Kunci utama menangkal penyalahgunaan Narkoba, terletak pada masyarakat Indonesia itu sendiri. Ketika imunitas masyarakat terwujud, maka sekuat apapun godaan para Bandar atau pengedar untuk menawarkan Narkoba maka hal itu sia-sia belaka. Sehingga, ketika masyarakat benar-benar kebal maka dengan sendirinya bandar pun bangkrut.Demikian pernyataan yang disampaikan oleh Dr. Victor Pudjiadi, Direktur Advokasi Deputi Pencegahan BNN, saat memberikan paparan dihadapan 72 peserta Pembentukan Kader Organisasi Masyarakat, di Hotel Oasis, Rabu (18/4).Pembentukan kader anti penyalahgunaan Narkoba di kalangan pegiat organisasi masyarakat memiliki poin cukup penting. Seperti diketahui bersama, bahwa Ormas-Ormas besar seperti Kowani dan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama, memiliki jumlah anggota yang cukup besar, sehingga ketika Ormas ini turut dilibatkan dalam kegiatan pencegahan maka akan menghasilkan pengaruh yang cukup besar pula.Menurut Direktur Advokasi, tipikal masyarakat Indonesia ini pada umumnya terbagi menjadi tiga, pertama masyarakat yang responsif dan reaktif dengan kesadaran tinggi untuk turut aktif dalam kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), lalu yang kedua masyarakat yang cuek akan fenomena penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba dilingkungannya, dan yang terakhir adalah masyarakat yang terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.Kami berharap Ormas-Ormas yang hadir disini menjadi kelompok masyarakat yang responsif dan juga reaktif dalam rangka mengimplementasikan program P4GN dilingkungannya, ujar Direktur Advokasi yang juga piawai bermain sulap ini.Peran Ormas dinilai strategis dalam konteks penanggulangan masalah Narkoba, khususnya dalam upaya pencegahan, karena pada dasarnya masing-masing Ormas sudah memiliki serangkaian program positif di masyarakat, sehingga program sosialisasi pencegahan penyalahgunaan Narkoba bisa terintegrasikan dalam program yang sudah ada. Kasubdit Masyarakat Direktorat Advokasi, Siti Alfiasih, berharap bahwa setelah mendapat pembekalan materi melalui kegiatan pembentukan kader ini, maka para anggota Ormas ini dapat menjadi kader yang memiliki kapabilitas untuk menyampaikan pesan bahaya penyalahgunaan Narkoba ke lingkungan masyarakat yang lebih luas.Untuk menjadi kader memang tidaklah mudah, karena selain memiliki pemahaman yang luas tentang Narkoba, ia juga harus memiliki kecakapan dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Dalam kegiatan pembentukan kader ini, BNN menghadirkan para narasumber yang berkompeten dibidangnya, untuk membekali para peserta agar kemampuan para peserta ini bisa lebih maksimal.Karena kader akan sering terlibat dalam kegiatan yang sifatnya sosialisasi, maka Kasandra Putranto, seorang psikolog yang sudah kondang di negeri ini memberikan trik-trik pada para peserta dalam membangun komunikasi yang efektif dengan audience. Menurut Kasandra, poin terpenting dalam komunikasi adalah, setiap individu harus bisa menjadi pembicara yang baik, dengan tidak menafikan kemampuan mendengar aspirasi orang lain, sehingga jalinan komunikasi yang terbentuk akan lebih maksimal.Khususnya dalam menghadapi para pecandu, maka seorang kader ataupun fasilitator harus memiliki pemahaman yang jauh lebih detil tentang permasalahannarkoba lebih dari si pecandu itu sendiri.Saat kita berdiskusi kita harus memiliki lebih banyak data atau hasil penelitian yang sangat konkret yang bisa menjadi bahan analisis sehingga kita bisa memberikan ilustrasi yang proporsional tentang bahayanya menyalahgunakan Narkoba, ujar psikolog yang sudah malang melintang di dunia penanggulangan adiksi Narkoba.Para peserta yang telah mengikuti kegiatan pembentukan kader, dituntut untuk bisa membuat rencana aksi dalam konteks pencegahan penyalahgunaan Narkoba. Dalam sebuah sesi diskusi terbuka yang dipandu oleh narasumber, Dedi Dwitagama, menyimpulkan dari beberapa pendapat peserta, bahwa untuk membuat rencana aksi maka ada beberapa poin yang harus dipertimbangkan, yaitu; rencana tersebut harus sistematis, kader harus mengenal audience-nya, kader harus melakukan evaluasi, dan punya visi yang jelas. (BK)
Berita Utama
Masyarakat Imun, Bandar pun Bangkrut
Terkini
-
BERSINERGI BERANTAS NARKOTIKA, LINDUNGI MASA DEPAN ANAK BANGSA 24 Okt 2026 -
SINERGI BNN, POLRI, BEA DAN CUKAI UNGKAP LABORATORIUM GELAP NARKOTIKA JARINGAN INTERNASIONAL, SITA 1,2 TON SABU 23 Okt 2026 -
TIM GABUNGAN BNN, POLRI, SERTA BEA DAN CUKAI AMANKAN KAPAL TANKER BERMUATAN 1,16 TON KETAMINE 23 Okt 2026 -
BNN UNGKAP 98 PERSEN SAMPEL CAIRAN VAPE YANG DIUJI, POSITIF MENGANDUNG NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, ATAU NPS 23 Okt 2026 -
BNN DORONG DIGITALISASI LAYANAN LABORATORIUM UNTUK PERCEPAT PELAYANAN PUBLIK 23 Okt 2026 -
BNN SIAPKAN PETUGAS PELAYANAN YANG RESPONSIF DALAM PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT 22 Okt 2026 -
BNN BENTENGI GENERASI BANGSA DARI ANCAMAN NARKOTIKA SEJAK DINI 22 Okt 2026
Populer
- BNN PERKUAT SINERGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KAWASAN RAWAN NARKOBA LOMBOK TIMUR 25 Sep 2026

- BNN DAN SRIKANDI PDDI SAMBUT HARI KESAKTIAN PANCASILA DENGAN DONOR DARAH 24 Sep 2026

- SESTAMA BNN RI HADIRI FORSES, PERKUAT SINERGI TATA KELOLA PEMERINTAHAN 26 Sep 2026

- HADAPI ANCAMAN NARKOTIKA, BNN DORONG PENGUATAN SINERGI BERSAMA BAKOM RI 30 Sep 2026

- BERIKAN KULIAH UMUM DI UNHAN, KEPALA BNN RI LINDUNGI GENERASI MUDA DEMI KEDAULATAN NEGARA 24 Sep 2026

- BANGUN KEMANDIRIAN EKONOMI KLIEN PASCAREHABILITASI, BNN GANDENG KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN 01 Okt 2026

- BNN TINGKATKAN KESADARAN KEAMANAN SIBER MELALUI SOSIALISASI SECURITY AWARNESS 2026 01 Okt 2026
