Bidang Pemberdayaan Masyarakat

Pemetaan Potensi pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Kalimantan Selatan

Oleh 13 Feb 2020 Tidak ada komentar
Pemetaan Potensi pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Kalimantan Selatan
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Pemetaan Potensi pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Kalimantan Selatan

Pemetaan Potensi pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Kalimantan Selatan

Pemetaan Potensi pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Kalimantan Selatan

Pemetaan Potensi pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Kalimantan Selatan

Rangkaian Pemetaan Potensi pada Kawasan Rawan Narkoba di Kalimantan Selatan    #BNN#StopNarkoba#CegahNarkoba. Kegiatan Pemetaan Potensi di Kalimantan Selatan, hari keempat Kamis (13/2/2020).

1). Kegiatan Audiensi dengan Kesbangpol Kota Banjarmasin diterima oleh Ka Kesbangpol Bpk H. Kasman, Kabid, Hansenbud, Kabid Wasnas Ibu Nani dan staf Kesbangpol.
Kasubdit Masy. kota mengutarakan maksud kedatangan Tim BNN untuk audiensi adalah untuk mensinergikan Program dan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat pada Kawasan Rawan Narkoba di Kota Banjarmasin, khususnya Gg. Jemaah Kel. Pekauman dikenal juga dengan Texasnya Banjarmasin, merupakan salah satu dari 65 target kawasan rawan yang akan di intervensi/bina pada tahun 2020.
BNN dalam mengintervensi tidak dapat berdiri sendiri oleh karenanya perlu dukungan dari SKPD2 di wilayah setempat.
Kesbangpol selama ini selalu berkoordinasi jg dg BNN Kota untuk kegiatan Sosialisasi serta Rapat Koordinasi dalam P4GN.
Kesbangpol beserta 7 SKPD yang tergabung dalam program pemkot “Wira Usaha Baru” siap mendukung suksesnya program dan diharapkan dapat mengubah stigma pada kawasan rawan narkoba tsb.

Baca juga:  BNN kenalkan tokostopnarkoba.com di Pertemuan HONLEA, THAILAND

2). Audiensi Dekranasda di terima oleh Dewan Pembina ( Bapak Bambang), Kabid2 Ibu Inge, Ibu Meli, Desaigner Batik Sasirangan serta Nanang Galuh (Abang None) Kota Banjarmasin.
Dekranasda telah bekerjasama dengan BNNP melatih mantan pecandu dan mengandeng CSR Bank Syariah Mandiri,spt membuat kursi dari bekas drum. Mereka juga mempunyai praktisi yang biasa melatih membuat Batik Sasirangan, kalung mix dari bahan perca sasirangan dan batu alam yang ada di banjarmasin, membuat bakul purun dg pewarna alami sehingga limbahnya pun aman bagi lingkungan.
Dekranasda sebagai wadah siap menerima hasil kerajinan masyarakat binaan untuk dipasarkan.

3). Audiensi dengan UMKM di terima oleh Plt Kadis UMKM ; Ir Hj Lily Dwiyanti beserta jajarannya.
Dinas UMKM salah satu dari SKPD yang tergabung dalam program “Wira Usaha Baru” siap mendukung dan mereka juga akan mengkolaborasikan dengan programnya utk mengurangi kemiskinan dan dampak dari narkoba yaitu Kampung Baiman , dengan diberikan pelatihan diharapkan masyarakat dpt mandiri dan meningkatkan perekonomian masyarakat pada kawasan rawan narkoba.

Baca juga:  MONEV bulanan BNN Wilayah Sulsel April 2014

4). Audiensi dengan KADIN di terima oleh Ketua KADIN Prov Bapak Wijaya, Ketua KADIN Kota Banjarmasin Bapak Efendi beserta jajarannya.
KADIN juga mempunyai binaan dan telah melakukan penemuan baru dengan membuat sirup serta selai dari Bunga Sepatu hasilnya telah dipasarkan , Mempunyai tenaga praktisi yang handal dan siap membantu untuk memberikan pelatihan – pelatihan kepada masyarakat binaan BNN.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel