Masalah adiksi narkoba di Indonesia sudah menyentuh level darurat. Karena itulah, mutlak diperlukan penanganan secara serius oleh semua pihak. Dalam konteks penanggulangan masalah narkoba, peran serta kaum ibu pada dasarnya dapat memberikan pengaruh yang besar dalam membantu pemulihan korban narkoba.Berdasarkan pengamatan dr Aisah Dahlan, seorang pakar adiksi Indonesia, penanganan narkoba oleh kaum perempuan khususnya kaum ibu dapat dimaksimalkan. Menurutnya, seseorang tidak perlu menunggu waktu untuk bertahun-tahun membekali dirinya dengan ilmu adiksi, lalu baru berjuang. Dengan pemahaman yang baru sedikitpun, para kaum perempuan bisa memberikan perannya dalam berjuang menanggulangi masalah narkoba, ujar Aisah, saat memberikan materi adiksi dalam program Pembekalan Rehabilitasi Adiksi Berbasis Masyarakat Pada Organisasi Masyarakat Wanita Keagamaan, di Wisma Wanita Islam, Jakarta Timur, Selasa (29/10).Pada hari ini kita belajar tentang inti-inti adiksi dari level yang sederhana, sehingga nanti dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, kata dr Aisah.Sesuai dengan pengalaman yang pernah dilakukannya, penanganan terhadap korban narkoba, dari cara yang sederhana yaitu dengan mencoba mengubah kebiasaan buruk penyalah guna narkoba. Hal penting yang harus diingat, berikan apresiasi atau pujian ketika ia melakuan perubahan yang baik, dan berikan teguran ketika dia melakukan kesalahan, imbau Aisah.Selain hal itu, kemampuan pendampingan dan konseling juga akan sangat diperlukan nantinya dalam menjalankan upaya rehabilitasi. Dalam upaya pendampingan, pejuang di bidang rehabilitasi harus memiliki kemampuan untuk mengarahkan si pecandu narkoba agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba kembali. Nasehat-nasehat itulah yang akan menjadi kekuatan bagi mereka untuk tetap clean dari penggunaan narkoba, katanya. Ajarkan mereka trik-trik untuk terhindar dari segala godaan narkoba baik dari dorongan diri maupun lingkungannya,imbuhnya.Ketika ditanya tentang potensi Pengurus Pusat Wanita Islam (PPWI) dalam menanggulangi masalah narkoba, Aisah menilai ormas ini memiliki elemen-elemen yang memadai untuk mendukung gerakan rehabilitasi adiksi berbasis masyarakat atau CBU (Community Based Unit). .Oleh karena itulah, BNN menggandeng organisasi masyarakat PPWI untuk ikut terlibat dalam memberikan pelayanan rehabilitasi berbasis masyarakat atau Community Based Unit (CBU). Sri Bardiyati, Kasubdit Komunitas Terapeutik Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat, mengatakan ke depan lembaga rehabilitasi seperti ini akan dimaksimalkan dalam sektor pendampingan dan konseling pada korban narkoba.Selain itu, ia juga mengatakan, dalam aspek preventif, ibu-ibu PPWI ini dapat menularkan informasi yang penting tentang bahaya narkoba kepada masyarakat di tengah-tengah kegiatan pengajian atau kegiatan-kegiatan sosial lainnya.Harapan BNN, ke depan lembaga ini juga dapat mengarahkan para penyalah guna narkoba untuk melaporkan dirinya ke Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) untuk selanjutnya dilakukan rehabilitasi pada mereka.Kepada seluruh peserta pembekalan yang nantinya akan berjuang dalam penanganan narkoba, Aisah Dahlan berpesan bahwa korban adiksi narkoba harus segera diberikan pertolongan, karena para penyalah guna narkoba masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya. Sekalipun sel-sel otak mereka sudah terbakar, akan tetapi mereka masih memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik, pungkas Aisah.
Berita Utama
Berjuang Untuk Korban Narkoba Tak Perlu Tunggu Bertahun-Tahun
Terkini
-
PELANTIKAN DIREKTUR PSIKOTROPIKA DAN PREKUSOR 20 Jun 2026 -
SINERGI BNN DAN KEMENTERIAN PPPA PERKUAT PERAN PEREMPUAN DALAM PENCEGAHAN NARKOTIKA 19 Jun 2026 -
ANJANGSANA HANI 2026: KALAKHAR BNN 2002-2004 DORONG UPAYA PENCEGAHAN NARKOTIKA YANG LEBIH MASIF 19 Jun 2026 -
SAMBUT HANI 2026, BNN LANJUTKAN ANJANGSANA KE KEDIAMAN HERU WINARKO 19 Jun 2026 -
ANJANGSANA HANI 2026: DALAM SILATURAHMI DENGAN DA’I BACHTIAR, KEPALA BNN RI BAHAS TANTANGAN NARKOTIKA VARIAN CAIR DAN PENGUATAN REGULASI 19 Jun 2026 -
KOMISI III DPR RI SETUJUI USULAN TAMBAHAN ANGGARAN BNN UNTUK TAHUN 2027 18 Jun 2026 -
ANJANGSANA HANI 2026: KEPALA BNN RI BERSILATURAHMI DENGAN KEPALA BNN RI PERIODE 2020-2024 18 Jun 2026
Populer
- BNN TERIMA KUNJUNGAN KOMISI II DPRD KABUPATEN KAMPAR, BAHAS PENERAPAN UU NARKOTIKA 22 Mei 2026

- KEPALA BNN RI DORONG PENGUATAN PROGRAM P4GN DI KABUPATEN BATUBARA 21 Mei 2026

- BNN DAN BPJPH JAJAKI KERJA SAMA PEMBERDAYAAN MANTAN PECANDU NARKOTIKA 22 Mei 2026

- BNN BAHAS PENGUKURAN KAPABILITAS REHABILITASI 2026 GUNA PERKUAT JAMINAN MUTU LAYANAN 25 Mei 2026

- CEGAH BENCANA DEMOGRAFI, KEPALA BNN RI AJAK MAHASISWA MERCU BUANA JADI AGENT OF CHANGE AGAINST DRUGS 26 Mei 2026

- PEMBEKALAN SESPIMTI: KEPALA BNN RI PAPARKAN LANGKAH SRATEGIS HADAPI ANCAMAN NARKOTIKA 27 Mei 2026

- BNN SALURKAN 900 PAKET DAGING KURBAN UNTUK MASYARAKAT SEKITAR 28 Mei 2026
