluhan / sosialisasi. Perkembangan peredaran narkoba di Kabupaten Kuningan di dominasi maraknya peredaran ganja dan obat-obatan berbahaya (dextro/trihek). Hasil kunjungan terhadap beberapa sekolah yang dilakukan penyuluhan program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN), tergambarkan bahwa kecenderungan dari penyalahgunaan narkoba seringkali didorong oleh sikap pelarian dari berbagai masalah yang dialami oleh pelajar/generasi muda yang akhirnya menempuh jalan yang sesat. Hal ini dipicu oleh berbagai faktor pemicu diantaranya ; kepribadian remaja yang labil, mencari identitas diri, tekanan teman sebaya, kondisi keluarga yang tidak harmonis serta pengawasan orang tua yang kurang. Upaya tindakan preventif dengan melaksanakan kunjungan ke sekolah dan melaksanakan penyuluhan yang dilaksanakan oleh BNN serta penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian, tidak akan berjalan baik tanpa dukungan dan peran serta masyarakat. Hasil kegiatan penyuluhan dan penegakan hukum, mungkin masih dinilai oleh masyarakat belum apa-apa dibanding realitas semakin merajalelanya penjualan dan pemakaian narkoba di berbagai tempat yang belum tersentuh. Terobosan dan program yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kuningan diawal tahun 2014 ini, telah melaksanakan kunjungan ke 16 sekolah menengah atas dan kejuruan dalam upaya jemput bola tersebut diberikan materi mengenai 3 sifat jahat narkoba dan dampak penggunaan narkoba serta pemberian motivasi mengenai pola pikir hidup sehat tanpa narkoba, ini yang kita gelorakan papar Kepala BNN Kabupaten Kuningan Guruh Irawan Zulkarnaen, S.STP, M.Si didampingi kasi pencegahan Agus Mulya,S.Pd, M.Si dalam pemberian materi P4GN dalam acara diklat anti kekerasan siswa SMK se-Kabupaten Kuningan yang dilaksanakan tanggal 28 januari 2014 di wisma permata kuningan.Pada kesempatan berbeda pada kunjungan ke SMKN 2 Kuningan dalam acara pelepasan prakerin dan pelantikan bantara pramuka ke laksana, pemberian materi disampaikan oleh penyuluh seksi pencegahan John Raharja,S.IP, dalam pemaparan materi P4GN terdapat pertanyaan yang menarik yang disampaikan oleh siswi SMKN 2 Kuningan, yang menanyakan mengapa peredaran narkoba semakin luas dan bagaimana cara mengatasinya?. Pertanyaan menarik tersebut merupakan sebuah harapan dan keinginan mereka bahwa upaya penanggulangan narkoba harus terus dilakukan secara komprehensif dan masif. Kita akui ujar john raharja pada penyuluhan di SMKN 2 Kuningan bahwa dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika telah mengatur ancaman hukuman berat bagi siapa saja yang terlibat dalam kepemilikan dan peredaran narkoba, nyatanya belum ada tanda-tanda kasus-kasus narkoba akan berkurang. Bahkan sebaliknya seiring era globalisasi dan mudahnya akses informasi serta sarana komunikasi, kita dapat merasakan makin maraknya penyalahgunaan narkoba. Untuk itu dibutuhkan sinergitas peran diantara institus/lembagai dan elemen masyarakat melalui pelaksanaan penyuluhan P4GN ini merupakan salahsatu upaya memutus mata rantai peredaran narkoba dengan menjadikan pelajar yang imun terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Dalam persepsi normatif upaya yang dilakukan adalah dengan penegakan hukum yang tegas dan tidak pandang bulu dalam kejahatan berbahaya tersebut. Dalam literature Organized Crime narkoba dikatakan sebagai salahsatu core bussines yang menjadikan dana melimpah hasil peredaran narkoba yang di investasikan sebagai dana untuk cara-cara penyuapan. (bnnk kuningan)
Berita Utama
BNN Kabupaten Kuningan Bangun Atmosfer P4GN di 50 Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan
Terkini
-
BNN Perkuat Pemutakhiran Data Kawasan Rawan Narkoba melalui Pengukuran IKRN Tahun 2026 Berbasis Website 04 Nov 2026 -
BNN GELAR PELATIHAN UTC 19 BAGI PETUGAS KESEHATAN 04 Nov 2026 -
DUA ANGGOTA BPK RI RESMI DILANTIK, INSPEKTUR UTAMA BNN RI TURUT HADIR 03 Nov 2026 -
BNN BEKALI SISWA SMPIT INSAN MANDIRI DENGAN LITERASI NARKOBA DAN KETAHANAN DIRI 03 Nov 2026 -
122 HEKTARE LAHAN GANJA DIMUSNAHKAN, BNN DAN POLRI PUTUS RANTAI PASOK NARKOTIKA 02 Nov 2026 -
BNN Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Kawasan Rawan Narkoba melalui Pelatihan Konten Kreator di Kabupaten Bogor 02 Nov 2026 -
TANPA PERLAWANAN BERARTI, TIM GABUNGAN GREBEK KAWASAN RAWAN KAMPUNG BAHARI 01 Nov 2026
Populer
- PERKUAT KEBIJAKAN REHABILITASI BERBASIS BUKTI, BNN GELAR BIMTEK PENGISIAN INTAN IBM TAHUN 2026 07 Okt 2026

- BNN EVALUASI CAPAIAN REHABILITASI BERKELANJUTAN TRIWULAN III TAHUN 2026 05 Okt 2026

- PEJABAT UTAMA BNN RI IKUTI ARAHAN PRESIDEN PRABOWO DI ISTANA NEGARA 07 Okt 2026

- TUJUH K/L GELAR RAPAT KOORDINASI PENANGANAN OVERCAPACITY LAPAS 06 Okt 2026

- BNN PERKUAT PEMANTAUAN PEMULIHAN MELALUI REKONSILIASI DATA REHABILITASI 06 Okt 2026

- DUKUNG PENANGANAN OVER KAPASITAS LAPAS, BNN SIAPKAN SKEMA REHABILITASI WARGA BINAAN 10 Okt 2026

- DIREKTORAT ADVOKASI BNN PERKUAT SINERGI P4GN DENGAN DINAS PENDIDIKAN SULAWESI UTARA 10 Okt 2026
