Kus (29) dan Mah (29) mengira kapsul yang ditelan untuk diselundupkan itu berlian, namun mereka salah, karena apa yang mereka selundupkan dalam tubuhnya adalah sabu seberat 876,3 gram. Keduanya berhasil lolos dari pemeriksaan bandara, tapi saat tiba di Bekasi, mereka tidak berkutik karena berhasil diringkus tim Badan Narkotika Nasional (BNN), pada 17 Maret 2014. Keterlibatan kedua tersangka diawali dengan penawaran pekerjaan oleh seorang pria berinisial Tgn (DPO) pada Februari 2014. Pada saat itu, Tgn menawarkan pekerjaan yang menggiurkan kepada Kus, yaitu menyelundupkan berlian dari China. Tgn menawarkan upah Rp 50 ribu per gramnya. Karena alasan upahnya yang menarik, Kus setuju dan ia berangkat ke Bekasi untuk menemui atasan Tgn yaitu Ang. Setelah sepakat, Kus mengajak seorang temannya yaitu Mah untuk melakukan pekerjaan tersebut. Mendapat tawaran dari temannya, Mah pun tidak bisa menolak. Kus dan Mah akhirnya sepakat untuk berangkat ke China. Paspor dan segala keperluan lainnya diatur oleh Ang. Ang sendiri merupakan seorang mantan TKW yang berperan sebagai pengendali para kurir narkoba. Hingga saat ini ia masih berstatus buron. Pasangan Sesama Jenis Menjadi Pengawas KurirPada tanggal 3 Maret 2014, Kus dan Mah ditemani orang suruhan Ang lainnya berinisial Rev (perempuan) untuk berangkat ke China. Setelah tiba di China, ketiganya bertemu dengan Ev, seorang perempuan mantan TKW (kekasih dari Rev, 29 th) dan mereka berempat selanjutnya tinggal bersama di sebuah apartemen. Ev adalah salah satu anak buah Ang yang pada awalnya diminta untuk menyelundupkan sabu dengan cara menelan namun ia menolak sehingga Ev difungsikan untuk menemani dan mengawasi dua kurir yang menelan sabu dari China ke Indonesia. Sementara, Rev menemani dan mengawasi kurir dari Jakarta ke China. Pasangan sesama perempuan ini adalah mantan TKW di Hongkong. Telan Sabu di China dan Bertolak ke IndonesiaSelama beberapa hari, Kus cs hanya melakukan aktivitas biasa, sambil menunggu perintah selanjutnya. Pada tanggal 15 Maret, Kus dan Mah diminta untuk bersiap-siap, karena esok harinya mereka harus menelan kapsul berisi berlian. Pada tanggal 16 Maret, Kus cs berpindah apartemen. Setelah tiba di apartemen yang baru, Kus dan Mah bertemu dengan seorang pria berkulit hitam berinisial OZ. Kus dan Mah diminta untuk menelan kapsul, karena jika menolak mereka diancam tidak bisa pulang ke Indonesia. Keduanya memasukkan 45 kapsul dalam tubuh (40 lewat mulut, dan 5 lewat anus). Setelah itu mereka bertolak dari China menuju Jakarta. Pada tanggal 17 Maret, Kus dan Mah serta Ev tiba di Jakarta. Setibanya di Jakarta, Ev terpisah dari KuS dan Mah. Ketika Kus dan Mah sudah berada di sebuah hotel di Bekasi, Ev diperintahkan untuk merapat ke hotel tersebut dan mengambil kapsul dari Kus dan Mah. Sesaat setelah Ev menerima 40 kapsul seberat 395,2 gram dari Kus, petugas BNN menyergapnya. Tim BNN selanjutnya mengamankan Kus dan Mah dan menggiring keduanya Rumah Sakit Polri untuk mengeluarkan sisa kapsulnya. Pada tanggal 18 Maret, Kus mengeluarkan 5 kapsul berisi sabu seberat 43,5 gram. Sementara itu, total 45 kapsul yang disita dari Mah seberat 437,6 ( 16 kapsul dikeluarkan di hotel, 29 kapsul di Rumah Sakit Polri). Setelah ditangkap, Kus dan Mah baru menyadari bahwa apa yang mereka telan bukanlah berlian akan tetapi narkotika golongan I jenis sabu. Total sabu yang disita dari jaringan ini seberat 876,3 gram.
Siaran Pers
Mengira Selundupkan Berlian, Sepasang Sahabat Telan Sabu Dari China
Terkini
-
BNN AMANKAN WNA CHINA BAWA 14,6 KG GANJA DI SOEKARNO-HATTA 17 Sep 2026 -
GENERASI MUDA JAWA BARAT LAWAN NARKOBA MELALUI PASANGGIRI AGUNG KAWIH SINOM 17 Sep 2026 -
BNN DAN TNI AD PERKUAT SINERGI DALAM UPAYA P4GN 17 Sep 2026 -
KEPALA BNN RI AUDIENSI DENGAN KASAU, PERKUAT KOLABORASI P4GN 16 Sep 2026 -
KEPALA BNN RI HADIRI PELEPASAN KONTINGEN INDONESIA CYCLING MENUJU ASIAN GAMES 2026 16 Sep 2026 -
AUDIENSI BNN DAN ADKASI: KEPALA BNN RI AJAK DPRD KABUPATEN SE-INDONESIA BERSATU PERANGI NARKOTIKA 16 Sep 2026 -
BNN TERIMA KUNJUNGAN SMPIT INSAN MANDIRI JAGAKARSA, EDUKASI PELAJAR TENTANG BAHAYA NARKOTIKA 16 Sep 2026
Populer
- OPERASI GABUNGAN UNGKAP 2,6 TON CAIRAN MENGANDUNG METAMFETAMIN DI KAPAL MV OCEAN PORTER BERBENDERA TANZANIA 21 Agu 2026

- BNN TANAMKAN PESAN PERTEMANAN SEHAT DI JAMNAS XII: “TEMAN HARUS MELINDUNGI, BUKAN MERASUKI” 20 Agu 2026

- KEPALA BNN RI BERI KULIAH UMUM DI AULA JAYANG TINGANG, PERKUAT KOMITMEN GENERASI MUDA PERANGI NARKOBA 21 Agu 2026

- DEKLARASI AKBAR PERANG MELAWAN NARKOBA, KALTENG TEGASKAN KOMITMEN BERSAMA WUJUDKAN BUMI TAMBUN BUNGAI BERSINAR 21 Agu 2026

- BNN EDUKASI PESERTA JAMNAS XII, TANAMKAN SEMANGAT GENERASI MUDA BERSINAR 19 Agu 2026

- KEPALA BNN RI HADIRI ZIARAH NASIONAL DAN RENUNGAN SUCI HUT KE-81 KEMERDEKAAN RI 17 Agu 2026

- HUT KE-81 RI, BNN PERKUAT KOMITMEN LINDUNGI GENERASI BANGSA DARI ANCAMAN NARKOTIKA 17 Agu 2026
