Dampak penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba telah mengancam seluruh aspek kehidupan dan tidak mengenal batas. Potensi kejahatan Narkoba dapat terjadi di seluruh tempat di negeri ini, tidak terkecuali di wilayah Kalimantan Timur. Kerawanan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di masing-masing daerah pun sangat bervariasi. Berdasarkan hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2011, diketahui prevalensi penyalahgunaan Narkoba di wilayah Kalimantan Timur mencapai angka 3,1% dari total populasi penduduk sebanyak 2.792.946 orang, atau kurang lebih terdapat 86.000 penyalahguna Narkoba di wilayah ini. Persentase prevalensi penyalahguna Narkoba di wilayah Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan kecenderungan angka yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan daerah lain. Oleh karena itu, penanganan terhadap penyalahgunaan Narkoba di Provinsi Kalimantan Timur harus dilaksanakan secara intens dan komprehensif. Jika dilihat dari perspektif kerawanan penyalahgunaan Narkotika yang cukup tinggi di Kalimantan Timur, maka BNN melakukan langkah yang tepat dengan membentuk dan membangun Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Timur, sesuai dengan amanat yang tertera dalam Perpres Nomor 23 Tahun 2010 tentang Badan Narkotika Nasional. Hingga saat ini telah terbentuk perwakilan BNN di 33 BNN Provinsi dan 75 BNN Kabupaten/Kota. Diantara yang sudah terbentuk, sebanyak 10 kantor BNN Provinsi dan 33 BNN Kabupaten/Kota telah dibangun. Hal ini dapat berjalan berkat komitmen tinggi dari masing-masing Kepala Daerah dan masyarakat yang berperan serta dalam memperkuat kelembagaan BNN di daerah. Pembentukan perwakilan BNN di daerah menandakan bahwa penanganan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) telah ditangani secara terpusat, hal ini mengingat karakteristik ancaman Narkoba bersifat global, sehingga harus ditangani secara komprehensif dan sinergi melalui Badan Narkotika Nasional sebagai executing agency di Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sehubungan dengan alinea sebelumnya, undang-undang ini juga memberikan wewenang kepada Badan Narkotika Nasional untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan dalam rangka pemutusan jaringan sindikat Narkoba baik internasional, regional, nasional, maupun lokal. Dalam upaya memaksimalkan implementasi P4GN, maka sebuah organisasi harus ditunjang dengan kualitas sumber daya manusia yang maksimal, serta sarana dan prasarana yang memadai. Oleh karena itulah, sebagai salah satu upaya optimalisasi pembinaan sumber daya manusia dalam konteks dinamika organisasi dan pengembangan BNN, maka pada hari ini Kepala BNN melantik Kepala BNN Provinsi Kalimantan Timur yang baru, yaitu Maridup Samosir Pakpahan yang menggantikan Sabar Sinaga. Pelantikan kepala BNNP Kalimantan Timur yang baru ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja pelaksanaan P4GN di daerah, baik secara kualitas maupun kuantitas.Selain melantik kepala BNNP yang baru, Kepala BNN juga meresmikan gedung baru milik BNNP Kalimantan Timur, yang dibangun di atas lahan seluas 2.000 M² di Jalan Rapak Indah KM. 1, Samarinda. Kepala BNN juga turut meresmikan gedung kantor BNN Kota Samarinda, BNN Kota Balikpapan, dan BNN Kota Tarakan, dengan harapan BNNP dan BNNK/Kota dapat bersinergi dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di provinsi Kalimantan Timur.Dengan pembangunan fasilitas yang memadai ini, diharapkan BNNP Kalimantan Timur beserta BNN Kota dapat meningkatkan kinerjanya dalam rangka mengakselerasikan P4GN, sehingga mampu mewujudkan Provinsi Kalimantan Timur Bebas Narkoba. (DND & BK)
Siaran Pers
PELANTIKAN KEPALA BNNP KALIMANTAN TIMUR DAN PERESMIAN GEDUNG KANTOR BNNP & BNNK
Terkini
-
SIAP HADAPI SINDIKAT NARKOTIKA, BNN TUTUP PELATIHAN RPE DENGAN SIMULASI OPERASI TAKTIS 06 Agu 2026 -
KEPALA BNN RI BEKALI 5.000 MAHASISWA BARU UI TENTANG BAHAYA NARKOTIKA DI PKKMB 2026 04 Agu 2026 -
CHANGE TALK JADI BEKAL PETUGAS REHABILITASI DALAM MENDORONG PERUBAHAN PERILAKU KLIEN 04 Agu 2026 -
BNN PERKUAT KOMPETENSI PETUGAS REHABILITASI MELALUI PELATIHAN LAYANAN REHABILITASI BERKELANJUTAN 03 Agu 2026 -
TINGKATKAN KESIAPSIAGAAN PERSONEL, BNN TEMPA PASUKAN DAKJAR MELALUI PELATIHAN RPE 03 Agu 2026 -
BNN BERSAMA BEA DAN CUKAI BONGKAR JARINGAN PENYELUNDUPAN VAPE BERISI ETOMIDATE ASAL MALAYSIA 03 Agu 2026 -
KEPALA BNN RI HADIRI MALAM PENGANUGERAHAN HOEGENG AWARDS 2026 01 Agu 2026
Populer
- BNN GELAR BIMTEK ARSIP DIGITAL 2026 UNTUK BIROKRASI YANG MODERN DAN AKUNTABEL 07 Jul 2026

- BNN DUKUNG PENGUATAN PERLINDUNGAN ANAK MELALUI PELUNCURAN GERAKAN BERLIAN 07 Jul 2026

- KOMITE I DPD RI USULKAN MOU DENGAN BNN UNTUK PERKUAT PELAKSANAAN P4GN DI DAERAH 08 Jul 2026

- TUTUP LATSAR CPNS 2026, SESTAMA BNN RI TEKANKAN INTEGRITAS ASN DALAM PEMBERANTASAN NARKOTIKA 08 Jul 2026

- BNN GELAR EVALUASI REHABILITASI BERKELANJUTAN 08 Jul 2026

- BNN RAIH KATEGORI BAIK DALAM EVALUASI PELAKSANAAN REHABILITASI BERKELANJUTAN SEMESTER I 2026 08 Jul 2026

- BIMTEK ARSIP DIGITAL BNN TAHUN 2026 RESMI DITUTUP, TIGA ARSIPARIS RAIH PREDIKAT TERBAIK 10 Jul 2026
