Jakarta, Senin (15/12) – Setelah memusnahkan 8 Ton ganja beberapa waktu lalu, Badan Narkotika Nasional (BNN) kini kembali melakukan pemusnahan dengan jumlah barang bukti yang terbilang fantastis. Pada pemusnahan barang bukti Narkotika yang ke-26 ini, BNN memusnahkan 161.299,67 gram sabu yang merupakan hasil pengungkapan 3 (tiga) kasus berbeda dengan melibatkan 8 (delapan) orang tersangka, 3 (tiga) diantaranya berkewarganegaraan Tiongkok.Pengungkapan kasus 151 Kg sabu merupakan pengungkapan kasus sabu terbesar sepanjang 10 tahun terakhir oleh BNN. Modus yang digunakan untuk menyelundupkan ratusan kilogram sabu ini pun terbilang baru, yaitu dengan menyimpannya di dalam manisan jeruk dan mainan anak. Dari kasus ini, petugas mengamankan 3 (tiga) orang tersangka berkewarganegaraan Tiongkok, yaitu XJ (43), CW (44), dan LL (32), di sebuah rumah yang berada di bilangan Pluit, Jakarta Utara, pada tanggal 22 November 2014. Dari tangan tersangka, petugas menyita 151.522,8 gram sabu yang diselundupkan dari Tiongkok ke Indonesia melalui jalur laut.Bisnis Narkoba ini berawal ketika XJ, yang dulunya berbisnis batu, mendapatkan tawaran pekerjaan dari bosnya yang tinggal di Shenzen, Tiongkok, untuk menerima sabu dan menyerahkannya pada kurir yang berada di Indonesia. Untuk melancarkan aksinya, XJ kemudian merekrut temannya, yaitu CW, dengan iming-iming upah sebesar 10.000 Yuan per bulan. Tergiur dengan upah tersebut, CW kemudian mengajak LL, teman wanitanya yang berprofesi sebagai pemandu lagu di sebuah tempat karaoke, dengan iming-iming wisata ke luar negeri.Dari keterangan para tersangka, diketahui bahwa sabu tersebut akan diserahkan langsung kepada seorang Bandar yang berada di Jakarta (DPO), yang tidak diketahui siapa, karena menunggu perintah dari bosnya. Ketiganya juga mengaku, ini merupakan kali pertama mereka ke Indonesia.Ketiga tersangka ini dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan penduduk di Pluit, karena mayoritas penduduk disana merupakan orang Tiongkok, sehingga mudah juga bagi mereka untuk mencari lokasi.Knalpot Mobil Isi NarkobaSelain kasus tersebut, pada tanggal 13 November 2014, BNN juga menggagalkan penyelundupan 5.304 gram sabu yang dilakukan oleh AA (23) dan ND als EL (40). AA diamankan oleh petugas BNN di Pos Kemanan Komplek Perhubungan Udara, Rawa Sari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dari tangan tersangka, ditemukan 1 (satu) box kardus berbungkus karung plastik warna hijau yang didalamnya terdapat 5 (lima) knalpot mobil berisi sabu. Menurut pengakuannya sabu tersebut akan diserahkan kepada seorang perempuan berinisial ND als EL yang tinggal di Apartemen Gading Nias, Jakarta Utara. Selanjutnya, petugas mengamankan ND als EL di lobby apartemen tersebut.Ban Serep Isi NarkobaPada tanggal 24 November 2014, petugas BNN mengamankan seorang perempuan berinisial LFN als AF als MK dan seorang laki-laki berinisial LLI als AS, di Sanggau, Kalimantan Barat. Dari keduanya, disita barang bukti berupa 5.018,87 gram sabu yang disimpan di dalam 5 (lima) bungkus plastik hitam dan disembunyikan di dalam ban serep mobil Innova.Petugas kemudian melakukan controlled delivery, dan berhasil mengamankan seorang laki-laki berinisial SA (44), sesaat setelah mereka melakukan serah terima barang. Dari ketiga kasus ini, BNN menyita barang bukti sabu dengan berat total mencapai 161.575,67 gram. Sebelum dimusnahkan, barangbukti sabu ini disisihkan sebanyak 176 gram untuk keperluan laboratorium, 50 gram untuk keperluan IPTEK, dan 50 gram untuk keperluan Diklat.Para tersangka selanjutnya dibawa ke BNN guna penyelidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, seluruh tersangka terancam pasal 111 ayat (2) dan pasal 114 ayat (2) Jo 132 Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.
Siaran Pers
RATUSAN KILO SABU DIMUSNAHKAN
Terkini
-
RAKERNIS BIDANG REHABILITASI DORONG AKSELERASI LAYANAN TERINTEGRASI DAN BERKELANJUTAN 06 Feb 2026 -
PATAHKAN JARINGAN ACEH, BNN SITA 360 KG NARKOTIKA 06 Feb 2026 -
KEPALA BNN RI DUKUNG TEROBOSAN KEMENKUM RESMIKAN POSBANKUM DAN DEKLARASI DESA BERSINAR DI SULAWESI TENGAH 05 Feb 2026 -
HADAPI ANCAMAN NARKOBA, BNN DAN PEMUDA PATRIOT NUSANTARA PERKUAT KOLABORASI 05 Feb 2026 -
BNN GELAR RAPAT KOORDINASI KELEMBAGAAN, SERTIFIKASI LEMBAGA REHABILITASI SESUAI SNI 8807:2022 04 Feb 2026 -
BNN PAPARKAN CAPAIAN KINERJA 2025 DAN RENCANA STRATEGIS 2026 DALAM RAPAT KERJA DENGAN KOMISI III DPR RI 04 Feb 2026 -
PRESIDEN BUKA RAKORNAS 2026, KEPALA BNN RI DUKUNG PENGUATAN KOORDINASI NASIONAL 03 Feb 2026
Populer
- KOLABORASI BNN, BEA DAN CUKAI, SERTA IMIGRASI BONGKAR JARINGAN NARKOTIKA BERKEDOK VAPE DAN MINUMAN ENERGI, SELAMATKAN RIBUAN GENERASI MUDA 07 Jan 2026

- PENGUMUMAN HASIL AKHIR SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA INSPEKTUR UTAMA BNN T.A. 2025 07 Jan 2026

- KEPALA BNN RI HADIR SECARA DARING PADA SIDANG PLENO KHUSUS MAHKAMAH KONSTITUSI 2025 09 Jan 2026

- HADIRI PERINGATAN MAULID NABI DAN ISRA MI’RAJ, KEPALA BNN RI TEKANKAN PENTINGNYA MENELADANI AJARAN RASULULLAH SAW 09 Jan 2026

- BNN-KEMENDES PDT DEKLARASI INDONESIA BERSINAR DI LAHAT, NEGARA HADIR HINGGA DESA PERANGI NARKOBA 23 Jan 2026

- BNN DAN CNB SINGAPURA PERKUAT SINERGI HADAPI TANTANGAN PENCUCIAN UANG KASUS NARKOTIKA 22 Jan 2026

- KEPALA BNN RI KUNJUNGI BNNP SUMATERA SELATAN, BERIKAN SEMANGAT DALAM BEKERJA 25 Jan 2026
