Bidang Pemberdayaan Masyarakat

Pemetaan Potensi pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Oleh 20 Feb 2020Februari 22nd, 2020Tidak ada komentar
Pemetaan Potensi pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Nusa Tenggara Barat
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Pemetaan Potensi pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Pemetaan Potensi pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Pemetaan Potensi pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Rangkaian Pemetaan Potensi pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Nusa Tenggara Barat

#BNN#StopNarkoba#CegahNarkoba.      1. Kegiatan diawali dengan Tim BNN menuju Kantor BNNP dan diterima langsung oleh Kepala BNNP, Brigjen Pol. Drs. Gde Sugianyar, D.P, S.H.,M.Si, Kabid P2M, Kabag Umum.

2. Kasubdit Masy.Perkotaan melaporkan hasil kegiatan sampai dengan kemarin hari Rabu/19 Februari 2020. Kasubdit menyampaikan bahwa para stakeholder, instansi terkait dan masyarakat sangat mendukung program kegiatan BNN. Diharapkan dari BNNP lebih banyak lagi mengadakan penyuluhan Narkoba dan tes urin secara berkala karena penyalahgunaan Narkoba sudah sangat mengkhawatirkan dan banyak melibatkan anak-anak maupun remaja. Masyarakat juga menginginkan di setiap kegiatan yang dilaksanakan diberikan penjelasan tentang rehabilitasi karena masih banyak masyarakat yang takut lapor diri atau melaporkan anggota keluarga untuk direhabilitasi dikarenakan takut dipenjara.

3. Kepala BNNP menjelaskan tingkat penyalahgunaan Narkotika di Kab.Lombok Barat sangat tinggi.Selama ini BNNP ikit membackup karena BNNK mataram tidak mampu menangani sendiri. Oleh karena itu BNNP sangat berharap segera dapat dibentuk BNNK Lombok Barat. Bupati Lombok Barat telah memberikan lahan dan DPRD sudah menyetujui anggaranya nanti untuk membangun Gedung. Untuk program rehabilitasi disetiap kegiatan Kepala BNNP selalu menyerukan bahwa Rehabilitasi BNN tidak dipungut biaya dan identitas dirahasiakan selama tidak terkait dengan pidana.  Maka itu saat ini masyarakat yang lapor diri ke BNNP meningkat hingga hampir mencapai 1.500 dari sebelumnya tahun 2019 sebanyak 1.000 pelapor.

4. Selanjutnya Tim BNN bersama Kepala BNNP NTB, Kabid P2M dan personil BNNP menuju Kantor Bupati Lombok Barat.

Kantor Bupati Lombok Barat:
Tim BNN dan BNNP diterima oleh Bupati Lombok Barat, Asisten I, Asisten II,  Kadis Koperasi,  Kadis Ketahanan Pangan, Kepala Kesbangpol.

1. Sambutan Kepala BNNP..Dalam sambutan, kepala BNNP menyampaikan prevalensi penyalahguna Narkoba  di Indonesia 3.3jt dan di NTB prevalensi penyalahguna Narkoba 63.000.Upaya untuk menangani permasalahan ini dengan menekan supply dan demand. Berbagai upaya dilakukan BNN untuk menekan supply dan demand diantaranya melalui penyuluhan, melakukan kegiatan menciptakan lingkungn kerja bersih Narkoba sesuai amanat Inpres No.16 Th.2018 dimana Instansi Pemerintah wajib melaksanakan kegiatan P4GN, antara lain melakukan sosialisasi, menciptakan lingkungan bersih narkoba, melaksanakan Tes urin, membuat regulasi tentang pelaksanaan P4GN dilingkungan instansi pemerintah sehingga dapat menditeksi penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba dilingkungan kerja pemerintahan. Kepala BNNP menyampaikan Masyarakat yang melapor diri ke BNN untuk rehabilitasi sebagian besar berasal dari Lombok Barat.

2. Kepala BNNP menyampaikan bahwa BNN juga memiliki program kegiatan pengembangan wirausaha melalui pelatihan life skill bagi masyarakat kawasan rawan Narkoba. Untuk di prov.NTB akan dilaksanakan di Desa Senggigi.

3. Sambutan Bupati Lombok Barat. Bupati menyampaikan bahwa tugas memberantas Narkoba adalah tugas bersama kita. Bupati Lombok Barat berharap segera di bentuk BNNK di Lombok Barat dan Lombok Timur karena Lombok Barat dan Lombok Timur merupakan pintu masuknya Narkoba dari luar. Bupati Lombok Barat beserta jajaran berterima kasih dan mendukung kegiatan pengembangan wirausaha yang akan dilaksanakan di Desa Senggigi dan berharap agar kegiatan yang diberikan nanti berkelanjutan dan diawasi agr dapat berjalan efektif. Bupati menginginkan agar ada tes urin dadakan bagi jajaran pemerintah daerah dari mulai pejabat hingga pegawai karena banyak yang terindikasi apalagi dengan kondisi saat ini yang sangat mengkhawatirkan.

4. Kasubdit Masyarakat perkotaan menyampaikan terdapat 654 kawasan rawan Narkoba.Terdapat 30 kawasan rawan Narkoba di NTB.Tahun ini yang akan diintervensi desa Senggigi. Kasubdit menyampaikan telah berkoordinasi dengan para stakeholder dan masyarakat untuk pelaksanaan pengembangan wirausaha nantinya. Dalam kegiatan pengembangan wirausaha akan dibarengi dengan kegiatan budidayaa jahe merah. Kasubdit juga menyampaikan bahwa potensi yang dapat diangkat dalam pelatihan pengembangan wirausaha diantaranya handycraft dan abon ikan yang merupakan kearifan lokal dari masyarakat desa Senggigi.

4. Asisten I menyampaikan keinginannya agar ada modul dari BNN tentang penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba yang dapat dibagikan ke OPD yang ada. Di Kec. Batu Layar Terdapat kelompok penanam Jahe merah diharapkan dapat juga bekerjasama dengan PT.Bintang Tujuh supaya petani jahe dan pengusaha serbat di sini dapat berkembang. Pada saat kegiatan penanaman jahe merah agar dapat diberikan waktu pertemuan antara jajaran Bupati Lombok Barat bersama PT.Bintang Tujuh.

5. Kadis Koperasi menginginkan sosialisasi bahaya Narkoba di jajaran dinas  koperasi

Kantor Dinas Perindustrian dan perdagangan:
Tim diterima oleh Sekretaris Dekranasda dan Sekretaris Dinas Perindustrian dan perdagangan

Beberapa hal yang disampaikan olrh Sekretaris Dekranasda sebagai berikut:
1. Komoditi Kab.Lombok Barat adalah kerajinan gerabah Banyumalek dan kerajinan Kayu Cukli

2. Pangan berbasis pertanian dan perkebunan. Industri gula aren.salahbsatu tujuan krn tidak terpaku oleh musim, agar mengarahkan petani tidak membiat aren menjadi minuman keras

3. Dekranasda berharap kegiatan pengembangan wirausaha dapat bekerjasama dengan dekranasda.Dekranasda siap membantu dalam pengenalan produk ke masyarakat

4. Dekranasda Kab.Lombok Barat akan membangun tempat display produk unggulan yang nantinya bisa juga untuk display produk masyatakat Binaan BNN.

5. Kasubdit Masyarakat Perkotaan menjelaskan Toko Stop Narkoba dan pameran produk hasil karya masyarakat binaan

Kodim 1606/LOBAR
Diterima oleh Dandim, Kolonel CZI Efrijon Kroll, Pasi Intel, Pasi Penerangan, Pasi Log dan Pasi Ops

1.Kasubdit menjelaskan 654 kawasan rawan Narkoba di Indonesia dan gambaran Program kegiatan yang akan dilaksanakan oleh BNN di prov.NTB.Kasubdit menyampaikan akan pentingnya sinergi antara BNN brsama TNI/Polri dlam upaya penanganan kawasan rawan Narkoba di prov.NTB.

2. Dandim 1606/Lobar menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan BNN. Kodim 1606 sudah melakukan MOU dengan BNNK Mataram dan Babinsa sudah mendapatkan pelatihan tentang sosialisasi Narkoba dan pengenalan Jenis Narkoba dari BNN selama seminggu.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel