Skip to main content
UnggulanBerita UtamaBerita Satker

KEPALA BNN RI BERIKAN KULIAH UMUM DAN TEKEN MOU DI PKKMB UNIVERSITAS PANCASILA

KEPALA BNN RI BERIKAN KULIAH UMUM DAN TEKEN MOU DI PKKMB UNIVERSITAS PANCASILA
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menghadiri kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Gedung Serba Guna Universitas Pancasila, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Kamis (17/9). Acara ini diisi dengan kuliah umum bertema “Penyalahgunaan Narkotika: Ancaman Nyata bagi Generasi Emas” sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BNN dan Universitas Pancasila.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto dan Pjs. Rektor Universitas Pancasila Adnan Hamid, sebagai wujud komitmen bersama mewujudkan lingkungan Kampus Bersih dari Narkoba (Bersinar).

Melalui Tridharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—institusi pendidikan tinggi dinilai memiliki peran strategis untuk mencetak generasi berkarakter demi mengawal Visi Indonesia Emas 2045.

Ruang Lingkup Kerja Sama (MoU) meliputi: penyebarluasan informasi, edukasi, dan advokasi P4GN; deteksi dini serta peningkatan peran aktif mahasiswa dan sivitas akademika; penerapan Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN) dan pemanfaatan modul edukasi BNN dan upaya rehabilitasi berkelanjutan, pertukaran data, serta riset ilmiah di bidang narkotika.

Baca juga:  Seminar Sehari ?Program Alternative Development Cannabis dalam rangka Mempercepat Pembangunan Aceh Pasca MoU Helsinky?

Mengutip World Drug Report 2026 dari UNODC, Kepala BNN menyampaikan bahwa sebanyak 331 juta orang di dunia (6,2% dari populasi global usia 15–64 tahun) menggunakan narkotika pada tahun 2024.

Letak geografis strategis menjadikan Indonesia sangat rentan terhadap sindikat internasional, yang kini sering menyamarkan narkotika sebagai simbol gaya hidup modern (lifestyle).

Berdasarkan survei kolaborasi BRIN, BPS, dan BNN (2023–2025), prevalensi penyalahgunaan narkotika nasional di tingkat usia produktif mencapai 4,15 juta jiwa. Mahasiswa menjadi salah satu target utama akibat tekanan sosial (peer pressure) dan kemudahan akses informasi.

Para mahasiswa baru diimbau untuk mewaspadai berbagai modus peredaran terbaru, seperti: New Psychoactive Substances (NPS); vape (rokok elektrik) berisi narkotika dan zat baru belum teregulasi (misalnya Ketamin, Kratom, MDMB-5Methyl-Inaca, AB-INACA, dan Isopropoxide).

Sebagai bentuk penegakan hukum, BNN telah mengungkap berbagai operasi terpadu sepanjang Juli–Agustus 2026, termasuk penyitaan Cannabis Buds di Gresik serta Ketamin dan Methamphetamine cair di Kepulauan Riau dan Natuna Utara. Operasi ini berhasil menyelamatkan puluhan juta jiwa sekaligus menghemat anggaran rehabilitasi negara hingga ratusan triliun rupiah.

Baca juga:  Ladang Ganja di Aceh Kembali Dimusnahkan

Mengakhiri pemaparannya, Kepala BNN RI berpesan kepada seluruh mahasiswa baru Universitas Pancasila untuk senantiasa menjaga diri, menjaga sesama, dan menjaga lingkungan kampus.

#warondrugsforhumanity
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel