Petugas BNN berhasil mengamankan 19.253 ml cairan yang diduga prekursor narkotika dan1.872,8 gram sabu Kristal dari tangan sepasang suami istri WN Indonesia keturunan Tionghoabernama Liong Kok Foe als David dan istrinya Tan Ay Hoa als Ay.Keduanya diduga melakukan praktek illegal memproduksi sabu di laboratorium Narkotika(Clandestine Lab) di kawasan Perum Binong Permai Blo H20, Kec. Curug, Tangerang. David dan Aydiamankan petugas pada hari Rabu 11 Juni 2014 lalu. Dari kedua tersangka, petugas tak hanyamenyita precursor dan sabu Kristal, akan tetapi juga mengamankan beberapa alat laboratorium danzat kimia lainnya di lokasi kejadian.Diketahui David merupakan mantan narapidana narkotika. Selama di dalam penjara, Davidbelajar trik membuat sabu dengan rekan sesama narapidana Seharusnya, David keluar dari LPDesember 2016, namun diberi keringanan bebas bersyarat pada 12 Agustus 2013 lalu. Saatmenghirup udara bebas, David sempat menjalankan profesi sebagai petugas pelayanan di gereja.Namun sejak Mei 2014, David mulai mempraktekan trik membuat sabu yang pernah ia pelajari di LP.Praktek yang dilakukan David adalah menerima sabu kualitas rendah dan mengupgradenyamenjadi sabu kualitas tinggi. Sejak Mei hingga Juni 2013, David telah 6 kali mengolah sabu danmenghasilkan ± 18-54 gram sabu kualitas tinggi setiap kali produksi. Selama menjalankan bisnis ini,Davit mendapat arahan dari B (Napi sebuah LP) melalui telpon. Alat dan bahan untuk produksisabunya pun dipasok dari kaki tangan B di luar LP.Menurut pengakuannya, ia telah dua kali melakukan transaksi dari hasil produksinya kepadabandar. Tersangka mengaku melakukan ini karena dorongan ekonomi. Dari bisnis narkoba yangmereka jalankan, hasilnya akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan pendidikan anaknya yangberkuliah di perguruan tinggi swasta yang cukup mahal dan ternama.Penangkapan David beserta istri mendapatkan reaksi mengejutkan dari masyarakat, karenamereka tidak mengira pasangan ini selama ini melakukan kejahatan narkoba. Masyarakat setempatmenyebut pasangan ini cukup tertutup sehingga mereka kurang dikenal baik di tengah masyarakat.Atas perbuatannya kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 113ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 129 huruf a Jo.Pasal 132 ayat (1) Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancamanhukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, BNN melakukan pemusnahan terhadap barang buktitersebut pada hari Selasa, (15/7). Tak hanya itu, BNN juga memusnahkan sabu hasil daripengungkapan kasus Jaringan sindikat narkotika Malaysia-Iran yang diselundupkan melaluiperusahaan jasa titipan.Sindikat Malaysia-Iran ini terungkap setelah petugas BNN mengamankan MST (WN Iran, 37), diluar kantor pos sesaat setelah menerima paket asal Iran yang berisi serbuk mengandung sabuseberat + 25.060,6 gram, Senin (16/6). Tim BNN selanjutnya melakukan penggeledahan di tempattinggal MST di apartemen Kalibata City, dan menyita kertas lembaran putih berukuran 50×50 cmsebanyak 30 lembar yang diduga digunakan untuk alat bantu proses pemurnian serbuk putih.Total barang bukti yang berhasil diamankan dari kedua kasus tersebut sebanyak 26.933,40 gramsabu Kristal dan 1.9253 ml precursor narkotika. Sebelum dilakukan pemusnahan, petugasmenyisihkan sebelumnya 46,4 gram sabu dan 103 ml prekursor guna uji laboratorium dan pembuktianperkara di persidangan. Sehingga total barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 26.887 gram sabudan 19.150 ml prekursor narkotika.
Siaran Pers
BNN MUSNAHKAN 26 KILO SABU DAN 19 L PREKURSOR HASIL UNGKAP KASUS JARINGAN IRAN DAN LABORATORIUM ILEGAL NARKOTIKA
Terkini
-
BNN DAN POLRI PERKUAT KERJA SAMA DENGAN ONCB THAILAND, BIDIK JARINGAN NARKOTIKA DI ASIA TENGGARA 05 Nov 2026 -
BNN RAIH JUARA 3 DALAM ANUGERAH REKSA BANDHA 2026 05 Nov 2026 -
BNN Perkuat Pemutakhiran Data Kawasan Rawan Narkoba melalui Pengukuran IKRN Tahun 2026 Berbasis Website 04 Nov 2026 -
BNN GELAR PELATIHAN UTC 19 BAGI PETUGAS KESEHATAN 04 Nov 2026 -
DUA ANGGOTA BPK RI RESMI DILANTIK, INSPEKTUR UTAMA BNN RI TURUT HADIR 03 Nov 2026 -
BNN BEKALI SISWA SMPIT INSAN MANDIRI DENGAN LITERASI NARKOBA DAN KETAHANAN DIRI 03 Nov 2026 -
122 HEKTARE LAHAN GANJA DIMUSNAHKAN, BNN DAN POLRI PUTUS RANTAI PASOK NARKOTIKA 02 Nov 2026
Populer
- PERKUAT KEBIJAKAN REHABILITASI BERBASIS BUKTI, BNN GELAR BIMTEK PENGISIAN INTAN IBM TAHUN 2026 07 Okt 2026

- PEJABAT UTAMA BNN RI IKUTI ARAHAN PRESIDEN PRABOWO DI ISTANA NEGARA 07 Okt 2026

- TUJUH K/L GELAR RAPAT KOORDINASI PENANGANAN OVERCAPACITY LAPAS 06 Okt 2026

- BNN PERKUAT PEMANTAUAN PEMULIHAN MELALUI REKONSILIASI DATA REHABILITASI 06 Okt 2026

- DUKUNG PENANGANAN OVER KAPASITAS LAPAS, BNN SIAPKAN SKEMA REHABILITASI WARGA BINAAN 10 Okt 2026

- DIREKTORAT ADVOKASI BNN PERKUAT SINERGI P4GN DENGAN DINAS PENDIDIKAN SULAWESI UTARA 10 Okt 2026

- BNN GELAR UJI SERTIFIKASI KONSELOR ADIKSI 07 Okt 2026
