Berita UtamaBidang Pemberdayaan Masyarakat

Jagung Jadi Solusi Terbaik “Program GDAD” Di Kabupaten Bireuen

Auto Draft
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

BNN.GO.ID, Bireuen- Sebagai solusi terbaik untuk merubah mindset dan kebiasaan masyarakat menanam ganja, Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia kembali mengoptimalisasi Program Grand Design Alternative Development (GDAD) di wilayah – wilayah yang rentan akan bahaya narkotika, salah satunya di Kabupaten Bireuen.

Melalui program GDAD tersebut, masyarakat dapat melakukan pengembangan komoditi alternatif pengganti tanaman narkotika jenis ganja dengan tanaman produktif yang memiliki nilai jual tinggi dan tidak melanggar hukum.

Salah satu lokasi yang menjadi pilot project dari program GDAD yang dilakukan satker Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat adalah di wilayah Kabupaten Bireuen dengan jumlah lahan yang diolah menjadi lahan produktif sebanyak 30 hektar lahan yang terdiri dari 10 hektar di Dusun Teupin Panah, Balee Daka, 5 Gampong Meunasah Bungo, dan 15 hektar Blang Samagadeng. Hal ini merupakan bentuk sinergi Implementasi GDAD sejak tahun 2019 dan juga sebagai bentuk Rencana Aksi Penguatan GDAD dalam Impres Nomor 2 tahun 2020.

Di sela-sela Kegiatan Bimtek “Life Skill” bagi masyarakat pedesaan di Balee Daka, Kab. Bireuen, Direktur Pemberdayaan Alternatif Brigjen Pol Teguh Iman Wahyudi S.H., M.M, berkesempatan langsung mengunjungi lahan penanaman jagung seluas 10 Hektar yang berada di Dusun Teupin Panah, Balee Daka dan Gampong Meunasah Bungo.

Di lahan seluas 10 hektar tersebut rencananya akan ditanami jagung bantuan dari Dinas Pertanian Provinsi Aceh, dimana bantuan bibit dan saprodi sudah diterima namun belum ditanami sembari menunggu datangnya musim hujan.

Namun lahan masih dalam pembersihan dan selanjutnya siap untuk ditanami. Sedangkan lahan yang terletak Gampong Meunasah Bungo sekitar 5 hektar yang sudah ditanami jagung, baru 4 hari ditanam oleh warga sehingga baru tumbuh tunas kecil dibibitnya.

Direktur Dayatif juga mengunjungi masyarakat binaan yang dulu pernah dilatih life skill pada tahun 2019 yang dilatih membuat kawat bronjong.

Program ini cukup membuahkan hasil karena mulai bermunculan pengusaha lokal seperti Bapak Harmaili yang menampung hasil pembuatan kawat bronjong dari masyarakat sekitar.

Direktur Dayatif juga menyempatkan diri meninjau warga yang membuat batako hasil pelatihan life skill tahun 2019 oleh BNNK Bireuen. Usaha batako tersebut masih terus digeluti hingga saat ini. Kebanyakan pesanan datang dari warga lokal Kabupaten Bireuen.

“Saya berharap masyarakat dapat  memajukan pertanian yang positif, menggunakan lahan yang telah diberikan oleh pemerintah ini dengan maksimal dan berharap dikemudian hari warga sudah bisa menikmati hasil dari bantuan ini tanpa mengajukan bantuan yang kedua dan seterusnya”, ujar Direktur Dayatif Drs.Teguh menutup wawancaranya.
*(HNY/SP)*

Biro Humas dan Protokol BNN RI
#hidup100persen

Instagram: @infobnn_ri
Twitter. : @infobnn
Facebook Fan page : @humas.bnn
YouTube: Humasnewsbnn

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel