Bidang Pemberdayaan Masyarakat

Rangkaian Pemetaan Potensi pada Kawasan Rawan di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Oleh 18 Feb 2020 Tidak ada komentar
Rangkaian Pemetaan Potensi pada Kawasan Rawan di Provinsi Nusa Tenggara Barat
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 
Rangkaian Pemetaan Potensi pada Kawasan Rawan di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Audiensi dengan Polres Lombok Barat

 

Rangkaian Pemetaan Potensi pada Kawasan Rawan di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Audiensi dengan Kadin Kabupaten Lombok

#BNN#StopNarkoba#CegahNarkoba. Audiensi dengan Polres Lombok Barat :
1.Tim BNN bersama P2M BNNP diterima oleh Kapolres Lombok Barat, AKBP. Bagus S. Wibowo, S.IK dan Kasat Narkoba Polres Lombok Barat.Pada kesempatan ini, Kasubdit masy.kota menjelaskan maksud tujuan pemetaan potensi di prov.NTB.pemetaan dilakukan berdasarkan acuan 8 Indikator Pokok dan 5 Indikator pendukung untuk menentukan pemetaan kawasan rawan narkoba.tujuannya pemetaan potensi bersinergi dengan polri/TNI untuk dapat membangun kawasan rawan narkoba menjadi aman bersih dari narkoba.nantinya setelah pemetaan potensi dilkukan akan dilaksanakan pengembangan wirausaha dengan memanfaatkan dan mengangkat kearifan lokal yg ada dengn jumlah peserta 50 org.berbarengan dengan kegiatan wirausaha tersebut akan dilaksanakan kegiatan budidaya jahe merah.
Kapolres menjelaskan bahwa peredaran narkoba di sini sangt mengkhawatirkan..skr banyak daerah yg dahulunya amn skr sngt rawan kejahatan termasuk narkoba. Kecamatan lembar ini skr juga sudah bisa termasuk dalam kawasan rawan.daerah2 ini menjadi rawan krn ulah kelompok yg sama.

2. Kasubdit menjelaskan akan dibentuk pendamping sebagai kepanjangan tangan BNN dalam kegiatan di desa senggigi, kec.batu layar kab.lombok Barat. BNNP menjelaskan kepada Kapolres untuk hasil karya warga binaan yang ada sekarang diantaranya Dari krang bagu berupa snack dri jagung, singkong, bekerjasama dgn lapas perempuan berupa kain khas, sambel kering sperti bon cabe yang akan di branding.
Kapolres bertanya apakah pelatihan yang diberikan BNN terakomodir pemasarannya jg?
Kasubdit menjelaskan BNN membantu pemasaran dri produk hasil karya masyarakat binaan melalui Toko Stop Narkoba.pemasaran online ini menjual sluruh produk masyarakat binaan, kemudian akn ada Toko offline dri CSR berlokasi di Jl.Wijaya Jaksel.di Toko Stop Narkoba jg dijual produk warga binaan Kemensos dan Lapas.Toko Stop Narkoba merupakan ide dari Bapak Ka.BNN yang sangat peduli dengan produk masyarakat binaan baik kuliner, handycraft dll.slain melalui pemsaran online, produk kuliner dipromosikan melalui kegiatan rapat yang memesan snack dari masyarakat binaan agar dapat dikenal langsung oleh masyarakt diluar.

Baca juga:  Sosialisasi Program Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat, Deputi Bidang Rehabilitasi BNN

3. Kasubdit jg menyampaikan akan ada bantuan dari BUMN untuk kawasan rawan Narkoba di 34 Provinsi.di provinsi NTB berlokasi di Desa Kuta.

Setelah dari Polres Lombok Barat, Tim melakukan koordinasi ke KADIN  Kab.Lombok Barat yang
Diterima Ketua Kadin dan pengurus:
1. Kasubdit Masy.Perkotaan menjelaskan terdapat 654 kawasan rawan Narkoba di Seluruh Indonesia.tahun ini kawasan yang akan diintervensi di prov.NTB adalah Desa Senggigi, Kec.Batu layar Kab.Lombok Barat. Kegiatan selanjutnya adalah raker n Bimtek dan pengembangan wirausaha.kami menggandeng seluruh instansi terkait dan stakeholder agar kegiatan yg dilaksanakan BNN dapat bersinergi dalam membangun kawasan rawan Narkoba.bentuk sinergi dengan KADIN bertujuan agar mampu mendorong dan membantu pemasaran produk yang dihasilkan oleh masyarakat binaan di NTB ini. Selain itu juga melalui KADIN kami mendapatkan informasi tentang produk yang selama ini diproduksi oleh masyarakat lokal di sini. Dijelaskan juga tentang Toko Stop Narkoba dan budidaya jahe merah PT.Bintang Tujuh.

2. Acara dilanjutkan sambutan oleh Ketua Kadin Kab.Lombok Barat.
Ketua Kadin sangat berterima kasih atas kunjungan BNN.KADIN sangat bersemangat untuk berdiskusi untuk kegiatan yang dapat kita bangun dan kebangkan bersama-sama apalagi senggigi merupakan kawasan wisata dan banyak jg kasus narkoba.KADIN pun juga ingin membangun program dengan menawarkan kerjasama daam upaya memberikan keterampilan bagi masyarakat terutama bagi mantan pengguna dan pengedar Narkoba.KADIN  sangat memikirkan agar mantan Pengguna dan pengedar setelah tahap pasca rehab ada pekerjaan atau keterampilan yang dapat mereka kembangkan.kami sangat antusias untuk bersinergi agar kami pun tidak bekerja sendri
Karena dengan bersama BNN, BNNP, BNNK maka tujuan kita untuk mewujudkan masyarakat yang bersih narkoba segera terwujud.

Baca juga:  Calon Hakim MA Ikuti Sosialisasi P4GN dan Tes Urine

3. Salah satu pengurus KADIN memberikan informasi juga bahwa Narkoba sangat memprihatinkan krn sudah sampai masuk ke pesantren.Masukan dari KADIN adalah apapun yang kita lakukan harus benar benar melihat karakter masyarakat arena banyak masyarakat yang sangat tertarik tapi banyak juga yang apatis dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar.kita harus melakukan pendekatan halus ke masyarakat dan menjelaskan maksd tujuan dengan jelas agar tidak salah persepsi.KADIN siap membangun sinergi dengan BNN karena KADIN peduli dengan lingkungan dan masyarakat di sini.

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel