Siaran Pers

WALE ANTI NARKOBA MUSEUM NARKOBA PERTAMA DI INDONESIA

Oleh 28 Feb 2014 Agustus 2nd, 2019 Tidak ada komentar
Badan Narkotika Nasional
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Yayasan Institut Seni Budaya Sulawesi Uatara (YISBU) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Solidaritas Isteri Kabinet (SIKIB) menyelenggarakan kegiatan peresmian Wale Anti Narkoba yang diselenggarakan di Kompleks Pusat Kebudayaan Sulawesi Utara, Rabu (26/2). Wale Anti Narkoba merupakan museum narkoba pertama yang pernah ada di Indonesia. Dibawah naungan YISBU, Wale Anti Narkoba ini dibangun didalam Kompleks Pusat Kebudayaan Sulawesi Utara, Jl. Pinabetengan, Tompaso-Minahasa.Dalam peresmiannya, diselenggarakan berbagai jenis pertunjukan seni serta penanaman pohon dan penyerahan bantuan oleh Ketua SIKIB, Ratna Joko Suyanto, sebagai bentuk partisipasi SIKIB dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba. Turut hadir pula Yappie Manafe, Deputi Bidang Pencegahan BNN, yang selama ini memiliki peran sebagai penentu kebijakan dalam upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba yang dilakukan oleh BNN. Dalam sambutannya, Yappie menyampaikan bahwa didirikannya museum ini menjadi amat penting bagi masyarakat Sulawesi Utara, mengingat realita kondisi penyalahgunaan narkoba di Provinsi Sulawesi Utara yang tergolong cukup tinggi.Kasus penyalahgunaan Narkoba di Sulut mendudukin peringkat ke 7 dengan angka prevalensi penyalah guna mencapai 2,1 %, atau sekitar 36.307 orang dari 1.728.900 penduduk Sulawesi Utara (data tahun 2011) ungkap Yappie. Jurnal Data Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) menyebutkan, sepanjang tahun 2012 telah terjadi 1.022 kasus penyalahgunaan Narkoba di Sulawesi Utara. Angka ini dikhawatirkan akan terus meningkat jika tidak ada penanganan yang serius dari pemerintah maupun masyarakat. Yappie juga menyampaikan himbauan kepada seluruh masyarakat dan perguruan tinggi di Sulut untuk terus mendukung didirikannya Wale Anti Narkoba ini.Tidak mudah memecahkan permasalahan penyalahgunaan Narkoba di Indonesia. Perlu upaya lebih dalam menangani hal tersebut. Menangkap saja tidak menyelesaikan masalah. Saat ini upaya yang paling cepat adalah mencegah yang belum terkena Narkoba sambil kita memikirkan upaya rehabilitasi dan pascarehabilitasi yang harus dilakukan ungkap Benny J Mamoto, selaku pemilik yayasan YISBU, dalam soft launching Wale Anti Narkoba yang diselenggarakan, 25 November 2013 lalu. Museum yang dibuat dengan nuansa budaya Sulawesi Utara ini dibangun dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba serta upaya penanggulangannya.Dengan adanya Wale Anti Narkoba ini, diharapkan masyarakat akan lebih paham dan imun terhadap penyalahgunaan Narkoba. Wale Anti Narkoba ini sebagai salah satu bentuk partisipasi masyarakat yang nantinya diharapkan akan menjadi inspirasi seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mengkampanyekan bahaya penyalahgunaan Narkoba dilingkungan masing-masing

Baca juga:  Musnahkan 50 Kilo Sabu, Amankan Tiga WN Tiongkok dan Satu WN Nigeria

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel