Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNN Kepri) mengungkap 4 (empat) kasus peredaran gelap Narkoba yang terjadi di kota Batam. Dari empat kasus tersebut, dua diantaranya merupakan upaya penyelundupan Narkoba jenis sabu yang dilakukan melalui jalur udara dan laut. Dua orang tersangka, yaitu ME (WN Malaysia) dan TH, berhasil diamankan oleh BNN, sedangkan 1 (satu) orang tersangka lagi masih dalam pengejaran. Barang bukti yang disita dari ketiga kasus ini berupa 2.121,11 gram sabu, 100 butir ekstasi dan 1,03 gram ganja.Hasil Kerja Sama BNN dengan Bea dan CukaiLKN Nomor : LKN/23/XI/2014/BNNPPada tanggal 20 November 2014, BNN bekerja sama dengan Bea dan Cukai Hang Nadim menggagalkan penyelundupan Narkoba jenis sabu melalui Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, yang dilakukan oleh seseorang berinisial X (DPO). X rencananya akan membawa sebuah koper berisi 1.830 gram sabu dari Batam menuju Surabaya.Untuk menghindari petugas bandara, X menitipkan koper tersebut beserta KTP dan boarding pass-nya kepada petugas jasa angkut barang (porter) berinisial SH, untuk melakukan check in, dan menunggu di pintu keberangkatan bandara.Namun koper tersebut gagal melewati pemeriksaan x-ray, karena di dalam koper ditemukan sebuah alumunium foil yang setelah dilakukan pemeriksaan, di dalamnya terdapat 1.830 gram sabu yang dikemas dalam dua kantong plastik bening.Berdasarkan pengakuan porter tersebut, petugas selanjutnya memerintahkan SH untuk menghadirkan pemilik barang, namun X sudah melarikan diri. Diduga, X terus memantau SH dan mengetahui bahwa koper berisi sabu miliknya telah ditahan petugas bandara.Hingga kini, X masih dalam pengejaran dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).LKN Nomor : LKN/22/XI/2014/BNNPPada hari yang sama, 20 November 2014, petugas BNN bekerja sama dengan Bea dan Cukai Batam Center juga menggagalkan penyelundupan 191,11 gram sabu dan 1,03 gram ganja di Pelabuhan Ferry International Batam Center, yang dilakukan oleh seorang laki-laki berinsial ME (27) seorang WN Malaysia.ME tertangkap tangan membawa Narkoba jenis sabu dan ganja yang disimpan di tas ranselnya, dalam sebuah kotak warna putih dan diselipkan di sehelai handuk. Narkoba tersebut ia bawa dari Johor Baru, Malaysia, melalui Pelabuhan Stulang Laut menuju Pelabuhan Batam Center, dengan menggunakan kapal ferry penumpang.Dari pengakuannya, sabu dan ganja dibawa ke Batam atas perintah seseorang yang berdomisili di Malaysia, untuk selanjutnya diserahkan kepada seseorang yang sudah menunggunya di Pelabuhan Batam Center.Petugas kemudian melakukan controlled delivery, namun tidak menemukan calon penerima Narkoba dimaksud.Sebelumnya, pada tanggal 17 November 2014, ME telah melakukan survey jalur laut yang nantinya akan ia tempuh dari Malaysia ke Batam dan juga untuk mengecek sistem keamanan pelabuhan laut di Batam.Ini merupakan kali pertama ME menjadi kurir Narkoba. Dalam kesehariannya, ME berprofesi sebagai instalator listrik di Malaysia. Ia kemudian ditawari untuk menjadi kurir dengan diiming-imingi upah 2000 Ringgit Malaysia.Ungkap Jaringan Sindikat Narkoba dengan Undercover BuyLKN Nomor : LKN/21/XI/2014/BNNPPada tanggal 18 November 2014, sekitar pukul 16.30 WIB, telah diamankan seorang pria berinisial Am als Ah (32), di parkiran BCS Mall, Batam. Dari tangan Am als Ah, petugas menyita barang bukti Narkotika jenis ekstasi sebanyak 100 butir.Penangkapan ini merupakah hasil undercover buy yang dilakukan petugas BNN. Rencananya ekstasi tersebut akan dijual dengan kisaran harga Rp 14 – 16 juta. Menurut pengakuan Am als Ah, ekstasi tersebut ia dapatkan dari temannya Ya als Aa (35) yang saat itu mengantarnya untuk menjual ekstasi tersebut. Ya als Aa selanjutnya diamankan petugas BNN.Dari pengembangan yang dilakukan, pada tanggal 20 November 2014, petugas mengamankan tersangka lainnya, yaitu Ha (30), di BCS Mall, Batam. Ha mengaku mendapatkan ekstasi tersebut dari seseorang berinisial Ja (36). Berdasarkan pengakuan Ha, pada tanggal 21 November 2014, petugas mengamankan Ha di Perumahan Sukajadi Bukit Golf Resident, Batam. LKN Nomor : LKN/25/XII/2014/BNNPPada tanggal 9 Desember 2014, sekitar pukul 18.00 WIB, petugas BNN mengamankan seorang laki-laki berinisial TH (29), di dalam pintu masuk Diskotik Pasifik Jodoh, Batam.TH merupakan kurir Narkoba yang pada saat itu diperintahkan oleh temannya untuk mengantarkan pesanan 100 gram sabu senilai Rp 100 juta.Dari pengakuannya, pada saat itu TH tengah berkumpul bersama 2 (dua) orang rekannya untuk berpesta sabu di Diskotik Pasifik Jodoh, Batam. Namun belum sempat ia mengonsumsi Narkoba, salah seorang temannya memerintahkan untuk mengantarkan pesanan sabu. Selanjutnya, TH yang berprofesi sebagai sopir truk ini diamankan petugas pada saat mengantarkan pesanan sabu tersebut. Sedangkan kedua temannya berhasil melarikan diri.Para tersangka dari ketiga kasus ini selanjutnya dibawa ke BNNP Kepri guna penyelidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, seluruh tersangka terancam Pasal 111 ayat (2) dan Pasal 114 ayat (2) Jo 132 Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.
Siaran Pers
BNNP KEPRI GAGALKAN PENYELUNDUPAN SABU LEWAT LAUT DAN UDARA
Terkini
-
KEPALA BNN RI TEGASKAN KOMITMEN PERANG MELAWAN NARKOBA UNTUK KEMANUSIAAN 28 Agu 2025
-
BNN RESMI TUTUP PELATIHAN DASAR CPNS TAHUN 2025, CETAK SDM UNGGUL DAN BERINTEGRITAS 27 Agu 2025
-
RESMI JABAT KEPALA BNN RI, SUYUDI ARIO SETO HADIRI AGENDA PERDANA BERSAMA PRESIDEN PRABOWO 27 Agu 2025
-
KEPALA BNN RI TEGASKAN ARAH KEBIJAKAN DAN NILAI UTAMA DALAM MELAWAN NARKOBA 26 Agu 2025
-
PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO RESMI MELANTIK SUYUDI ARIO SETO SEBAGAI KEPALA BNN RI 25 Agu 2025
-
PERERAT HUBUNGAN BILATERAL, KEPALA BNN RI IKUTI PERAYAAN 60 TAHUN KEMERDEKAAN SINGAPURA 22 Agu 2025
-
Melawan Ancaman di Tengah Kemerdekaan: BNN Musnahkan 474 Kg Barang Bukti Narkotika dan Ungkap Kasus Narkoba pada Rokok Elektrik 22 Agu 2025
Populer
- SITA LEBIH DARI 500 KG NARKOTIKA DALAM SATU BULAN: BNN UNGKAP MODUS BARU PENYELUNDUPAN NARKOTIKA 30 Jul 2025
- KEPALA BNN RI BERIKAN ARAHAN KEPADA CPNS LULUSAN STIN 03 Agu 2025
- AKHIRI BENCHMARKING, QCADAAC FILIPINA AKUI STRATEGI P4GN INDONESIA LAYAK DICONTOH 03 Agu 2025
- HARI KETIGA BENCHMARKING, DELEGASI QCADAAC KUNJUNGI FASILITAS BNN DI LIDO 01 Agu 2025
- SINERGI BNN-BIN-LEMHANAS, PERKUAT INTELIJEN LAWAN SINDIKAT NARKOTIKA 31 Jul 2025
- PENYEMPURNAAN PERUBAHAN RUU NARKOTIKA, BNN SERAP ASPIRASI PENEGAK HUKUM DAN AKADEMISI DI JAMBI 04 Agu 2025
- BENCHMARKING QCADAAC: STRATEGI KOLABORASI PENCEGAHAN NARKOBA DI INDONESIA JADI INSPIRASI FILIPINA 31 Jul 2025