Skip to main content
Berita Utama

Ketua RT Teladan : Berdayakan Pecandu Dengan Usaha Kerupuk Kulit

Oleh 17 Feb 2014Agustus 2nd, 2019Tidak ada komentar
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Nuraini Etti Lasmini, atau yang akrab dipanggil Ibu Etty, pantas diberikan apresiasi sebagai ketua RT teladan. Dalam 12 tahun pengabdiannya pada masyarakat, Etti sudah banyak menolong para pecandu narkoba kembali ke jalan yang benar. Lewat usaha kerupuk kulit yang ia bangun, sejumlah pecandu narkoba dikaryakan. Di rumahnya kawasan Tegal Parang, Mampang, Etti tampak sedang mengaduk-aduk penggorengan besarnya. Sambil membuat kerupuk kulit, ketua RT yang pernah mendapatkan penghargaan dari Tupperware She Can ini, bertutur tentang perjuangannya mengembalikan kehidupan pecandu, bahkan pengedar narkoba dari keterpurukan menjadi kehidupan yang lebih menjanjikan. Dulu di sini banyak yang ribut-ribut urusan narkoba, karena ya gitu ada yang ditangkap polisi, ada juga yang mati gara-gara narkoba, kata Etti kepada media. Di daerah ini, Etti menambahkan jenis narkoba yang paling banyak digunakan antara lain, putau dan ganja. Maraknya narkoba di wilayahnya, membuat lingkungan di RT 1 RW 4 Tegal Parang ini tidak kondusif. Melihat hal ini, wanita lulusan IAIN ini terpacu untuk merubah keadaan. Ia berpikir keras bagaimana bisa merangkul para pecandu bahkan pengedar untuk insyaf dan mendapatkan penghasilan. Salah satu formula yang ia racik untuk menolong pecandu adalah dengan cara melibatkan mereka dalam menjalankan usaha kerupuk kulit. Sejak 1990-an, Etti telah menjalankan usaha kerupuk kulit. Dengan tekun, ia merekrut para pecandu dan pengedar untuk terjun dalam produksi kerupuk kulit. Mereka diajari membuat, dan juga diajari untuk memasarkan. Usaha ini tidak sia-sia. Menurut Etti, hingga saat ini sudah ada beberapa mantan pencandu berhasil dalam bisnis ini. Sudah banyak yang jadi bos, dan bahkan sudah bisa membuka di beberapa daerah selain di Jakarta, urai Etti berbinar-binar. Yang terpenting rangkul mereka dengan kasih sayang, anggap mereka keluarga atau anak sendiri, kata Etti. Ibu kelahiran Tasikmalaya ini berujar, para pecandu jangan dijauhi, karena mereka perlu kasih sayang dan dukungan. Ketika ada pecandu yang perlu ditolong untuk segera dipulihkan, ia biasanya mengantar si pecandu itu ke Tasikmalaya, untuk ditangani di pesantren milik Abah Anom yang dikenal tempat pemulihan pecandu narkoba. (bk/ disarikan dari Koran Jakarta)

Baca juga:  BNN Provinsi Bali Gelar FGD Sasar Pelajar Tingkat SLTA

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel