
Komitmen BNN dalam membangun sumber daya manusia yang unggul di bidang pemberantasan narkotika kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan Pelatihan Jabatan Fungsional Penyidik BNN Ahli Muda Tahun 2026. Setelah dilaksanakan secara daring sejak 4 Mei 2026, pelatihan tersebut resmi ditutup oleh Deputi Pemberantasan BNN RI, Aswin Sipayung, pada Selasa (2/6).
Selama kegiatan berlangsung, 40 peserta yang berasal dari Satker pusat dan wilayah mendapatkan pembekalan komprehensif yang mencakup kebijakan strategi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), kode etik penyidik BNN, sistem peradilan pidana, penanganan tempat kejadian perkara dan barang bukti, hingga teknik penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika maupun prekursor narkotika.
Sejumlah tenaga pengajar profesional dari beragam institusi dihadirkan dalam pelatihan ini, di antaranya Mahkamah Agung, Kejaksaan RI, Kementerian Hukum dan HAM, Bareskrim Polri, serta para narasumber dari lingkungan BNN. Hasilnya, sebagian besar peserta mampu menunjukkan capaian akademik predikat sangat memuaskan dengan nilai rata-rata 92,34.
Dalam sambutannya, Deputi Pemberantasan BNN RI menegaskan bahwa dinamika kejahatan narkotika yang terus berkembang menuntut setiap penyidik untuk senantiasa meningkatkan kemampuan dan profesionalismenya. Menurutnya, pelatihan ini harus menjadi fondasi yang kuat bagi para penyidik dalam menjalankan tugas penegakan hukum secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.
“Pelatihan ini hendaknya menjadi bekal yang berharga dalam menjalankan tugas sebagai penyidik yang profesional, berintegritas, dan berdedikasi tinggi karena tantangan dalam pemberantasan narkotika terus berkembang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Deputi Pemberantasan BNN RI mengingatkan bahwa keberhasilan pemberantasan narkotika tidak hanya ditentukan oleh penguasaan aspek teknis penyidikan, tetapi juga oleh komitmen moral dan integritas setiap personel dalam menjalankan amanah negara. Oleh karena itu, Ia berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama pelatihan untuk mendukung pelaksanaan tugas di Satker masing-masing.
“Setiap langkah yang diambil adalah upaya bersama dalam melindungi bangsa dari ancaman narkotika, karenanya Saya berharap setelah kembali ke satuan kerja masing-masing, Daudara dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh,” pungkasnya sebelum secara resmi menutup pelatihan.
Penutupan pelatihan ini menandai berakhirnya proses pembelajaran. Berbekal pengetahuan, keterampilan, dan integritas yang telah diperkuat selama pelatihan, para penyidik diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan efektivitas pemberantasan narkotika dan mewujudkan Indonesia Bersinar.
#warondrugsforhumanity
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN













