Siaran Pers

PENANDATANGAN NOTA KESEPAHAMAN ANTARA BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) DENGAN PLN DISTRIBUSI BALI

Dibaca: 24 Oleh 29 Okt 2007Agustus 2nd, 2019Tidak ada komentar
Badan Narkotika Nasional
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Pada puncak peringatan Hari Listrik Nasional ke 62, tanggal 27 Oktober 2007, dilakukan upacara yang dipimpin oleh Gubernur Bali, Dewa Beratha dan dihadiri sejumlah tamu undangan penting seperti : Kalakhar BNN, I Made Mangku Pastika, Kapolda, jajaran DPR Provinsi Bali dan sejumlah tamu penting lainnya. Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan berbagai nota kesepahaman seperti, kerjasama dalam penanggulangan bahaya narkoba antara Kalakhar BNN dengan PLN Distribusi Bali, kerjasama dalam penghematan dan penertiban pemakaian tenaga listrik antara Kapolda Bali dengan PLN Distribusi Bali serta keselamatan dan keamanan instalasi listrik oleh Cooper Development Centre, AKLI, Konsuil, APEI dan PLN Distribusi Bali.Penanggulangan Bahaya NarkobaFenomena kejahatan narkoba secara nasional semakin tahun kian meningkat. Menurut data yang dirilis BNN, setiap hari rata-rata 40 orang meninggal akibat narkoba. Angka tersebut, bila dirumuskan akakn setara dengan 15 ribu orang yang mati sia-sia setiap tahun. Yang lebih menyedihkan justru para pengguna narkoba tidak saja terjadi di daerah perkotaan, melainkan sudah masuk ke kantong-katong pedesaan, dan tidak sedikit meracuni sekolah-sekolah.Kecenderungan yang semakin meningkat ini, membuat jajaran BNN yang diberikan tanggung jawab soal ini, harus lebih gencar melakukan gerakan penanggulangan dengan membangun kesadaran masyarakat secara terus menerus. Upaya seperti itu, telah dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang sanggup melakukan kampanye anti narkoba secara bersama-sama. Salah satu bentuk kerjasama tersebut, telah dilakukan BNN dengan PLN Distribusi Bali.Menurut Kalakhar BNN, I Made Mangku Pastika, dipilihnya PLN Bali sebagai mitra kerjasama, mengingat Bali telah menjadi detinasi wisata dunia. Oleh karena itu, Bali sangat potensial untuk dijadikan transit, dan perdagangan jaringan narkoba skala internasional. PLN Bali, melalui 700 ribu pelanggannya dipandang sangat strategis untuk menyampaikan pesan-pesan untuk mewaspadai bahaya narkoba melalui program sosialisasi yang telah dicanangkan.Sementara itu, PLN Distribusi Bali, merasa berkewajiban menyampaikan pesan bahaya narkoba, karena tugas tersebut lebih dimaknai sebagai tanggung jawab moral yang harus dilakukan secara menyeluruh. Sama seperti PLN dalam tugasnya mengelola ketenagalistrikan, BNN hanyalah sebuah lembaga yang memikul terhadap keselamatan generasi bangsa dari narkoba. Dalam menjalankan tugasnya, BNN memerlukan partisipasi semua pihak untuk turut peduli pada perilaku anak bangsa dari ancaman bahaya narkoba.Kerjasama yang dilakukan dengan PLN Bali, hanyalah salah satu dari sejumlah kerjasama yang telah dilakukan BNN dengan institusi lainnya. Pihaknya berharap akan ada kepedulian menyusul dari perusahaan-perusahaan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sebagai bentuk corporate social responsibility sebagaimana yang telah dilakukan PLN Bali.Mengawali kampanye anti narkoba, PLN Bali akan menyisipkan pesan anti narkoba dalam pencetakan rekening listrik. Hal ini akan berjalan sama-sama dengan gerakan untuk menyadarkan perilaku masyarakatakan pentingnya melakukan hemat energi.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel