
Direktorat Pascarehabilitasi Deputi Bidang Rehabilitasi BNN memperkenalkan platform digital terintegrasi GARUDA BERSINAR (Gerakan Rehabilitasi Unggul dalam Aksi Bersih Narkoba). Platform yang dikembangkan dari sistem rekam medis SIRENA (Sistem Rehabilitasi Narkoba) tersebut diperkenalkan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pengukuran Keterpulihan Tahun 2026 di Balai Besar Rehabilitasi BNN, Lido, Jawa Barat, pada 16–17 September 2026.
Bimbingan teknis ini dilaksanakan secara bertahap berdasarkan wilayah untuk memastikan pemahaman dan penerapan pengukuran keterpulihan dapat diterima oleh jajaran BNN di seluruh Indonesia. Pada 16 September 2026, kegiatan diikuti BNN Provinsi dan BNN Kabupaten/Kota dari wilayah Aceh, Sumatra, Jawa, dan Kalimantan Barat. Sementara pada 17 September 2026, kegiatan mencakup BNN Provinsi dan BNN Kabupaten/Kota di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Papua, serta Balai dan Loka Rehabilitasi BNN. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, GARUDA BERSINAR diperkenalkan sebagai bagian dari penguatan sistem pemantauan pemulihan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Pengembangan GARUDA BERSINAR menjadi langkah BNN untuk memperkuat pemantauan proses pemulihan klien secara berkelanjutan. Melalui pemanfaatan teknologi digital, perkembangan klien dapat terdokumentasi dan terpantau secara lebih terintegrasi, sehingga petugas dapat mengetahui kebutuhan layanan dan melakukan tindak lanjut secara lebih cepat.
Penguatan pemantauan tersebut sejalan dengan arah penyelenggaraan rehabilitasi BNN sebagaimana tertuang dalam Renstra 2025–2029. Saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis, Rabu (16/9), Plt. Deputi Rehabilitasi BNN RI, dr. Amrita Devi, menekankan pentingnya peningkatan kemampuan lembaga rehabilitasi secara berkelanjutan, penguatan intervensi berbasis masyarakat (IBM), serta peningkatan kualitas layanan yang diukur melalui Indeks Kapabilitas Rehabilitasi (IKR) dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).
Dalam konteks peningkatan kualitas dan keberlanjutan layanan tersebut, Direktur Pascarehabilitasi BNN, Rose Iptriwulandhani, menjelaskan bahwa GARUDA BERSINAR dikembangkan tidak hanya untuk mendukung pencatatan dan pelaporan, tetapi juga untuk mempermudah pemantauan perkembangan klien. Platform ini membantu petugas mengurangi beban administratif, memperoleh informasi perkembangan klien secara lebih cepat, serta mempercepat proses tindak lanjut berdasarkan data yang terdokumentasi secara terintegrasi.
Tidak hanya mendukung petugas, GARUDA BERSINAR juga dirancang untuk memastikan klien tetap memperoleh dukungan setelah menjalani layanan rehabilitasi. Melalui fitur mandiri, klien dapat mengakses layanan konsultasi secara lebih cepat yang terhubung dengan Call Center BNN, psikolog/HIMPSI, maupun psikiater, serta memanfaatkan fitur pengembangan diri untuk mendukung keberlanjutan proses pemulihan.
Dengan demikian, GARUDA BERSINAR diharapkan dapat memperkuat kesinambungan layanan rehabilitasi, dari pencatatan perkembangan, pemantauan kondisi klien, hingga tindak lanjut layanan. Pengembangan platform ini menjadi bagian dari transformasi digital BNN dalam menghadirkan layanan rehabilitasi yang semakin terintegrasi, responsif, dan berorientasi pada keberlanjutan pemulihan klien.
#warondrugsforhumanity
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN













