Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali melakukan pemusnahan barang bukti hasil tindak pidana Narkotika. Total barang bukti yang berhasil diamankan sebesar 26.034,18 gram sabu dan 97 butir ekstasi. Sebelumnya petugas menyisihkan 78,08 gram sabu dan 30 butir ekstasi guna pembuktian perkara di persidangan, sehingga total barang bukti yang dimusnahkan adalah sebesar 25.956,1 gram sabu dan 67 butir pil EKSTASI. Seluruh barang bukti tersebut didapat dari pengungkapan empat kasus tindak pidana Narkotika yang berhasil diungkap BNN selama kurun waktu satu bulan. Kasus pertama yang berhasil diungkap adalah penyelundupan paket ekstasi asal Jerman. Bekerjasama dengan Bea dan Cukai Kantor Pos Pasar Baru, BNN berhasil mengamankan paket berisi 97 butir Ekstasi atau inex seberat 44,8 gram. Petugas juga mengamankan seorang pria berinisial APH (21 tahun), Warga Bintaro Jaya, Pondok Ranji, Tangerang Selatan. APH diamankan petugas di halaman parkir Kantor Pos Ciputat Tangerang Selatan, Jumat (29/5), beberapa saat setelah mengambil paket tersebut. Paket itu sendiri ditujukan kepada ARH, yang tak lain adalah ayah kandung APH, dengan alamat Komplek DPR Bintaro Jaya, Pondok Ranji, Tangerang Selatan.Pada paket yang tiba pada kamis 28 Mei 2015 tersebut tertera nama pengirim berinisial ZB dengan nomor pengiriman RM194159935DE. Belum diketahui apa motif APH menggunakan nama ayah kandungnya sebagai nama penerima paket. Sebelumnya APH datang ke kantor pos dengan membawa surat pemberitahuan dan KTP atas nama ARH untuk mengambil paket Ekstasi tersebut. Petugas sempat meminta surat pernyataan dari APH yang berisi bahwa benar paket tersebut adalah milik APH yang ditujukan atas nama ayahnya, ARH.Selanjutnya petugas membawa APH beserta barang bukti ke kantor BNN Cawang guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya APH terancam maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup, sesuai dengan Pasal 113 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tersangka juga dikenai Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan sanksi hukuman menjalankan rehabilitasi medis dan sosial.Kasus lain yang berhasil diungkap adalah diamankannya seorang kurir wanita berinisial FS (31) dan seorang WN Nigeria berinisial S (30) di kawasan bekasi dan Jakarta, Rabu (10/6). Keduanya diduga terlibat dalam jaringan Nigeria – Thailand – China (Tiongkok). S yang dari awal memang memiliki rencana untuk mengembangkan jaringan, dengan sengaja mengajak pertemanan kepada FS melalui account facebook. Setelah itu S berusaha untuk mendekati FS hingga akhirnya terjadilah pertemuan diantara keduanya pada bulan Oktober 2014 di daerah pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat. Setelah berhasil memacari FS, S mengajak kekasihnya itu bergabung kedalam bisnis Narkoba yang digelutinya.Dari tangan keduanya, petugas berhasil mengamankan 20.888,3 gram sabu. Sepasang kekasih ini kemudian diamankan petugas dan terancam Pasal 114 Jo 132 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 2 Jo 132 ayat 1. Sedangkan untuk tersangka S akan dikenakan Pasal tambahan yakni Pasal 113 ayat 2 Jo 132 ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.Berikutnya petugas kembali mengamankan WN Nigeria berinisial OMO (31) dan wanita Indonesia yang diperistrinya berinisial FW(21). FW ditangkap petugas saat melakukan transaksi dengan seorang pria berinisial GT di Jalan Berkah, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (10/6). Dari transaksi tersebut, petugas mengamankan satu paket sabu seberat 105,8 gram. Setelah ditelusuri, keduanya dikendalikan oleh OMO, suami FW. Kemudian dihari yang sama petugas menangkap OMO di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Ketiganya kini diamankan oleh petugas BNN dan dijerat Pasal 114 ayat (2), 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati..Kasus terakhir yang berhasil diungkap adalah diamankannya paket sabu seberat 4.995,8 gram dalam kemasan cereal. Berawal dari analisis dan pemeriksaan petugas Bea dan Cukai Soekarno Hatta terhadap paket mencurigakan dari Hong Kong. Paket tersebut ditujukan kepada CYH (33), WNA Tiongkok, yang bermukim di sebuah apartemen di kawasan Gajah Mada, Jakarta Barat.Petugas melakukan control delivery ke alamat yang dituju dan berhasil mengamankan CYH di kediamannya tersebut pada hari Jumat 12 Juni 2015. Dari hasil pemeriksaan, CYH mengaku mendapatkan perintah dari tersangka lainnya yaitu ZF (DPO). Atas perbuatannya, CYH diancam dengan Pasal 114 ayat (2), 113 ayat (2), 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.
Terkini
-
KEPALA BNN RI BERIKAN KULIAH UMUM DAN TEKEN MOU DI PKKMB UNIVERSITAS PANCASILA 18 Sep 2026 -
GARUDA BERSINAR, KAWAL KEBERLANJUTAN PROSES PEMULIHAN 17 Sep 2026 -
BNN AMANKAN WNA CHINA BAWA 14,6 KG GANJA DI SOEKARNO-HATTA 17 Sep 2026 -
GENERASI MUDA JAWA BARAT LAWAN NARKOBA MELALUI PASANGGIRI AGUNG KAWIH SINOM 17 Sep 2026 -
BNN DAN TNI AD PERKUAT SINERGI DALAM UPAYA P4GN 17 Sep 2026 -
KEPALA BNN RI AUDIENSI DENGAN KASAU, PERKUAT KOLABORASI P4GN 16 Sep 2026 -
KEPALA BNN RI HADIRI PELEPASAN KONTINGEN INDONESIA CYCLING MENUJU ASIAN GAMES 2026 16 Sep 2026
Populer
- OPERASI GABUNGAN UNGKAP 2,6 TON CAIRAN MENGANDUNG METAMFETAMIN DI KAPAL MV OCEAN PORTER BERBENDERA TANZANIA 21 Agu 2026

- BNN TANAMKAN PESAN PERTEMANAN SEHAT DI JAMNAS XII: “TEMAN HARUS MELINDUNGI, BUKAN MERASUKI” 20 Agu 2026

- KEPALA BNN RI BERI KULIAH UMUM DI AULA JAYANG TINGANG, PERKUAT KOMITMEN GENERASI MUDA PERANGI NARKOBA 21 Agu 2026

- DEKLARASI AKBAR PERANG MELAWAN NARKOBA, KALTENG TEGASKAN KOMITMEN BERSAMA WUJUDKAN BUMI TAMBUN BUNGAI BERSINAR 21 Agu 2026

- BNN EDUKASI PESERTA JAMNAS XII, TANAMKAN SEMANGAT GENERASI MUDA BERSINAR 19 Agu 2026

- PEDULI KORBAN GEMPA FLORES, BNN KIRIMKAN BANTUAN KEMANUSIAAN 19 Agu 2026

- KEPALA BNN RI: MAHASISWA HARUS JADI AGEN PERUBAHAN LAWAN NARKOTIKA 26 Agu 2026
