UnggulanBerita UtamaSekretariat Utama

Artipena Jabar Lakukan Konsolidasi Ciptakan Kampus-Kampus Bersinar di Bumi Priangan

Artipena Jabar Lakukan Konsolidasi Ciptakan Kampus-Kampus Bersinar di Bumi Priangan
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

BNN.GO.ID, Bandung – Enam bulan setelah terbentuk, aliansi relawan perguruan tinggi anti penyalahgunaan narkoba (Artipena) Jawa Barat melakukan pertemuan bersama Kepala BNN, Drs. Heru Winarko SH. Selain Kepala BNN dan ketua Artipena Jabar Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp, M.Si., M.Kom., hadir pula dalam pertemuan tersebut yakni 7 rektor perguruan tinggi, 8 orang komisariat Artipena Jabar, Kepala BNN Provinsi Jawa Barat, para Kepala BNN Kota/Kabupaten di wilayah Jabar, perwakilan Gubernur Jabar, serta perwakilan Pangdam III Siliwangi.

Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam di kampus ITB, Rabu (2/10) tersebut membahas mengenai sinergitas Artipena Jabar dan BNN dalam mewujudkan kampus bersih narkoba (Bersinar) di wilayah Jawa Barat. Pertemuan tersebut juga menjadi media dalam konsolidasi dan diskusi dalam forum Artipena Jabar yang beranggotakan 378 perguruan tinggi swasta dan 14 perguruan tinggi negeri se-Jawa Barat.

Ketua Artipena Jabar dalam pertemuan tersebut menyampaikan tentang pentingnya konsolidasi dalam gerakan kolaborasi untuk melakukan penanganan terhadap permasalahan narkotika di era disrupsi saat ini. Menurut Eddy terdapat 3 pendekatan literasi yang dapat dilakukan yaitu, literasi teknologi, digital, dan literasi humanis. Ketiganya dapat digunakan secara masif untuk melawan kejahatan narkotika yang terstruktur dan sistematis.

Baca juga:  Ancaman Limbah Clan Lab Narkoba di Australia

“Mari kita berkolaborasi untuk memerangi narkoba secara masif dan agresif untuk menciptakan kampus-kampus bersinar di Jawa Barat,” ujar Eddy.

Kepala BNN pun memberikan apresiasi atas komitmen Artipena Jabar terhadap program dan upaya yang telah dilakukan dalam mendukung program P4GN. Heru berharap segala upaya tersebut dapat membendung tingkat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Jawa Barat mengingat provinsi Jabar memiliki angka prevalensi terbanyak.

“Bicara narkotika maka ibarat pohon yang diserang adalah akarnya, yang berarti akan mengoyak generasi muda yang menjadi penerus bangsa,” tutur Heru.

Sejauh ini menurut Kepala BNN kerugian negara telah mencapai 72 triliun karena kejahatan narkotika. Oleh sebab itu, peran seluruh elemen masyarakat dibutuhkan apalagi dunia pendidikan tinggi. Heru berharap Artipena Jawa Barat dapat menjadi wadah yang efektif dalam membantu BNN dalam memerangi narkoba, baik dalam penyebaran informasi, riset/penelitian, dan kemitraan strategis lain.

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

Instagram: @infobnn_ri
Twitter. :@infobnn
Facebook Fan page : @humas.bnn
YouTube: Humasnewsbnn

#Bersinar

#Stopnarkoba

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel