Menindaklanjuti pernyataan Bapak Presiden Jokowi bahwa Indonesia darurat Narkoba, dimana setiap hari terdapat sekitar 50 orang meninggal dunia akibat narkoba. Kerugian Indonesia atas tersedianya sumberdaya manusia sebagai modal dasar pembangunan sangat dirasakan. Terkait hal tersebut BNN mencanangkan Gerakan Rehabilitasi 100.000 Penyalahguna Narkoba pada tanggal 31 Januari 2015 di Jakarta. Kepala BNN Komisaris Jendral Anang Iskandar menjelaskan, program rehabilitasi 100.000 Penyalahguna narkoba ini merupakan perintah langsung dari presiden dan tidak hanya menjadi tugas dari BNN tetapi juga kementrian terkait.Sebagai langkah konkrit untuk mensukeskan program ini, Senin, 04 Mei 2015 BNN Kota Kediri membentuk TAT (Tim Asesmen Terpadu) yang terdiri dari tim hukum dan tim medis. TAT ini merupakan tim yang terdiri dari Kepolisian, Kejaksaan, Kemenhukham, BNN, dan Dinas Kesehatan.Pembentukan TAT ini BNN Kota Kediri dihadiri oleh Kapolres Kediri Kota, Kepala Kejaksan Kota Kediri, Kepala Lapas Klas II A Kediri, dan Dinas Kesehatan. Dalam diskusi yang berlangsung, Kapolres Kediri Kota AKBP Bambang W.Baiin, SIK, M.Si menyampaikan bahwa ketika para penyalaguna narkoba sedang menjalani proses rehabilitasi di BNN Kota Kediri, apabila kembali terbukti menjadi pengedar atau bandar akan tetap menjalani proses hukum, sementara proses rehabilitasi tetap berjalan.Hal senada juga disampaikan oleh AKBP Lilik Dewi Indarwati, AmK, SH, MM. Kepala BNN Kota Kediri ini menyampaikan bahwa Tim Asesmen Terpadu akan terus bekerja untuk menyelamatkan para korban penyalahgunaan narkoba di Kota Kediri. Sementara Kepala Kejaksaan Kota Kediri Hj.Amiek Mulandari, SH, MM menyampaikan dukungan dan apresiasi yang tinggi untuk Tim Asesmen Terpadu ini demi menyelamatkan generasi penerus bangsa Indonesia. Kepala Lapas Klas II A Kota Kediri , Hadian Eko Hidayat juga menyampaiakan dukungan dan ucapan selamat atas terbentuknya Tim Asesmen Terpadu ini.Dengan terbentuknya Tim Asesmen Terpadu di Kota Kediri, diharapkan para korban penyalahguna Narkoba yang tertangkap jika terbukti murni menjadi korban penyalahgunaan, akan mendapatkan putusan Hakim untuk direhabilitasi. Tim Asesmen Terpadu ini akan terus bekerja memberikan asesmen yang tepat bagi para korban penyalahguna Narkoba di Kota Kediri dan sekitarnya.Kepala BNN Kota Kediri juga memastikan bahwa seluruh proses asesmen yang akan dijalani oleh korban penyalahguna Narkoba yang tertangkap tidak dipungut biaya atau gratis.Jika masyarakat Kota Kediri menjumpai atau mengetahui terdapat korban penyalahgunaan Narkoba dan dengan sukarela ingin direhabilitasi atau dipulihkan, silakan menghubungi call centre BNN Kota Kediri 0354-777333 atau sms center 0822 3030 9001 atau datang langsung ke kantor BNN Kota Kediri Jl. Selomangleng no 03 Kota Kediri.
Berita Utama
BNN KOTA KEDIRI BENTUK TIM ASESMEN TERPADU (TAT)
Terkini
-
BNN DAN PABPDSI KUKUHKAN KOLABORASI, WUJUDKAN DESA BERSINAR 10 Jun 2026 -
BNN BEKALI PETUGAS LEMBAGA REHABILITASI, DORONG PEMENUHAN SNI 8807:2022 09 Jun 2026 -
BNN GAGALKAN PENYELUNDUPAN HASHISH 7,8 KG JARINGAN RUSIA DI BANGLI 08 Jun 2026 -
AKSELERASI “SMART POWER”, BNN RESMI BUKA TOT TELEREHABILITASI RAWAT JALAN 06 Jun 2026 -
PERKUAT PINTU MASUK NEGARA, BNN DAN BARANTIN JAJAKI KERJA SAMA BERANTAS NARKOTIKA 04 Jun 2026 -
PERKUAT BARISAN INSAN ANTINARKOTIKA, SESTAMA BNN RI LANTIK 29 PNS BARU 04 Jun 2026 -
PROGRAM PRIORITAS NASIONAL, KEPALA BNN RI HADIRI KONSOLIDASI MAKAN BERGIZI GRATIS 04 Jun 2026
Populer
- BNN GANDENG PT GYOKAI SIAPKAN PROGRAM PASCAREHABILITASI BERBASIS PELATIHAN KERJA 12 Mei 2026

- BNN DAN YAYASAN GLOBAL CEO INDONESIA PERKUAT SINERGI PENCEGAHAN NARKOTIKA DI KALANGAN GENERASI MUDA 11 Mei 2026

- TINJAU BALAI BESAR REHABILITASI BNN, SETDUKAB RI APRESIASI INOVASI LAYANAN, DUKUNG PENGUATAN P4GN 14 Mei 2026

- OPERASI SABER BERSINAR 2026 : BNN UNGKAP SEJUMLAH KASUS NARKOTIKA DI BERBAGAI WILAYAH INDONESIA 19 Mei 2026

- BNN MENANG TELAK DALAM SIDANG PRAPERADILAN BANDAR NARKOTIKA DI PALEMBANG 18 Mei 2026

- HADIRI KAPOLRI CUP 2026, KEPALA BNN RI: PRESTASI LAHIR DARI GAYA HIDUP SEHAT 19 Mei 2026

- SOROTI KENAIKAN PREVALENSI NARKOTIKA: BNN LUNCURKAN STRATEGI FASILITATOR P4GN 19 Mei 2026
