Sejak dideklarasikannya program rehabilitasi 100.000 pecandu Narkoba pada awal tahun 2015 ini, belum banyak masyarakat yang tahu, ke mana mereka bisa mendapatkan layanan rehabilitasi di lingkungan terdekat mereka. Selain itu, sebagian masyarakat masih enggan untuk melaporkan diri, keluarga, dan kerabatnya yang kecanduan Narkoba karena berbagai persepsi yang menakutkan tentang program rehabilitasi. Jika Anda adalah salah satunya maka anda harus mengetahui hal berikut ini. Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kuningan merilis data lembaga yang bisa memberikan layanan rehabilitasi bagi warga Kuningan yang kecanduan Narkoba. Empat lembaga tersebut tersebar di beberapa titik di wilayah Kabupaten Kuningan supaya dapat dijangkau dengan cepat dan mudah oleh seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan. Keempat lembaga tersebut, yaitu Rumah Tenjolaut, Padepokan Ciptawening, Yayasan Mahakasih, dan Klinik Gafari. Masing-masing lembaga tersebut berada di Kecamatan Cigugur, Subang, Kuningan, dan Garawangi. Kasi Rehabilitasi BNN Kabupaten Kuningan, Asep Syaripudin menjelaskan, empat lembaga ini sudah ditetapkan BNN sebagai lembaga rehabilitasi yang bisa menangani pecandu Narkoba berdasarkan Surat Keputusan Deputi Rehabilitasi BNN RI sejak 1 April 2015. Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk mendapatkan layanan rehabilitasi, pelapor cukup membawa Kartu Tanda Penduduktanpa dikenakan biaya apapun sampai pasien selesaimenngikuti program rehabilitasi selama 3 bulan dandinyatakan pulih oleh petugas pendamping. Namun, jika Anda masih kesulitan untuk mengakses lembaga-lembaga tersebut, Anda dapat langsung datang kekantor BNN Kabupaten Kuningan di Jl. Aruji Kartawinata No.27, Kuningan untuk melaporkan diri atau keluarga yang terlibat penyalahgunaan Narkoba. Selain empat lembaga di atas, Badan Narkotika Nasional juga mempersiapkan RSUD 45 Kuningan, RSUD Linggajati, Puskesmas Sukamulya, Puskesmas Cilimus, dan Puskesmas Luragung untuk dijadikan lembaga yang memiliki layanan rehabilitasi sehingga semakin banyak akses yang dapat dijangkau oleh masyarakat Kabupaten Kuningan yang ingin pulih dari kecanduan Narkoba secara gratis.Layanan Rehabilitasi Pemerintah baru-baru ini menyosialisasikan kebijakan humanis dalam memandang penyalahguna Narkoba. Seseorang yang terlibat ke dalam penyalahgunaan Narkoba dianggap sebagai korban, bukan penjahat sehingga wajib mendapatkan layanan terapi dan rehabilitasi. Jika Anda datang melaporkan diri atau melaporkan keluarga yang terlibat penyalahgunaan Narkoba, BNN Kabupaten Kuningan memastikan bahwa data yang anda laporkan menjadi data rahasia yang tidak akan dipublikasikan. Setelah laporan diterima oleh petugas BNN Kabupaten Kuningan atau lembaga rehabilitasi, pasien akan mendapatkan layanan asesmen guna dianalisis tingkat keparahan kecanduan yang diderita. Hasil asesmen juga menentukan metode rehabilitasi apa yang paling tepat diterapkan kepada pasien tertentu. Beberapa metode rehabilitasi yang tersedia, yaitu terapi medis yang ditangani dokter, terapi psikologis melalui konseling, rehabilitasi sosial, peningkatan spiritual, dan terapi melalui obat-obatan herbal. Pasien yang sedang mengikuti program rehabilitasi jugaakan mendapatkan kartu pasien yang menyatakan bahwa dia sedang menjalani proses terapi. Adapun jadwal terapi dan rehabilitasi pasien akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan dipastikan tidak akan membebankan pasien atau keluarganya. Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kuningan, Guruh Irawan Zulkarnaen menjelaskan,tujuan program yang diusung lembaganya adalah mendekatkan layanan terapi dan rehabilitasi yang sudahseharusnya didapatkan oleh korban penyalahgunaan Narkoba. Menurutnya, berbeda dengan para pengedar atau bandar yang wajib diproses hukum, korban Narkoba justru harus dipulihkan dari penyakit kecanduannya. Untuk membedakan kategori pengedar atau korban, pihaknya bekerja sama dengan Polres Kuningan dan stakeholder lainnya dengan memperhatikan barang bukti yang sudah diatur dalam Surat Edaran Mahkamah Agung No.04/2010 Tentang Penempatan Penyalahgunaan, Korban Penyalahgunaan, dan Pecandu Narkotika ke Dalam Lembaga Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial. Guruh menegaskan, program rehabilitasi ditujukanuntuk mempercepat turunnya angka korban narkoba diIndonesia yang mencapai 4,9 juta jiwa.
Berita Utama
Warga Kuningan, Inilah 4 Lembagayang Bisa Layani Pecandu Narkoba
Terkini
-
KEPALA BNN RI AUDIENSI DENGAN KASAU, PERKUAT KOLABORASI P4GN 16 Sep 2026 -
KEPALA BNN RI HADIRI PELEPASAN KONTINGEN INDONESIA CYCLING MENUJU ASIAN GAMES 2026 16 Sep 2026 -
AUDIENSI BNN DAN ADKASI: KEPALA BNN RI AJAK DPRD KABUPATEN SE-INDONESIA BERSATU PERANGI NARKOTIKA 16 Sep 2026 -
BNN TERIMA KUNJUNGAN SMPIT INSAN MANDIRI JAGAKARSA, EDUKASI PELAJAR TENTANG BAHAYA NARKOTIKA 16 Sep 2026 -
KEPALA BNN RI TERIMA AUDIENSI PUTERI ANAK DAN REMAJA DKI JAKARTA, DORONG GENERASI MUDA JADI AGEN PERUBAHAN 16 Sep 2026 -
LANJUTKAN PENILAIAN DI BNN, OMBUDSMAN TINJAU LAYANAN BALAI BESAR REHABILITASI 16 Sep 2026 -
AUDIENSI BNN DAN DPRD KLATEN BAHAS PENGUATAN REGULASI HINGGA FASIILITAS REHABILITASI 15 Sep 2026
Populer
- OPERASI GABUNGAN UNGKAP 2,6 TON CAIRAN MENGANDUNG METAMFETAMIN DI KAPAL MV OCEAN PORTER BERBENDERA TANZANIA 21 Agu 2026

- BNN TANAMKAN PESAN PERTEMANAN SEHAT DI JAMNAS XII: “TEMAN HARUS MELINDUNGI, BUKAN MERASUKI” 20 Agu 2026

- KEPALA BNN RI BERI KULIAH UMUM DI AULA JAYANG TINGANG, PERKUAT KOMITMEN GENERASI MUDA PERANGI NARKOBA 21 Agu 2026

- DEKLARASI AKBAR PERANG MELAWAN NARKOBA, KALTENG TEGASKAN KOMITMEN BERSAMA WUJUDKAN BUMI TAMBUN BUNGAI BERSINAR 21 Agu 2026

- BNN EDUKASI PESERTA JAMNAS XII, TANAMKAN SEMANGAT GENERASI MUDA BERSINAR 19 Agu 2026

- KEPALA BNN RI HADIRI ZIARAH NASIONAL DAN RENUNGAN SUCI HUT KE-81 KEMERDEKAAN RI 17 Agu 2026

- HUT KE-81 RI, BNN PERKUAT KOMITMEN LINDUNGI GENERASI BANGSA DARI ANCAMAN NARKOTIKA 17 Agu 2026
