Genderang perang melawan Narkoba melalui dunia pendidikan telah dimulai. Untuk pertama kalinya di Indonesia, Kota Surabaya menjadiPilot Projectpenerapan Kurikulum AntiNarkoba. Meskipun pelaksanaannya baru akan diberlakukan pada Tahun depan, keberadaan kurikulum AntiNarkoba bagi siswa SMP/MTs dan SMA/SMK/MA ini diresmikan langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. DR. Anang Iskandar bersama Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, di JXInternational & Exhibition, Surabaya, Selasa (9/6).Lebih kurang sekitar 10.000 pelajar yang didampingi oleh masing-masing Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah hadir dalam peresmian kurikulum AntiNarkoba tersebut serta Peluncuran Program Kota Surabaya Resik Narkoba dan jelang Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2015 di Wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.Kepala BNN sangat mengapresiasi atas peluncuran kurikulum AntiNarkoba ini. Hal ini dapat diselaraskan dengan program BNN terkait Rehabilitasi 100.000 pengguna Narkoba pada tahun ini dan akan ditingkatkan menjadi 200.000 pengguna Narkoba yang akan direhabilitasi pada Tahun 2016mendatang, Kurikulum ini bukan hal yang aneh-aneh, akan tetapi amanat dari Undang-undang Narkotika, ungkapnya.Saya bangga kurikulum ini di-Launchingbersamaan dengan jelang peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), pada 26 Juni mendatang. Peringatan ini adalah bukan sebuah perayaan besar, akan tetapi keprihatinan terhadap para korban penyalahguna Narkoba, tambahnya.Melalui kurikulum AntiNarkoba ini, BNN ingin Kota Surabaya memanfaatkannya sebagai infrastruktur terhadap perang melawan Narkoba. Ada dua musuh. Satu perangi Narkoba, kalau tidak dibentengi bisa kecanduan dan rawan tertular banyak penyakit. Yang terlanjur menggunakan Narkoba harus segera direhabilitasi. Kedua, bandar Narkoba harus dituntut dengan hukuman yang seberat-beratnya, papar Anang.Sementara itu Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, dalam sambutannya menjelaskan dampak buruk Narkoba. Menurutnya, Narkoba kini telah merambah pengguna pelajar SMP. Ia berharap bantuan Kepala Sekolah dan Guru untuk mengawasi anak-anak saat istirahat. Ia menambahkan, masa depan negara bergantung kepada anak-anak.Risma mengaku prihatin atas keberadaan pelajar yang sudah kecanduan Narkoba hingga harus direhabilitasi. Orang tua menyuapi anaknya, mengajari jalan, menyekolahkannya hingga sukses, tapi karena takut dibilang tidak modern, anak itu menggunakan Narkoba. Lebih baik berprestasi di berbagai bidang dari pada menyalahgunakan Narkoba, tambahnya.Sementara dalam sambutan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surabaya, Ikhsan, menyatakan, Awalnya program ini adalah Konselor Sebaya, yakni pendampingan anak dengan modul. Kemudian, dikembangkan dengan program Kampunge Arek Suroboyo, sekarang dikembangkan ke Kurikulum AntiNarkoba yang didampingi oleh BNN Pusat, BNN Provinsi, dan BNN Kota/Kabupaten. Kurikulum AntiNarkoba ini nantinya akan masuk ke semua Mata Pelajaran yang ada. Sebagai contoh Matematika, siswa akan disuruh membuat grafik dengan lebih dulu menggali data pengguna Narkobanya. Data didapat kemudian dituangkan kedalam grafik tersebut,. Dalam setahun akan ada 12 modul yang diterapkan di sekolah-sekolah, tambah Ikhsan.Usai sambutan, dilakukan peresmianLaunchingkurikulum AntiNarkoba secara simbolis dengan penekanan tombol oleh Kepala BNN, Walikota Surabaya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Forum Pimpinan Daerah, perwakilan Kepala UPT Sekolah danStake Holderterkait. Kepala BNN juga menyerahkan kurikulum AntiNarkoba 2015 kepada Walikota Surabaya serta dilanjutkan penyerahan kepada Kepala UPT Sekolah oleh Walikota Surabaya. (IRW)
Artikel
SURABAYA, PILOT PROJECT PENERAPAN KURIKULUM ANTINARKOBA PERTAMA DI INDONESIA
Terkini
-
BNN EVALUASI CAPAIAN REHABILITASI BERKELANJUTAN TRIWULAN III TAHUN 2026 05 Okt 2026 -
SERAH TERIMA PANJI TRIBRATA TANDAI ESTAFET KEPEMIMPINAN POLRI 05 Okt 2026 -
KEPALA BNN RI SUYUDI ARIO SETO RESMI DILANTIK MENJADI KAPOLRI 02 Okt 2026 -
BNN TINGKATKAN KESADARAN KEAMANAN SIBER MELALUI SOSIALISASI SECURITY AWARNESS 2026 01 Okt 2026 -
BANGUN KEMANDIRIAN EKONOMI KLIEN PASCAREHABILITASI, BNN GANDENG KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN 01 Okt 2026 -
KEPALA BNN RI LEPAS SEJUMLAH PEJABAT PIMPINAN TINGGI YANG MEMASUKI MASA PURNA TUGAS 01 Okt 2026 -
HADAPI ANCAMAN NARKOTIKA, BNN DORONG PENGUATAN SINERGI BERSAMA BAKOM RI 30 Sep 2026
Populer
- WASPADA NARKOTIKA CAIR, BNN IMBAU PELARANGAN ROKOK ELEKTRIK DI LINGKUNGAN GARUDA INDONESIA 10 Sep 2026

- BNN DAN PPATK PERKUAT SINERGI HADAPI MER FATF 2029 10 Sep 2026

- KEPALA BNN RI HADIRI WISUDA PURNAWIRA PATI POLRI 10 Sep 2026

- BNN TERIMA KUNJUNGAN SMPIT INSAN MANDIRI JAGAKARSA, EDUKASI PELAJAR TENTANG BAHAYA NARKOTIKA 16 Sep 2026

- BNN TERIMA PENGHARGAAN PENGUATAN PENEGAKAN HUKUM PADA RAKOR KORWAS PPNS BARESKRIM POLRI 10 Sep 2026

- KEPALA BNN RI TERIMA AUDIENSI PUTERI ANAK DAN REMAJA DKI JAKARTA, DORONG GENERASI MUDA JADI AGEN PERUBAHAN 16 Sep 2026

- AUDIENSI BNN DAN ADKASI: KEPALA BNN RI AJAK DPRD KABUPATEN SE-INDONESIA BERSATU PERANGI NARKOTIKA 16 Sep 2026
