Skip to main content
UnggulanBerita UtamaBerita Satker

PERKUAT PINTU MASUK NEGARA, BNN DAN BARANTIN JAJAKI KERJA SAMA BERANTAS NARKOTIKA

Auto Draft
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, melakukan kunjungan audiensi dengan Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, di Gedung Mina Bahari (GMB) II, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, pada Kamis (4/6). Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat kerja sama dalam mengantisipasi dan mendeteksi penyelundupan narkotika melalui jalur-jalur perbatasan dan pintu masuk negara.

Kepala Barantin menyambut baik kedatangan pihak BNN. Beliau mengungkapkan bahwa modus penyelundupan narkotika kini semakin berkembang dan tidak sedikit yang memanfaatkan jalur-jalur yang menjadi kewenangan Badan Karantina. Ia mencontohkan salah satu kasus masa lalu di mana ganja seberat 800 kilogram asal Jerman diselundupkan dengan cara dicampur ke dalam pakan ternak.

“Sekarang narkotika juga sudah bertransformasi ke bentuk yang lebih canggih seperti cairan. Karena itu, Kami mendiskusikan langkah antisipasi guna mengendalikan peredaran narkotika, baik dari luar negeri maupun antar pulau, yang bisa didukung oleh Barantin,” ujar Kepala Barantin.

Barantin yang memiliki lini terdepan di perbatasan, pelabuhan, dan bandara akan mendorong sistem penelusuran (tracking) dan pengecekan dini. Modus-modus baru yang ditemukan BNN akan diinformasikan ke tim Barantin agar dapat mendeteksi ancaman lebih cepat. Selain itu, Barantin akan mengoneksikan sistem data base trust milik mereka dengan BNN guna memantau pergerakan mencurigakan secara real-time.

Baca juga:  Rapat Kerja Pemberdayaan Alternatif Lintas Kementerian Terkait, Swasta, LSM, dan Dunia Usaha di Pekanbaru, Riau

Kepala Barantin menegaskan pentingnya kolaborasi ini demi menyelamatkan masa depan bangsa.

“Ini menyangkut Generasi Emas. Jangan sampai generasi Kita malah menjadi ‘generasi cemas’ karena narkotika. Semua pihak harus terlibat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BNN RI menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan Barantin. Menurutnya, tugas BNN dalam menanggulangi narkotika sangat beririsan dengan Barantin yang menjaga gerbang luar Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Suyudi membagikan informasi terkini mengenai perkembangan tren narkotika, di mana bentuknya kini tidak lagi hanya padat, serbuk, pil, atau tanaman, melainkan sudah berbentuk cairan (liquid). Jenis baru ini (termasuk synthetic cannabinoid) kerap disalahgunakan melalui rokok elektrik (vape) yang kini menjadi tren gaya hidup generasi muda.

“Pendeteksian narkotika cair ini membutuhkan kekhususan dan kerja sama yang erat. Mengingat posisi strategis Indonesia dan adanya jaringan narkotika internasional di Asia Tenggara seperti Golden Triangle, pengawasan harus diperketat,” tegas Suyudi.

Suyudi menambahkan bahwa pengawasan tidak hanya fokus pada pintu masuk resmi, tetapi juga pelabuhan-pelabuhan tikus yang kerap menjadi celah penyelundupan. Guna mematangkan langkah pencegahan, pemberantasan, serta pelatihan bersama, BNN dan Barantin sepakat untuk segera menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Nota Kesepahaman (MoU) dalam waktu dekat.

Baca juga:  Wujudkan Good Government Kementerian Keuangan Sebar Lulusan STAN di Kementerian/ Lembaga dan Pemda

#warondrugsforhumanity
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel