
Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkuat upaya rehabilitasi anak melalui sosialisasi buku lembar balik “Mendukung Anak Menuju Pemulihan dari Adiksi Narkotika” yang digelar secara daring di Ruang Hoegeng, Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, pada Rabu (15/4), dan diikuti perwakilan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Rehabilitasi BNN, BNN Provinsi (BNNP), serta BNN Kabupaten/Kota (BNNK) dari seluruh Indonesia.
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya kerentanan anak terhadap penyalahgunaan narkotika, sekaligus untuk meningkatkan kapasitas petugas rehabilitasi dalam memberikan pendampingan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah (PLRIP) Deputi Bidang Rehabilitasi BNN selaku penyelenggara menilai bahwa pendekatan terhadap anak tidak dapat disamakan dengan orang dewasa, sehingga dibutuhkan metode yang lebih adaptif, komunikatif, dan berorientasi pada pemulihan jangka panjang.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), UNICEF, Colombo Plan, Himpunan Konselor Adiksi Indonesia (HIMKI), dan Himpunan Asisten Konselor Adiksi Indonesia (HASKI) serta berbagai mitra rehabilitasi.
Direktur PLRIP, dr. Amrita Devi, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa data prevalensi pernah pakai narkoba mencapai 2,77% atau setara dengan 5,43 juta jiwa penduduk Indonesia berusia 15-64 tahun.
“Kondisi ini menjadi alarm serius bagi Kita semua, terutama dalam melindungi anak sebagai kelompok yang rentan terhadap paparan narkotika,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pendekatan rehabilitasi terhadap anak memerlukan metode yang berbeda dan lebih empatik.
“Di lapangan, petugas sering menghadapi tantangan dalam komunikasi dengan anak dan keluarga, serta dalam menyampaikan edukasi yang mudah dipahami. Oleh karena itu, diperlukan alat bantu yang efektif,” tegasnya.
Melalui buku lembar balik yang disosialisasikan, petugas rehabilitasi dibekali media edukasi yang praktis dan aplikatif. Buku ini dirancang untuk memudahkan penyampaian informasi secara sistematis, sederhana, dan efektif kepada anak maupun orang tua, sehingga proses layanan menjadi lebih terarah.
BNN menegaskan bahwa keberhasilan pemulihan anak dari adiksi narkotika tidak hanya ditentukan oleh metode rehabilitasi, tetapi juga oleh konsistensi pendampingan serta sinergi lintas sektor. Peran petugas sangat strategis sebagai garda terdepan dalam memberikan harapan dan perubahan bagi anak-anak korban penyalahgunaan narkotika.
#warondrugsforhumanity
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN













