Skip to main content
Berita SatkerBidang Pemberdayaan MasyarakatFoto

Group Working Pertemuan ASEAN Senior Official Meeting on Drug Matters (ASOD) ke- 44 

Oleh 06 Jul 2023Juli 9th, 2023Tidak ada komentar
Group Working Pertemuan ASEAN Senior Official Meeting on Drug Matters (ASOD) ke- 44 
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 
Group Working Pertemuan ASEAN Senior Official Meeting on Drug Matters (ASOD) ke- 44 

Direktorat Pemberdayaan Alternatif BNN mengikuti Group Working Pertemuan ASEAN Senior Official Meeting on Drug Matters (ASOD) ke- 44 yang dilaksanakan secara virtual.

BNN.GO.ID. Jakarta, 5 Juli 2023. Rapat dipimpin oleh Dato Dr. Muhammad Sade Bin Muhammad Amin selaku Timbalan Ketua Pengarah Agensi Anti Dadah Kebangsaan Malaysia, dan dihadiri oleh perwakilan negara Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, Thailand, Myanmar, Kamboja dan ASEAN Secretariat.

Berikut beberapa hal yang disampaikan dan dibahas dalam rapat ini, diantaranya:

1. ASEAN Senior Official Meeting on Drug Matters merupakan pertemuan Senior Official dalam rangka pertukaran informasi terkait kebijakan penanganan masalah narkoba di masing-masing ASEAN Member States (AMS). Selain itu, ASOD juga akan mengundang dialogue partners yang akan berkontribusi pada jadwal Plenary Meeting keesokan hari;

2. Pimpinan Rapat menyampaikan tiap agenda Working Group on Alternative Development yang dilaksanakan dalam pertemuan ASOD ke 44, diantaranya adalah paparan dari masing-masing negara ASEAN, perkembangan terbaru penanganan masalah narkoba, diskusi dan tanya jawab serta pengajuan proposal TOR of Alternative Development yang diinisiasi oleh ASEAN Secretariat dan Malaysia selaku Chair Working Group Alternative Development;

Baca juga:  Kunjungan Kerja Ke Kaltim, Kepala BNN Agendakan Penguatan Upaya P4GN dan Sinergi Para Pemangku Kepentingan

3. Working Group on Alternative Development dipimpin oleh Malaysia dan yang menjadi rapporteur adalah Indonesia dan Thailand;

4. Indonesia menyampaikan update penanganan permasalahan narkoba merujuk pada hasil rekomendasi Working Group on Alternative Development pada tahun 2022 di Malaysia. Diantaranya: meneruskan untuk berbagi pengalaman tentang pemantauan dan pengawasan budidaya tanaman illegal; membagikan best practices program AD; mendorong penggunaan teknologi baru untuk pemasaran produk AD; meneruskan program AD jangka pendek-jangka menengah dan jangka panjang; mengadakan program studi banding diantara negara-negara ASEAN; mendorong terbentuknya jejaring pada negara ASEAN yang ahli di bidang AD; dan memperkuat kerja sama pemerintah/kementerian dan sektor swasta dalam membangun program AD;

5. Malaysia dalam presentasinya menyampaikan kratom digunakan sebagai stimulant dan menjadi salah satu permasalahan adiksi di Malaysia. Malaysia menyampaikan ide untuk menggantikan tanaman kratom dengan penanaman pohon kelapa, yang diinisiasi oleh masyarakat lokal di bagian utara Malaysia pada saat pemetaan potensi. Menteri Pertanian Malaysia sampai saat ini masih mengadakan studi tentang kratom dan diharapkan hasilnya dapat diketahui di penghujung tahun ini:

Baca juga:  PPSDM BNN Gelar Pelatihan bagi Kabid P2M di lingkungan BNNP

6. Myanmar menyampaikan update kerja sama dengan Thailand dalam membantu petani melalui program AD;

7. Thailand membagikan praktik keberhasilan penanganan permasalahan narkoba di negaranya, dengan upaya AD sejak tahun 1960 di bawah kepemimpinan King Rama 9 dalam menangani kultivasi opium di Kawasan Golden Triangle. Upaya ini tak lepas dari bantuan Royal Project Foundation dan Mae Fah Luang Foundation. Thailand mengajukan diri untuk dapat menjadi negara yang dapat membantu negara ASEAN dalam menangani masalah narkoba, agar program tersebut dapat dilakukan dan diterapkan secara berkelanjutan;

8. Brunei Darussalam merupakan negara yang akan mempelajari best practices penerapan program AD di negara ASEAN;

9. Kamboja menyampaikan tidak ada program AD secara spesifik, namun Kamboja mengapresiasi upaya-upaya program AD yang telah dilaksanakan di negara lain seperti Thailand dan Indonesia. Kamboja berharap kedepannya dapat bekerja sama dalam upaya penanganan tanaman terlarang;

10. Outcome yang diperoleh dari diskusi tersebut adalah: (a). Pemerintah hendaknya meningkatkan upaya-upaya kolaboratif dalam pengimplementasian program AD, dalam hal kerja sama dan pertukaran best practices; (b). Pemerintah tetap berupaya dalam memonitor dan mengevaluasi program AD di masing-masing negara ASEAN; (c). Indonesia menyambut baik kunjungan negara-negara ASEAN untuk melihat keberlanjutan implementasi program AD, diharapkan negara-negara tersebut dapat memperoleh manfaat dari kunjungan tersebut.

Group Working Pertemuan ASEAN Senior Official Meeting on Drug Matters (ASOD) ke- 44 

Group Working Pertemuan ASEAN Senior Official Meeting on Drug Matters (ASOD) ke- 44

#War_on_Drugs
#Speed_up_never_let_up

Baca juga:  Kementerian Agraria dan Tata Ruang / BPN Laksanakan Tes Urine Bagi ASN di Lingkungannya

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel