Skip to main content
UnggulanBerita UtamaBidang Rehabilitasi

Sarasehan IBM 2021 Membuktikan Program IBM Efektif Membantu Dalam Rehabilitasi Penyalahguna Narkotika

Oleh 10 Des 2021Desember 12th, 2021Tidak ada komentar
Badan Narkotika Nasional
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Upaya Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) dalam bidang rehabilitasi bagi pecandu atau korban penyalahgunaan narkotika melalui program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) membuahkan hasil yang signifikan.

IBM dirancang dari masyarakat, untuk masyarakat dan oleh masyarakat melalui Agen Pemulihan (AP) dengan memanfaatkan potensi masyarakat setempat. Meskipun program IBM baru dijalankan tahun ini, namun IBM terbukti efektif dalam memberikan pemulihan bagi pecandu atau korban penyalahgunaan narkotika.

Efektivitas IBM tersebut tergambar pada hasil kajian yang dikeluarkan oleh BNN RI bekerja sama dengan Tim Peneliti Fakultas Psikologi Universitas Indonesia yang dipaparkan pada Sarasehan IBM, di Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Kamis (9/12).

Direktur Pasca Rehabilitasi Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI, dr. Hariyanto, Sp.PD., sebagai penggagas pengkajian efektivitas IBM tersebut mengatakan bahwa banyak ditemukan hal luar biasa pada kajian IBM di tahun pertama ini.

Hasil kajian pelaksanaan IBM yang dilakukan oleh konsultan peneliti ini ternyata berbanding lurus dengan hasil evaluasi dan temuan lapangan program IBM yang dilakukan oleh Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (Dit.PLRKM) Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI.

Baca juga:  KA BNN Minta Babes, Buat Protokol Kesehatan Terkait Penanganan Rehab Di Masa Pandemi Covid-19

“Ternyata hasilnya sangat sinkron bahwa IBM ini sebagai jawaban kekurangan daripada pelaksanaan rehabilitasi sebelumnya, yaitu aksesibilitas dari lembaga rehabilitasi”, ujar Direktur Pasca Rehabilitasi.

Diluar dugaan, IBM yang semula difokuskan dalam pelaksanaan rehabilitasi bagi pecandu atau korban penyalagunaan narkotika dengan tingkat resiko rendah, nyatanya dapat diakses juga oleh mereka yang memiliki tingkat resiko sedang dan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan hidup pecandu atau korban penyalahgunaan tersebut.

“Saya yakin IBM ini sangat bermanfaat dalam pelaksanaan rehabilitasi dan terus berlanjut untuk kedepannya”, lanjut Direktur Pasca Rehabilitasi.

Berdasarkan pengkajian yang dilakukan dalam kurun waktu enam bulan, disimpulkan bahwa pelaksanaan IBM mampu meningkatkan kualitas hidup pecandu atau korban penyalahgunaan narkotika yang mengakses program tersebut (klien). IBM mampu meningkatkan persepsi kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis dan hubungan sosial klien dibandingkan dengan klien yang tidak mendapatkan layanan rehabilitasi IBM.

Menanggapi hasil kajian serta survei yang dilakukan terhadap pelaksanaan IBM, Deputi Rehabilitasi BNN RI, Dra. Riza Sarasvita, M.Si., MHS., Ph.D., yang hadir secara virtual, mengaku sangat senang dengan hasil yang didapat.

Baca juga:  Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) Menjadikan Agen Pemulihan Yang Efektif

Keberhasilan IBM tidak lepas dari kerja keras serta sinergitas yang dilakukan antara BNN RI dan BNNP/K, institusi terkait, serta kelompok masyarakat sebagai Agen Pemulihan.

“Apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras teman-teman semua di lapangan. IBM salah satu jalan keluar dan sudah dibuktikan secara kualitatif dan kuantitatif sangat efektif. Selanjutnya diperlukan pengembangan IBM dengan mengedepankan peningkatan kemampuan AP sehingga dapat seutuhnya menjalankan layanan rehabilitasi bagi pecandu dengan berbagai kriteria penggunaan” ujar Deputi Rehabilitasi BNN.

Hasil Evaluasi Program IBM di paparkan oleh Direktur PLRKM, dr Amrita Devi, Sp.KJ,M.Si mengatakan bahwa “Saat ini terdapat 306 unit IBM dengan jumlah klien sebanyak 2.396 orang. Terdapat 5 fase dalam IBM, yaitu rintisan, tumbuh, berkembang, tangguh, dan prima. Dari 306 unit IBM yang ada, saat ini mayoritas IBM berada pada fase berkembang”.

Kedepannya, Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI akan memperkuat sinergitas dengan Kementerian Desa PDTT dan Kementerian Dalam Negeri guna mendorong pembentukan unit IBM di berbagai pelosok daerah untuk menjangkau seluruh pecandu atau korban penyalahgunaan narkotika yang diimbangi dengan pembinaan serta peningkatan kapasitas bagi AP sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan IBM. (DND)

Baca juga:  BNN RI Dan LPSK, Perpanjang Kerjasama Perlindungan Saksi Dan Korban

 

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel