Kalimat bebas narkoba dalam judul tulisan ini mengandung maksud sesuai dengan Program Indonesia Negeri Bebas Narkoba Tahun 2015 yang berarti bahwa prevalensi penyalah guna narkoba harus di bawah 2,8 % dari total jumlah penduduk yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Artinya, kalimat bebas narkoba tidaklah dimaknai sebagai bebas tanpa aturan atau bebas adanya pelanggaran/penyalahgunaan narkoba. Padahal untuk saat ini, ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba telah merasuk hingga pelosok pedesaan, termasuk tidak menutup kemungkinan, ancaman itu telah masuk ke dalam wilayah Kabupaten Purbalingga. Oleh karena itulah, upaya pembangunan, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa harus terus dilakukan dengan dukungan dari berbagai pihak agar desa dan segenap elemen masyarakatnya tetap terjaga kualitas derajat kesehatannya. Desa juga perlu dilindungi dan diberdayakan agar menjadi kuat, maju, mandiri dan demokratis sehingga dapat menciptakan landasan yang kuat dalam melaksanakan pemerintahan dan pembangunan menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera, termasuk bebas dari ancaman bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Seiring dengan berlakunya Undang – Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, membawa konsekuensi salah satunya berupa alokasi anggaran khusus dari APBN yang langsung mengalir ke desa dengan jumlah nominal tidak sedikit. Oleh karena itulah, maka diperlukan langkah pro aktif sekaligus preventif dari berbagai pihak untuk mengawal implementasi anggaran dimaksud agar dapat tepat guna dan tepat sasaran. Atas dasar pertimbangan tersebut, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga menganggap penting melakukan langkah nyata untuk turut serta memberdayakan potensi masyarakat desa yakni dengan cara mengharmonisasikan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang didukung oleh seluruh jajaran pemerintah desa dan kelurahan di Kabupaten Purbalingga. Upaya harmonisasi Program P4GN dengan pemerintah desa dan kelurahan menjadi penting dilakukan karena ancaman potensi bahaya penyalahgunaan narkoba telah merasuk hingga tatanan masyarakat yang terbentang di 239 desa dan kelurahan dalam wilayah Kabupaten Purbalingga. Hal ini mendasarkan pada realitas bahwa wilayah Propinsi Jawa Tengah di tahun 2013 menduduki peringkat keenam sebagai daerah rawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dengan ratio kerawanan daerah 1 : 49.897, yang mengandung makna bahwa dari setiap 49.897 warga di Jawa Tengah satu diantaranya adalah penyalah guna narkoba tanpa memandang suku, agama, jenis kelamin maupun status sosial yang melekat pada struktur masyarakat. Oleh karenanya, pilihan untuk menggandeng pemerintah desa dan kelurahan melalui pemimpinnya yaitu kepala desa dan kepala kelurahan (lurah) dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi yang melibatkan Wakil Bupati Purbalingga, Psikolog Klinik VCT RSUD Goetheng Taroenadibrata dan Pimpinan Panti Rehabilitasi Narkoba Nurul Ichsan Al Islami sebagai narasumber. Rapat Koordinasi Harmonisasi Program P4GN di Lingkungan Pemerintah Desa/Kelurahan se – Kabupaten Purbalingga pun pada akhirnya dapat terlaksana pada tanggal 30 Agustus 2014 sekaligus sebagai implementasi nyata Rencana Aksi Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di wilayah Kabupaten Purbalingga yang merupakan amanat dari Surat Edaran Bupati Nomor : 354/4549 Tahun 2012. Perlu diketahui bahwa dalam Surat Edaran Bupati tersebut, para Camat dan para Kepala Desa / Kelurahan se – Kabupaten Purbalingga diperintahkan untuk mendukung pencapaian target Rencana Aksi Bidang P4GN Tahun 2011-2015. Penyelenggaraan Rakor Harmonisasi tersebut juga memiliki maksud untuk mendapatkan data pengguna narkoba yang terjadi secara riil di desa / kelurahan, yang dalam pengisian format data tersebut sesuai dengan Surat Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga Nomor : B/0610/VI/Ka/pm.01.02/2014/BNNK PBG yang telah diberikan kepada seluruh kepala desa / kelurahan pada tanggal 16 Juni 2014. Data pengguna narkoba itu sebagai bahan bagi Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga untuk melakukan penjangkauan terhadap pecandu narkoba untuk mendapatkan layanan terapi rehabilitasi dan pascarehabilitasi secara komprehensif. Disamping itu, Rakor Harmonisasi juga diharapkan sebagai wahana menambah wawasan dan materi tentang Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bagi para kepala desa dan kepala kelurahan se – Kabupaten Purbalingga. Sekarang, setelah Rakor Harmonisasi dilaksanakan, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga sangat mengharapkan agar kiranya para kepala desa dan kepala kelurahan se – Kabupaten Purbalingga berkenan mendukung program P4GN secara nyata melalui pengalokasian anggaran dalam APBDes Tahun Anggaran 2015, sehingga nantinya dalam Tahun 2015 masing – masing desa / kelurahan dapat secara mandiri melaksanakan kegiatan yang bersumber dari APBDes sebagai wujud dukungan terhadap Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Terlebih pada tanggal 13 Januari 2015, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga telah mengirim surat kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga melalui surat nomor : B/0047/I/Ka/pm.01.00/2015/BNNK PBG tanggal 13 Januari 2015 yang pada intinya kembali menegaskan komitmen untuk menggerakkan seluruh perangkat dan masyarakat desa agar bersama-sama menyukseskan program P4GN dengan berbasis penganggaran melalui APBDes Tahun Anggaran 2015. Artinya, sekarang kembali berpulang pada para kepala desa dan kepala kelurahan apakah sudah mulai menganggarkan dalam RAPBDes TA 2015 terkait adanya kegiatan yang mendukung Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Semakin banyak desa dan kelurahan yang telah menganggarkan untuk program P4GN, maka semakin cepat pula desa/kelurahan bebas narkoba dapat tumbuh di 239 desa dan kelurahan sehingga citra positif masyarakat di wilayah Kabupaten Purbalingga akan semakin meningkat pula. Setidaknya desa bebas narkoba adalah bagian nyata dari dukungan terhadap Indonesia Negeri Bebas Narkoba 2015
Artikel
MEWUJUDKAN DESA BEBAS NARKOBA DI KABUPATEN PURBALINGGA
Terkini
-
PERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA KE-98, BNN TEGASKAN SEMANGAT PERSATUAN DAN PENGABDIAN 28 Okt 2026 -
BNN Perkuat Pengawasan Jalur Laut dan Kerja Sama Internasional Berantas Narkotika 28 Okt 2026 -
BNN PERKUAT KERJA SAMA REGIONAL HADAPI ANCAMAN NARKOTIKA SINTETIS 27 Okt 2026 -
BNN Jemput Tersangka dan Barang Bukti 1,16 Ton Ketamin Kasus Kapal Medan 27 Okt 2026 -
BNN DUKUNG KAMPANYE ANTINARKOBA MELALUI SENI DAN BUDAYA 25 Okt 2026 -
BERSINERGI BERANTAS NARKOTIKA, LINDUNGI MASA DEPAN ANAK BANGSA 24 Okt 2026 -
SINERGI BNN, POLRI, BEA DAN CUKAI UNGKAP LABORATORIUM GELAP NARKOTIKA JARINGAN INTERNASIONAL, SITA 1,2 TON SABU 23 Okt 2026
Populer
- HADAPI ANCAMAN NARKOTIKA, BNN DORONG PENGUATAN SINERGI BERSAMA BAKOM RI 30 Sep 2026

- BANGUN KEMANDIRIAN EKONOMI KLIEN PASCAREHABILITASI, BNN GANDENG KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN 01 Okt 2026

- BNN TINGKATKAN KESADARAN KEAMANAN SIBER MELALUI SOSIALISASI SECURITY AWARNESS 2026 01 Okt 2026

- KEPALA BNN RI SUYUDI ARIO SETO RESMI DILANTIK MENJADI KAPOLRI 02 Okt 2026

- KEPALA BNN RI LEPAS SEJUMLAH PEJABAT PIMPINAN TINGGI YANG MEMASUKI MASA PURNA TUGAS 01 Okt 2026

- GELAR RAPAT PENGOLAHAN DATA IKM LAYANAN REHABILITASI 2026, BNN DORONG EFISIENSI ADMINISTRASI DAN PENINGKATAN MUTU LAYANAN 30 Sep 2026

- BNN LANTIK 10 PEJABAT, PERKUAT PELAKSANAAN P4GN 29 Sep 2026
