UnggulanBerita UtamaSekretariat Utama

Wakili Kepala BNN RI, Sestama Hadiri HUT BPPT Ke-43 Secara Daring

Wakili Kepala BNN RI, Sestama Hadiri HUT BPPT Ke-43 Secara Daring
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

BNN.GO.ID – Jakarta, Sekretaris Utama BNN RI, Drs. I Wayan Sukawinaya, M.Si. mewakili Kepala BNN RI menghadiri peringatan HUT Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) secara daring, Senin 23 Agustus 2021. Peringatan 43 tahun eksistensi BPPT yang disiarkan dari studio CNN tersebut dihadiri secara langsung oleh Kepala BPPT Dr. Ir. Hammam Riza M.Sc., IPU., Sekretaris Utama BPPT Ir. Dadan Moh. Nurjaman, M.T., serta sejumlah pejabat tinggi di lingkungan BPPT lainnya.

Kegiatan bertajuk 43 Tahun BPPT Berinovasi Tiada Henti Menuju Indonesia Emas ini juga diisi dengan beberapa sambutan dan materi dari pejabat tinggi negara dan pimpinan instansi/ BUMN. Para narasumber tersebut di antaranya Menko Kemaritiman dan Investasi, Menko Perekonomian, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Komisaris Utama Telkom, Direktur Utama Peruri, Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina, dan lain-lain.

Mereka yang turut memberikan sambutan dan materi tersebut menurut Hammam Riza merupakan bagian dari multihelix dalam membangun ekosistem inovasi guna mendukung pemulihan ekonomi nasional dan penghelat pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia emas 2045. Dalam sambutannya, Ia pun kembali mengingat pesan Presiden Jokowi yang disampaikan pada BPPT saat Rakernas bulan Maret lalu.

“Presiden meminta BPPT menjadi otak dalam pemulihan nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut Kepala BPPT menjelaskan bahwa Presiden Jokowi meminta tiga hal kepada BPPT, yaitu berburu inovasi dan teknologi untuk dikembangkan dan siap diterapkan, menjadi lembaga akuisisi teknologi maju dari manapun, serta menjadi pusat kecerdasan teknologi Indonesia.

Oleh karenanya, Hammam Riza mengatakan tahun 2021 ini BPPT memiliki 8 bidang fokus teknologi dalam peningkatan kemandirian dan daya saing bangsa. Kedelapan bidang tersebut yaitu bidang kebencanaan, kemaritiman, Kesehatan dan pangan, pertahanan dan keamanan, rekayasa keteknikan, transportasi, energi, dan teknologi informasi elektronika.

“Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sisnas Iptek, dimana ilmu pengetahuan dan teknologi tidak lagi digunakan hanya untuk perkembangan kemajuan Iptek itu sendiri melainkan lebih dikukuhkan sebagai landasan pembangunan nasional,” jelas Kepala BPPT.

Ia pun menegaskan bahwa Ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi harus dijadikan sebagai arus utama pembangunan dan menjadi penghela pertumbuhan ekonomi serta innovation driven economy. Menurutnya BPPT memang dibentuk sebagai wadah untuk mengkaji masalah-maslaah teknologi secara mendalam dan menyeluruh sehingga dapat mendatangkan manfaat sebesar-besarnya untuk kepentingan bangsa, khususnya dalam rangka mengembangkan industri tanah air.

“Sebagai lembaga pengkajian dan penerapan teknologi BPPT memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan inovasi serta mendorong keberhasilan dalam penerapannya dengan semangat solid, smart, speed sebagaimana tagline BPPT,” tutup Hammam Riza. (ARM)

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN RI

Instagram: @infobnn_ri
Twitter. : @infobnn
Facebook Fan page : @humas.bnn
YouTube: Humasnewsbnn

#WarOnDrugs
#IndonesiaBersinar

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel