Mantan penyalahguna Narkoba seringkali di hadapkan dengan serangkaian permasalahan, seperti sulitnya mendapatkan pekerjaan, sulitnya berintegrasi dengan masyarakat dan sejumlah permasalahan pelik lainnya. Hal ini banyak dipengaruhi faktor stigma negatif di tengah masyarakat tentang mantan penyalahguna NarkobaMenanggapi situasi tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) terus menempuh upaya yang komperehensif demi mendorong para mantan penyalahguna Narkoba tersebut kembali pulih, produktif dan mandiri. Melalui Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (PLRKM) menggelar kegiatan Forum Group Discussion (FGD) di Yayayan Rumah Damai, Desa cepogo RT.04/RW.01 kel.Cepoko, Kec.Gunung Pati, Semarang, Rabu (9/10). Bekerjasama dengan BNNP Jawa Tengah, instansi terkait, pelajar dan Masyarakat umum.Narkoba merupakan racun yang akan merusak generasi bangsa. Dalam Focus Group Discussion ini dihadiri oleh Direktur PLRKM Deputi Bidang Rehabiltasi BNN dr. Budyo Prasetyo, Sp.RM dan Kepala BNNP Jawa Tengah Kombes Pol Sutarmono DS, SE, Msi . Kepala BNNP Jawa Tengah mengatakan pentingnya rehabilitasi untuk pecandu agar mereka bisa sembuh dari kecanduan itu. Disamping merusak generasi bangsa, Narkoba bisa menyebarkan penyakit mematikan seperti HIV AIDS. Menurut data Dinkes kota Semarang angka HIV terbesar di Jawa Tengah. Kepala BNNP Jawa Tengah juga menghimbau agar para pecandu bisa melaporkan diri untuk di rehabilitasi. Saat ini BNN memiliki tiga tempat rehabilitasi, diantaranya di daerah Lido Bogor, Baddoka dan Tanah Merah di Samarinda.Melalui kegiatan ini, BNN berharap akan adanya sinergitas antara BNN dengan seluruh elemen masyarakat dalam menangani penyalah guna Narkoba. Disamping itu melalui kegiatan ini BNN berharap disetiap daerah dan atau provinsi memiliki layanan rehabilitasi yang dapat dengan mudah di akses oleh penyalah guna narkoba sehingga dapat menekan angka penyalah guna narkoba di Indonesia. Dengan demikian perlahan tapi pasti dapat mewujudkan Indonesia terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
Berita Utama
Rehabilitasi Adiksi Berbasis Masyarakat Dalam Rangka Dukungan Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat
Terkini
-
SESTAMA BNN RI HADIRI FORSES, PERKUAT SINERGI TATA KELOLA PEMERINTAHAN 26 Sep 2026 -
BNN PERKUAT SINERGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KAWASAN RAWAN NARKOBA LOMBOK TIMUR 25 Sep 2026 -
BNN DAN SRIKANDI PDDI SAMBUT HARI KESAKTIAN PANCASILA DENGAN DONOR DARAH 24 Sep 2026 -
BERIKAN KULIAH UMUM DI UNHAN, KEPALA BNN RI LINDUNGI GENERASI MUDA DEMI KEDAULATAN NEGARA 24 Sep 2026 -
BNN BERSAMA STAKEHOLDER PERKUAT PENANGANAN KAWASAN RAWAN NARKOBA DI KABUPATEN BOGOR 24 Sep 2026 -
BNN RI MUSNAHKAN BARANG BUKTI 12 KASUS NARKOTIKA, 25 TERSANGKA DIAMANKAN 23 Sep 2026 -
BNN JALANI PEMERIKSAAN KINERJA BPK, KAWAL OPTIMALISASI LAYANAN REHABILITASI 23 Sep 2026
Populer
- KEPALA BNN RI HADIRI PELUNCURAN NATIONAL RISK ASSESSMENT (NRA) 2026 27 Agu 2026

- SUARAKAN PENCEGAHAN MELALUI SENI TRADISIONAL, BNNP JAWA BARAT SUKSES GELAR PENJURIAN PASANGGIRI AGUNG NGAWIH SINOM “NARKOBA MUSUH BANGSA” 04 Sep 2026

- PELATIHAN USAI, BNN DORONG PENINGKATAN KOMPETENSI BERDAMPAK PADA KINERJA 04 Sep 2026

- IKR 2026 DISEMPURNAKAN, BNN PERKUAT PENGUKURAN KAPABILITAS LAYANAN REHABILITASI 03 Sep 2026

- KOMISI III DPR RI DUKUNG PENGUATAN ANGGARAN BNN HADAPI ANCAMAN NARKOTIKA 02 Sep 2026

- PERKUAT KOMPETENSI SDM REHABILITASI, BNN BERIKAN PEMBEKALAN PRA UJI SERTIFIKASI BAGI CALON KONSELOR 05 Sep 2026

- WASPADA NARKOTIKA CAIR, BNN IMBAU PELARANGAN ROKOK ELEKTRIK DI LINGKUNGAN GARUDA INDONESIA 10 Sep 2026
