Seorang WN Kenya berinisial EK diamankan petugas Bea dan Cukai Soetta karena kedapatan menyelundupkan sabu seberat 1,3 kg dengan cara diselipkan dalam jaket dan sebagian ditelan. Dengan imbalan USD 2.000 (setara Rp 20 juta) ia nekat melakoni aksi konyol nan bahaya serta melawan hukum negeri ini. Kasus ini berhasil diungkap setelah Petugas Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno Hatta melakukan pemeriksaan terhadap EK (34), seorang penumpang pesawat Etihad Airways dengan rute penerbangan Nairobi Kenya – Abu Dhabi Uni Emirat Arab – Jakarta Indonesia yang tiba pada hari Sabtu, 13 September 2014 pukul 15.30 WIB. Dari hasil pemeriksaan X-Ray, didalam tas EK, terdeteksi benda mencurigakan berbentuk kapsul besar. Petugas melakukan pemeriksaan dan menemukan 98 butir kapsul besar yang diduga berisi Narkotika. Puluhan butir kapsul itu disimpan di jaket dan dimasukkan ke dalam tas hitam milik tersangka. Selanjutnya pengembangan kasus diambil oleh tim BNN. Petugas BNN membawa tersangka ke RS Usada Insani untuk melakukan foto rontgent. Hasilnya didalam perut EK ditemukan 4 butir kapsul besar serupa. Selanjutnya petugas melakukan uji laboratorium hasilnya 102 butir kapsul seberat 1.377,2 gram tersebut positif mengandung methamvetamine (sabu). Dari hasil pemeriksaan EK mengaku diminta oleh rekannya, J (DPO), WN Kenya, untuk mengantar batu berharharga ke Indonesia dengan imbalan USD 2.000 atau sekitar Rp 20.000.000. Kepada petugas EK mengaku tidak mengetahui bahwa batu batu berharga tersebut ternyata kapsul berisi Narkotika. Rencananya EK akan membawa kapsul-kapsul tersebut ke sebuah hotel di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Pusat, dan menyerahkannya kepada J. Belum sempat EK menyerahkan kaspul tersebut, petugas lebih dulu mengamankannya. Hingga kini petugas masih terus melakukan pengejaran terhadap J. Atas perbuatannya tersangka terancam maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup, sesuai dengan pasal 114 ayat (2), pasal 113 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) Undang-undangn No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Berita Utama
WN Kenya Selundupkan Sabu Di Jaket dan Perut
Terkini
-
BNN Perkuat Kapasitas Relawan, Bangun Ketahanan Masyarakat Antinarkoba dari Desa 07 Nov 2026 -
BNN Perkuat Kapasitas Relawan, Bangun Ketahanan Masyarakat Antinarkoba dari Desa 07 Nov 2026 -
TEMUI KAPOLRI DAN SESTAMA BNN RI, PKBB PUJI PEMBERANTASAN NARKOBA 07 Nov 2026 -
BNN SAMBUT INISIATIF PEMKOT PARIAMAN UNTUK PEMBENTUKAN BNN KOTA DAN OPTIMALISASI LAYANAN REHABILITASI 06 Nov 2026 -
BNN IKUTI PERTEMUAN KE-11 ASITF, PERKUAT KERJA SAMA PEMBERANTASAN NARKOTIKA DI KAWASAN ASEAN 06 Nov 2026 -
BNN DAN POLRI PERKUAT KERJA SAMA DENGAN ONCB THAILAND, BIDIK JARINGAN NARKOTIKA DI ASIA TENGGARA 05 Nov 2026 -
BNN RAIH JUARA 3 DALAM ANUGERAH REKSA BANDHA 2026 05 Nov 2026
Populer
- PEJABAT UTAMA BNN RI IKUTI ARAHAN PRESIDEN PRABOWO DI ISTANA NEGARA 07 Okt 2026

- DUKUNG PENANGANAN OVER KAPASITAS LAPAS, BNN SIAPKAN SKEMA REHABILITASI WARGA BINAAN 10 Okt 2026

- DIREKTORAT ADVOKASI BNN PERKUAT SINERGI P4GN DENGAN DINAS PENDIDIKAN SULAWESI UTARA 10 Okt 2026

- BNN PERKUAT RELAWAN ANTI NARKOBA, DORONG KELURAHAN BERSINAR BERKELANJUTAN 09 Okt 2026

- BNN PERKUAT KOORDINASI LINTAS KEMENTERIAN DORONG PELARANGAN TOTAL VAPE 13 Okt 2026

- SESTAMA BNN RI DORONG OPTIMALISASI REHABILITASI GUNA ATASI OVERKAPASITAS LAPAS 12 Okt 2026

- PENGUMUMAN SELEKSI TERBUKA PENGISIAN JPT MADYA DEPUTI REHABILITASI DAN JPT PRATAMA KEPALA BALAI BESAR REHABILITASI BNN T.A. 2026 20 Okt 2026
