Berita Utama

Pendekatan Keluarga Menjadi Strategi Cegah Penyalahgunaan dan Sembuhkan Pecandu

Dibaca: 259 Oleh 22 Mar 2019Agustus 2nd, 2019Tidak ada komentar
Pendekatan Keluarga Menjadi Strategi Cegah Penyalahgunaan dan Sembuhkan Pecandu
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Peran keluarga dalam mengatasi penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu isu yang dibahas dalam side event pada CND ke-62 di Wina, Austria, diselenggarakan atas kerja sama Pemerintah Indonesia, Jepang, Vietnam, UNODC, WHO dan Vienna NGO Committee on Drugs.
Riza Sarasvita, Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah (PLRIP) BNN yang mewakili pemerintah Indonesia dalam event tersebut menyampaikan bahwa pelibatan keluarga dalam penatalaksanaan pecandu narkoba di Indonesia merupakan hal yang menjadi satu kesatuan pendekatan. Sekalipun belum dilakukan penelitian secara sistematis, keterlibatan keluarga dalam proses terapi rehabilitasi pecandu dapat meningkatkan potensi pemulihan secara optimal, khususnya apabila keluarga memperoleh pengetahuan dan ketrampilan yang memadai dalam bidang adiksi narkoba. Untuk itu Indonesia menyambut baik hadirnya modul Family Therapy yang diterbitkan UNODC.

Gilberto Gerra dari UNODC menyampaikan alasan UNODC menyusun modul Family Therapy yang melibatkan para pakar dunia, dimana modul ini bersifat praktis dan berbasis bukti. Untuk itu uji coba implementasi modul tersebut dibutuhkan guna penyempurnaan. Gerra menyebutkan bahwa uji coba akan diadakan di Indonesia, Vietnam dan Bangladesh. Dr . Yun Yanagi dari Jepang menambahkan bahwa penanganan permasalahan narkoba dengan menggunakan pendekatan melalui keluarga menjadi tantangan internasional baik bagi WHO maupun UNODC. Pendekatan keluarga terbukti secara scientific dapat meningkatkan daya tahan keluarga dari perilaku kriminal dan mencegah masyarakat dari penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, perwakilan World Health Organization (WHO), Vladimir Poznyak menyampaikan perlunya perlakuan khusus dalam sistem penanganan penyalahgunaan narkoba. Strategi secara khusus dibutuhkan untuk dapat melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba maupun penanganan terhadap pecandu.
WHO mengapresiasi upaya UNODC melibatkan para ahli di bidangnya dalam penyusunan modul-modul yang ada. Dengan demikian diharapkan akan meningkatkan jumlah keberhasilan dalam penanganan permasalahan narkotika dan sekaligus meminimalisasi potensi kekambuhan.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel