Berawal dari informasi tentang adanya transaksi narkoba di sebuah hotel di Jakarta, tim BNN melakukan penyelidikan yang intensif di kawasan Jakarta Barat. Pada tanggal 1 April 2014, sekitar pukul 12.30 WIB, tim mencurigai gerak gerik seseorang pria yang masuk ke sebuah Hotel di Jakarta Barat, dengan membawa sebuah koper.Setelah satu jam berselang, pria tersebut keluar dari hotel dan langsung menggunakan taksi tapi tidak membawa koper. Tidak lama kemudian, datanglah seorang pria berbeda masuk ke dalam hotel tersebut. Tim langsung membuntuti pria tersebut yang mengarah ke lantai lima di kamar 518. Ketika pria tersebut sudah masuk, tim BNN langsung melakukan penggerebekan dan mengamankan seorang tersangka WNI bernama SA (25). Di kamar tersebut, tim menemukan 1 (satu) tas koper warna hitam yang didalamnya terdapat 1 (satu) tas jinjing bahan kain warna biru yang didalamnya terdapat 10 (sepuluh) bungkus plastik bening berisi sabu dengan berat ± 10172.1 gram brutto dan 1 (satu) tas kertas warna merah hitam yang didalamnya terdapat 5 (lima) bungkus plastik bening berisi sabu dengan berat ± 5089.4 gram brutto. Selain itu petugas juga menemukan sebuah ransel warna hitam yang didalamnya terdapat 5 (lima) bungkus plastik bening berisi sabu dengan berat ± 5080 gram brutto yang diakui milik tersangka.Kemudian sekira jam 18.30 Wib petugas melakukan penggeledahan rumah kontrakan yang ditempati tersangka SA di daerah Gandaria Utara kec. Kebayoran Baru – Jakarta Selatan.Di rumah kontrakan tersebut, petugas juga mengamankan seorang laki-laki yang bernama SU (30) (kakak ipar SA) yang diduga berperan sebagai kurir. Dari hasil penggeledahan di rumah kontrakan tersebut, petugas menyita sabu seberat 70,2 gram dari kamar SA. Total sabu yang disita dari jaringan ini seberat 20.411,7 gram.
Terkini
-
BNN BEKALI MASYARAKAT KAWASAN RAWAN NARKOBA DI CILACAP DENGAN KETERAMPILAN BETERNAK AYAM PETELUR 23 Jun 2026 -
PELANTIKAN DIREKTUR PSIKOTROPIKA DAN PREKUSOR 20 Jun 2026 -
SINERGI BNN DAN KEMENTERIAN PPPA PERKUAT PERAN PEREMPUAN DALAM PENCEGAHAN NARKOTIKA 19 Jun 2026 -
ANJANGSANA HANI 2026: KALAKHAR BNN 2002-2004 DORONG UPAYA PENCEGAHAN NARKOTIKA YANG LEBIH MASIF 19 Jun 2026 -
SAMBUT HANI 2026, BNN LANJUTKAN ANJANGSANA KE KEDIAMAN HERU WINARKO 19 Jun 2026 -
ANJANGSANA HANI 2026: DALAM SILATURAHMI DENGAN DA’I BACHTIAR, KEPALA BNN RI BAHAS TANTANGAN NARKOTIKA VARIAN CAIR DAN PENGUATAN REGULASI 19 Jun 2026 -
KOMISI III DPR RI SETUJUI USULAN TAMBAHAN ANGGARAN BNN UNTUK TAHUN 2027 18 Jun 2026
Populer
- BNN DORONG PELAJAR JADI TELADAN TEMAN SEBAYA MELALUI PROGRAM ANANDA BERSINAR 31 Mei 2026

- BNN PERINGATI HARI LAHIR PANCASILA 2026, TEGUHKAN KOMITMEN MENJAGA PERSATUAN DAN PERDAMAIAN 01 Jun 2026

- PERKUAT PINTU MASUK NEGARA, BNN DAN BARANTIN JAJAKI KERJA SAMA BERANTAS NARKOTIKA 04 Jun 2026

- DUKUNG ANANDA BERSINAR, BNN PERKUAT KAPASITAS LAYANAN REHABILITASI ANAK DAN REMAJA 04 Jun 2026

- BNN BAHAS PENGUKURAN KAPABILITAS REHABILITASI 2026 GUNA PERKUAT JAMINAN MUTU LAYANAN 25 Mei 2026

- BNN CETAK PENYIDIK PROFESIONAL MELALUI PELATIHAN JABATAN FUNGSIONAL PENYIDIK AHLI MUDA 02 Jun 2026

- BNN RI LANTIK PEJABAT ADMINISTRATOR DAN PENYIDIK MADYA 03 Jun 2026
