Skip to main content
Berita UtamaBidang PencegahanFotoArtikel

Indonesia Pimpin Preventive Education Working Group pada ASOD Meeting ke-44

Indonesia Pimpin Preventive Education Working Group pada ASOD Meeting ke-44
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Pertemuan tahunan ASEAN Senior Official Meeting on Drug Matters (ASOD) ke 44 tahun ini telah dimulai. Pertemuan ini diawali dengan working group dari masing-masing bidang yaitu Preventive Education, Alternative Development, Research, Law Enforcement dan Rehabilitation Working Group. Untuk kedua kalinya Indonesia menjadi Chairman pada Preventive Education Working Group. Bertindak sebagai Chairman, Deputi Pencegahan BNN RI, Irjen Pol. Drs. Richard M. Nainggolan, SH., MM., MBA memimpin pertemuan regional ini yang dihadiri oleh negara – negara ASEAN seperti Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan ASEAN Secretariat.

 

Indonesia Pimpin Preventive Education Working Group pada ASOD Meeting ke-44

 

Pada pertemuan Preventive Education Working Group yang dilaksanakan secara virtual tahun ini, masing-masing perwakilan negara ASEAN memaparkan sejumlah program yang telah diselenggarakan oleh masing-masing negara dalam upaya pencegahan peredaran gelap narkotika. Program – program pencegahan berbasis bukti melalui intervensi berbasis keluarga, masyarakat, kurikulum pelajaran mulai dari tingkat sekolah dasar hingga universitas serta penggunaan media sosial sebagai sarana sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkotika telah dilaksanakan negara-negara ASEAN dalam satu tahun terakhir.

Baca juga:  Miskinkan Bandar! Follow The Money, Follow The Asset

Indonesia Pimpin Preventive Education Working Group pada ASOD Meeting ke-44

 

Delegasi Indonesia dalam paparannya menjelaskan 4 strategi yang dilaksanakan oleh BNN yaitu Soft Power Approach, Hard Power Approach, Smart Power Approach dan Cooperation. Deputi Bidang Pencegahan BNN yang mengemban tugas penting dalam pondasi Soft Power Approach memiliki sejumlah program andalan antara lain adalah Drugs Free Villages (Desa Bersinar), Family Based Prevention (Pencegahan Berbasis Keluarga), Community Based Prevention (Pencegahan Berbasis Masyarakat/Remaja Teman Sebaya) dan Education Based Prevention (Pencegahan Berbasis Pendidikan).

Selain pemaparan masing-masing negara, seluruh negara yang hadir pada pertemuan ini juga menyepakati untuk mengadopsi 9 rekomendasi yang disampaikan oleh Deputi Pencegahan BNN selaku chairman dan Term of Reference on ASEAN Senior Officials on Drug Matters Working Group on Preventive Education sebagai acuan dalam pelaksanaan working group di tahun tahun mendatang.

Pada agenda terakhir, chairman menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas partisipasi negara-negara ASEAN pada pelaksanaan Preventive Education Working Group tahun ini.

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel