Skip to main content
UnggulanBerita UtamaBerita Satker

SIDE EVENT CND KE-67: BNN RI SAMPAIKAN STRATEGI PENANGANAN NARKOTIKA DALAM AGENDA PREVENTIVE DRUG EDUCATION-THE WAY FORWARD

Oleh 19 Mar 2024Maret 24th, 2024Tidak ada komentar
SIDE EVENT CND KE-67: BNN RI SAMPAIKAN STRATEGI PENANGANAN NARKOTIKA DALAM AGENDA PREVENTIVE DRUG EDUCATION-THE WAY FORWARD
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) hadir dalam sesi reguler hari kedua Side Event CND ke-67, di Wina, Austria, Selasa (19/3). Kali ini Pemerintah Singapura menjadi pembicara dalam agenda dengan tema “Preventive Drug Education—The Way Forward.”

Acara ini diselenggarakan oleh CNB Singapura, bekerjasama dengan UNODC Prevention, Treatment and Rehabilitation Section, serta UNODC Research and Trend Analysis Branch di ruang MOE100.

Adapun pembicara yang hadir dalam acara tersebut, Director of Policy Planning & Research Division Central Narcotics Bureau (CNB) Singapore, Mr. Ng Khai Song, Director of Narcotics Control Bureau (NCB) Brunei Darussalam, Dato Zalani Ismail, Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI, Irjen Pol. Drs. Agus Irianto, S.H., M.Si., M.H., Ph.D., dan Coordinator of UNODC Prevention, Treatment & Rehabilitation Service (PTRS), Mr. Wadih Maalouf .

Tujuan dari Side Event ini adalah untuk berbagi pengalaman dan informasi mengenai pendidikan pencegahan narkotika serta merekomendasikan langkah-langkah kolektif.

Dalam presentasinya, Mr. Ng Khai Song memaparkan pendekatan anti narkotika yang diadopsi oleh Singapura, termasuk metode kampanye utama dan keterlibatan pemangku kepentingan dalam penyampaian pendidikan pencegahan narkotika.

Baca juga:  Permohonan Tes Urine bisa melalui Aplikasi BOSS BNN!!!

Sementara itu, pihak Brunei Darussalam menyoroti strategi penurunan permintaan narkotika dan penurunan pasokan narkotika, dengan fokus pada kaum muda dalam lingkungan pendidikan.

Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI menyampaikan presentasi mengenai situasi narkotika saat ini secara global dan nasional, dampak sosial dan ekonomi dari penyalahgunaan narkotika, serta strategi penanganan pencegahan narkotika yang dilakukan oleh Indonesia.

Pembicara terakhir dari UNODC PTRS, membahas matriks kerentanan, intervensi pencegahan di tingkat makro dan mikro, serta program CHAMPS (Children Amplified Prevention Service) dari UNODC PTRS.

Diskusi ini menekankan bahwa pentingnya kolaborasi regional dan internasional dalam upaya pendidikan pencegahan narkotika secara berkelanjutan. Partisipasi aktif BNN RI dalam Side Event ini menegaskan komitmen negara dalam melawan penyalahgunaan narkotika secara kolaboratif melalui pendidikan sebagai langkah preventif yang berkelanjutan.

#indonesiabersinar
#indonesiadrugfree

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN RI

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel