Direktorat Hukum dan Kerjasama Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Meurah Mulia, Jumat (11/4). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan Narkotika terkait rehabilitasi dengan mengangkat tema Implementasi Peraturan Perundang-undangan Terhadap Pelaksanaan Rehabilitasi Bagi Pecandu dan Korban Penyalahgunaan Narkotika. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Lembaga Rehabilitasi Medis dan Soisal yang ada di Prov. Aceh.Aceh merupakan salah satu provinsi yang rawan terjadi tindak penyalahgunaan Narkoba. Dari data yang dimiliki Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2011, Aceh menduduki peringkat ke 10 dengan angka prevalensi penyalahguna Narkoba sebanyak 2% atau sekitar 60.486 dari 3.024.300 jiwa Penduduk Aceh. Untuk menekan angka prevalensi tersebut, telah dilakukan berbagai upaya pencegahan dan pemberantasan, salah satunya adalah dengan dilakukannya eradikasi lahan ganja. Sepanjang tahun 2012, BNN bekerjasama dengan Polda Aceh telah melakukan eradikasi lahan ganja seluas ± 164,5 Ha. Sementara ditahun 2013, telah dilakukan eradikasi lahan ganja seluas ± 35 Ha. Disamping upaya pencegahan dan pemberantasan, rehabilitasi juga memiliki peranan penting dalam menekan angka prevalensi pecandu Narkoba. Mengingat tingginya angka tindak penyalahgunaan Narkoba erat kaitannya dengan jumlah permintaan yang datang dari para pecandu Narkoba. Guna mendorong upaya tersebut, BNN terus mengkampanyekan gerakan wajib lapor bagi para pecandu, sebagaimana telah diatur dalam PP 25 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Wajib Lapor dan Tempat-tempat wajib lapor yang biasa disebut Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan yaitu Kepmenkes No 293/menkes/sk/VIII/2013.Dalam rangka penanganan pecandu Narkotika, melalui program BNN, BNN bersama DPR, DPD, Wakil Ketua MRR, Kapolri, dan Kepala BNN telah mencanangkan tahun 2014 sebagai tahun penyelamatan pengguna Narkoba yang ditandatangani pada tanggal 26 Januari 2014, dengan harapan akan ada perubahan paradigma masyarakat dan penegak hukum dalam penanganan pecandu Narkoba melalui rehabilitasi medis dan sosial. Disamping itu BNN juga telah bersama Mahkumjakpol, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, dan BNN membuat Peraturan Bersama yang titandatangani pada tanggal 11 Maret 2014 dan disaksikan oleh Wakil Presiden RI. Perubahan paradigma tersebut sangat penting mengingat sampai saat ini stigma negative terhadap pecandu masih kental di masyarakat sehingga menyebabkan mereka enggan melaporkan diri dan mengikuti proses rehabilitasi. Di samping itu, masih banyak diantara kita yang menganggap pecandu merupakan pelaku tindak kriminal yang harus dihukum pidana., sementara, pada kenyataanya pecandu adalah orang sakit yang harus dipulihkan melalui rehabilitasi. Oleh karena itu melalui kegiatan FGD tersebut, diharapkan dapat terjalin kerjasama antar lini dan diketahui sejauh mana implementasi peraturan perundang-undangan tentang Narkotika dan diharapkan pula dapat dijadikan media dalam meningkatkan pemahaman petugas lapangan terkait pelaksanaan rehabilitasi medis dan sosial dalam penanganan pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba baik yang masuk dalam ranah hokum maupun yang wajib lapor khususnya di wilayah Provinsi Aceh.
Siaran Pers
BNN Lakukan Evaluasi Penanganan Pecandu Narkoba di Provinsi Aceh
Terkini
-
BNN DAN POLRI PERKUAT KERJA SAMA DENGAN ONCB THAILAND, BIDIK JARINGAN NARKOTIKA DI ASIA TENGGARA 05 Nov 2026 -
BNN RAIH JUARA 3 DALAM ANUGERAH REKSA BANDHA 2026 05 Nov 2026 -
BNN Perkuat Pemutakhiran Data Kawasan Rawan Narkoba melalui Pengukuran IKRN Tahun 2026 Berbasis Website 04 Nov 2026 -
BNN GELAR PELATIHAN UTC 19 BAGI PETUGAS KESEHATAN 04 Nov 2026 -
DUA ANGGOTA BPK RI RESMI DILANTIK, INSPEKTUR UTAMA BNN RI TURUT HADIR 03 Nov 2026 -
BNN BEKALI SISWA SMPIT INSAN MANDIRI DENGAN LITERASI NARKOBA DAN KETAHANAN DIRI 03 Nov 2026 -
122 HEKTARE LAHAN GANJA DIMUSNAHKAN, BNN DAN POLRI PUTUS RANTAI PASOK NARKOTIKA 02 Nov 2026
Populer
- PERKUAT KEBIJAKAN REHABILITASI BERBASIS BUKTI, BNN GELAR BIMTEK PENGISIAN INTAN IBM TAHUN 2026 07 Okt 2026

- PEJABAT UTAMA BNN RI IKUTI ARAHAN PRESIDEN PRABOWO DI ISTANA NEGARA 07 Okt 2026

- TUJUH K/L GELAR RAPAT KOORDINASI PENANGANAN OVERCAPACITY LAPAS 06 Okt 2026

- BNN PERKUAT PEMANTAUAN PEMULIHAN MELALUI REKONSILIASI DATA REHABILITASI 06 Okt 2026

- DUKUNG PENANGANAN OVER KAPASITAS LAPAS, BNN SIAPKAN SKEMA REHABILITASI WARGA BINAAN 10 Okt 2026

- DIREKTORAT ADVOKASI BNN PERKUAT SINERGI P4GN DENGAN DINAS PENDIDIKAN SULAWESI UTARA 10 Okt 2026

- BNN GELAR UJI SERTIFIKASI KONSELOR ADIKSI 07 Okt 2026
