Peringati hari anti narkotika internasional (HANI) 2018 UNODC dan BNN gelar pertemuan bersama beberapa perwakilan kedutaan besar negara sahabat, Selasa (26/6). Pertemuan tersebut salah satunya menyampaikan world drug report 2018 oleh Country Manager UNODC untuk Indonesia, Collie F. Brown yang didampingi oleh Deputi Bidang Rehabilitasi BNN, dr. Diah Setia Utami di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur. Hadir dalam pertemuan tersebut beberapa perwakilan kedutaan besar negara sahabat, seperti Australia, Belanda, Amerika, dan lainnya.Dalam peretemuan tersebut Collie mengemukakan temuan World Drug Report pada tahun ini yang menunjukkan bahwa pasar obat-obatan terlarang atau narkotika telah semakin meluas dengan produksi kokain dan opium yang mencapai rekor tertinggi pada tingkat global. Sementara itu, pada saat yang bersamaan berbagai obat-obatan terlarang dan campurannya yang lebih dikenal dengan new psychoactive substances (NPS) atau zat psikoaktif baru terus berkembang dan menyebar.Selain jenis narkotika di atas, methamphetamine atau sabu menurut Collie dalam paparannya juga telah beredar semakin luas, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Beberapa negara di wilayah tersebut menunjukan data yang mengejutkan beradasarkan pada 2017 dan hanya dalam beberapa bulan pada tahun 2018 penyelundupan dan penyalahgunaan sabu meningkat secara signifikan termasuk diantaranya di negara Australia, Jepang, Selandia Baru, Malaysia, dan Indonesia. Hal tersebut senada dengan data penyalahguna yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia yang diungkapkan oleh Deputi Rehabilitasi BNN pada pertemuan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian BNN bersama Puslitkes UI tahun 2017 data penyalahguna di Indonesia tercatat mencapai 3.3 juta jiwa dengan rentang usia 10-59 tahun. Total barang bukti narkotika yang disita oleh BNN pada tahun 2017 pun meningkat khususnya jenis sabu, dimana pada tahun 2016 BNN menyita sebanyak 1,016 ton sementara pada tahun 2017 BNN telah menyita sebanyak 1,144 ton sabu. Dalam paparannya Diah juga menyebut bahwa di Indonesia telah banyak ditemukan clandestine lab atau produksi sabu rumahan. Hal tersebut salah satunya dikarenakan tingginya demand terhadap narkotika yang terus meningkat. Peredaran dan penyalahgunaan tidak hanya di kota-kota besar saja, tetapi juga di pelosok wilayah Indonesia ungkap Diah. Salah satu perwakilan dari kedutaan yang hadir dalam pertemuan tersebut pun mempertanyakan posisi Indonesia saat ini, apakah Indonesia menjadi korban dari peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika atau justu pada saat ini posisi Indonesia telah berubah menjadi produsen. Menanggapi pertanyaan tersebut, baik Deputi Bidang Rehabilitasi BNN maupun Country Manager UNODC untuk Indonesia pun sepakat bahwa sampai dengan saat ini Indonesia masih merupakan pasar dan tempat transit bagi peredaran narkotika jaringan internasional. Keduanya juga menambahkan diperlukan kerjasama dari berbagai pihak untuk dapat menekan peredaran dan penyalahgunaan narkotika, karena narkotika merupakan masalah yang kompleks yang saat ini tidak hanya menjadi masalah kejahatan, tetapi juga menjadi permasalahan sosial.Saya ingin menekankan pentingnya kerjasama regional dan inter-regional, serta pentingnya memiliki kerangka kerja strategis responsif dengan membidik target bagi mereka yang menjalankan bisnis narkoba, pungkas Collie.
Berita Utama
Sambut Peringatan HANI, BNN dan UNODC Gelar Pertemuan
Terkini
-
SINERGI BNN, POLRI, BEA DAN CUKAI UNGKAP LABORATORIUM GELAP NARKOTIKA JARINGAN INTERNASIONAL, SITA 1,2 TON SABU 23 Okt 2026 -
TIM GABUNGAN BNN, POLRI, SERTA BEA DAN CUKAI AMANKAN KAPAL TANKER BERMUATAN 1,16 TON KETAMINE 23 Okt 2026 -
BNN UNGKAP 98 PERSEN SAMPEL CAIRAN VAPE YANG DIUJI, POSITIF MENGANDUNG NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, ATAU NPS 23 Okt 2026 -
BNN DORONG DIGITALISASI LAYANAN LABORATORIUM UNTUK PERCEPAT PELAYANAN PUBLIK 23 Okt 2026 -
BNN SIAPKAN PETUGAS PELAYANAN YANG RESPONSIF DALAM PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT 22 Okt 2026 -
BNN BENTENGI GENERASI BANGSA DARI ANCAMAN NARKOTIKA SEJAK DINI 22 Okt 2026 -
BNNP DIY MUSNAHKAN 1.167 BERKAS ARSIP, WUJUDKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG AKUNTABEL 20 Okt 2026
Populer
- BNN PERKUAT SINERGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KAWASAN RAWAN NARKOBA LOMBOK TIMUR 25 Sep 2026

- BNN DAN SRIKANDI PDDI SAMBUT HARI KESAKTIAN PANCASILA DENGAN DONOR DARAH 24 Sep 2026

- SESTAMA BNN RI HADIRI FORSES, PERKUAT SINERGI TATA KELOLA PEMERINTAHAN 26 Sep 2026

- HADAPI ANCAMAN NARKOTIKA, BNN DORONG PENGUATAN SINERGI BERSAMA BAKOM RI 30 Sep 2026

- BERIKAN KULIAH UMUM DI UNHAN, KEPALA BNN RI LINDUNGI GENERASI MUDA DEMI KEDAULATAN NEGARA 24 Sep 2026

- BANGUN KEMANDIRIAN EKONOMI KLIEN PASCAREHABILITASI, BNN GANDENG KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN 01 Okt 2026

- BNN TINGKATKAN KESADARAN KEAMANAN SIBER MELALUI SOSIALISASI SECURITY AWARNESS 2026 01 Okt 2026
